
Selepas mandi aku langsung kembali ke ruang tengah tempat Yugo nonton tv.
"Mau bicara apa?" tanya ku.
"Tidak jadi" seru nya tiba tiba.
Aku menatap nya heran.
"Apaan sih, tadi kata nya mau bicara" protes ku.
Yugo menatap ku.
"Itu tadi karena kamu sudah menolak nya dan memilih mandi yah gak jadi deh" balas yugo.
Aku menatap nya kesal.
"Bisa gak sih sehari gak nyebelin?" ujar ku.
Yugo menggeleng.
"Itu semua tergantung kamu" jawab nya.
"Kok aku?" balas ku.
"Iya kamu, sikap ku semua tergantung kamu, aku hanya mengikuti apa nyaman nya buat kamu, kalo kamu nyaman nya aku gak nyentuh kamu berarti kamu harus terima aku cuek dan dingin" jelas Yugo.
Aku sedikit berpikir.
Aku memang tidak mau di sentuh oleh nya, jelas saja, sebelum menikah dia sudah sering menyakiti ku dengan kata kata nya yang tajam. Setelah menikah dia mau aku dengan mudah nya menerima dia. Kau salah pilih Yugo. Batin ku.
Yugo tersenyum sinis.
"Apa kau tidak penasaran dengan rasa nya kawin?" bisik yugo tanpa basa basi.
Jelas saja, yugo lebih dewasa dari pada aku.
Usia nya hampir Lebih 25 tahun sekarang. Sedangkan aku baru menginjak 19 tahun.
Suara nya membuat ku merinding.
Aku menggeleng.
__ADS_1
Yugo kembali menonton TV.
Hampir aku tersedak karena menahan tawa.
Tapi akhir nya aku tertawa keras.
Yugo menatap ku bingung.
"Kamu kenapa?" tanya nya.
"Itu loh, yang kamu nonton, raga dan hati mu sok dingin kayak es, ternyata hobby nya nonton sinetron emak emak" ejek ku.
Yugo mengacak rambut ku.
"Mengejek ajja terus. Aku ini lebih tua dari mu" ujar nya sambil menaikkan alisnya nya sebelah.
Aku semakin tertawa melihat judul sinetron yang dia tonton.
"Anak ku tenyata bukan anak ku, anak ku tertukar dengan tetangga ku" seru ku sambil tertawa.
"Ini bukan sinetron, tapi ftv yang langsung tamat" protes yugo.
Di balik tubuh kekar nya itu aku gak nyangka dia senang nonton beginian.
Aku pun pelan pelan berhenti tertawa.
"Sory sory" Seru ku.
"Lidya Wijaya" ujar yugo lirih.
"Ya" jawab ku.
"Gak terasa yah, sudah satu bulan lebih kita nikah" seru nya.
"Terus?" tanya ku.
"Apa kamu belum merasakan sesuatu?" tanya nya lagi.
"Sesuatu apa?"tanya ku polos.
"Gak deh, gak jadi, oh ya maaf waktu itu aku tidak sempat cerita tentang naira. Apa kamu mau mendengarkan nya sekarang?" tawar Yugo.
__ADS_1
Aku mengangguk.
"Baik lah, aku akan ceritakan kisah naira. Naira itu anak mama dengan selingkuhannya, dia terlahir tak di inginkan oleh keluarga kami karena dari hasil yang tidak benar, Mama selingkuh saat papa ke luar kota, ada urusan bisnis. Kami semua tidak menyangka, papa marah dan sangat kecewa.
Tapi tidak langsung menceraikan mama. Mereka pisah rumah setahun lama nya sampai Naira lahir ke dunia. Mama lebih memilih mengasingkan diri karena malu, mama hilang kabar lebih dari satu tahun.
Setelah itu mama datang kembali untuk pasrahkan keadaan nya pada papa. Apa pun keputusan papa ia akan terima. Sambil membawa naira ke rumah saat itu. Papa masih marah tapi ia sangat mencintai istrinya itu. Ia pun akhirnya memaafkan kesalahan fatal mama, ia berlapang dada menerima kenyataan ini. Akhirnya keluarga kami berkumpul lagi, Naira pun tumbuh besar di keluarga kami. Di usia nya 6 tahun papa dan mama bertengkar karena naira dan hampir bercerai, aku pun akhir nya memarahi naira, aku berkata kejam pada nya. Aku katakan dia anak haram, hasil zina, bukan anak papa, ia menangis dan berlari ke danau, liburan kali itu sangat mengerikan.
Naira jatuh dan tenggelam di danau. Ia pun meninggal dunia. Orang pertama yang menemukan nya adalah aku. Aku mengutuk diri sendiri karena telah menyebab kan dia meninggal. Aku telah membunuhnya. Setelah kematian Naira,hubungan papa dan mama mulai renggang. Mama memilih untuk pergi lagi untuk kesekian kalinya. Ia sangat terpukul atas kepergian naira. Papa tidak bisa berbuat apa apa, ia masih tidak mau menceraikan mama.
Karena papa terus membujuk nya, mama akhirnya luluh dan mau kembali ke rumah. Aku sebenarnya tidak enak dengan dimas, papa dan mama sangat perhatian pada ku, sementara dimas mereka abaikan karena nakal. Tapi aku yakin, dimas nakal seperti itu Karena kurang nya kasih sayang dan perhatian dari papa dan mama. Sekarang semoga setelah aku tidak tinggal di rumah itu lagi dimas bisa merasakan perhatian dari orang tua kami" jelas Yugo panjang lebar.
Aku menatap nya dalam ,tidak ada kebohongan kali ini, aku bisa melihat dari sorot mata nya.
Perasaan apa ini? kenapa tiba tiba saja aku kasihan pada laki laki yang ada di hadapan ku, di balik sikap nya itu ternyata banyak cerita yang tidak aku ketahui.
"Kenapa menatap ku seperti itu? apa aku terlihat seperti pembunuh?" ujar yugo.
Aku mengangguk.
"Haha bercanda, gak kok, semua orang punya cerita, naira bukan mati karena kamu, tapi karena memang sudah ajal nya, aku yakin Naira juga sayang sama kakak' nya" seru ku.
Yugo menatap ku haru.
"Aku pikir kamu malah akan pergi menjauh setelah tau masa lalu ku" ujar Yugo.
"Semua kan sudah berlalu, yang terpenting sekarang kita melangkah ke depan, lebih baik dari hari kemarin" nasehat ku.
"Pandai cakap saja, giliran di minta banyak alasan" protes yugo.
"Maksud nya?" tanya ku.
"Itu loh, anu, kawin itu bagian dari hal baik loh, berpahala, kata nya mau berubah jadi lebih baik lagi, berarti kamu juga harus merubah sikap keras mu itu terhadap suami mu ini" kata Yugo.
Aku tersenyum.
"Siapa yah dulu pernah mengejek ku dengan kata wanita murahan" tegas ku.
Yugo tersenyum.
"Aku memang ceplas-ceplos,aku berkata seperti itu karena aku tidak suka wanita yang berpakaian seksi, kamu berpakaian seperti dulu itu untuk apa, untuk menggoda siapa? hah, jika kamu pakai itu sekarang justru bagus karena yang melihat suami mu, kalau kemarin dulu itu kan banyak teman teman mu cowok, bahkan lebih dominan cowok dari pada cewek, memang nya kamu gak risih? sebaik apa pun Mereka, gak menutup kemungkinan mereka tergoda dan memperhatikan paha mulus mu itu, secara langsung kamu membuat kami para lelaki berdosa karena telah melihat aurat yang seharusnya tidak kamu umbar seperti itu, aku berkata seperti itu secara tidak langsung karena aku sayang sama kamu, aku memuliakan kamu tapi memang cara dan kata kata ku salah, maaf jika saat itu kamu tersinggung, maaf telah menyakiti hati mu" jelas Yugo.
__ADS_1
Aku diam. Ada desiran aneh di hati ku. Ada degup jantung yang berbeda dari biasa nya.