Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
Hilang.


__ADS_3

Aku mulai mengantuk, menunggu mereka kembali. Kenapa lama sekali, ini sudah jam 02.00 dini hari.


"Kak, aku balik ke tenda yah, aku ngantuk sekali" seru ku pada panitia yang berjaga.


Mereka menatap ku khawatir.


"Kok kamu makin pucat? kamu baik baik saja?" tanya kak nur.


"Ah, gpp kok, aku cuma mengantuk", seru ku.


Aku tidak lagi merasakan dingin. Lebih tepat nya aku mulai tidak bisa merasakan suhu di sekitar ku. Langkah ku berat seolah membawa beban. Jalan ku tidak stabil seperti orang mabuk.


Aku pun masuk ke dalam tenda, entah kenapa aku sangat mengantuk. Suhu Dingin membuat raga ku hampir tidak bisa merasakan tubuh ku sendiri.


Aku pun tertidur.


......🌺🌺🌺......


"Aku yakin sudah melewati tempat ini, kenapa kita seperti jalan di tempat yah?" seru Adit bingung karena mereka berjalan seperti tidak ada ujung nya.


"Entah lah, aku juga bingung" seru Mai.


Maharani hanya diam, sama dengan Dimas.


Dimas diam.


"Kalian kenapa dia ajja, cari solusi kek, kalo gini kita gak bisa Kembali ke tenda" protes Mai.


"Apa kita tersesat?" tanya Dimas.


"Pake nanya lagi" seru adit kesal.


Dimas diam lagi seperti memikirkan sesuatu.


1 kelompok ada 5 orang tapi karena Lidya tidak ikut maka mereka hanya ber 4.


Satu persatu peserta jurit malam akhir nya sudah balik ke tenda.


Panita bernafas lega mengingat mereka terlalu lama di dalam hutan.


"Apa sudah lengkap semua?" tanya kakak pembina.


Mereka saling pandang dan mengabsen anggota kelompok mereka.


"Kelompok Maisaroh belum kembali" pekik Diana dari kelompok lain.


Panitia melihat absen, benar mereka belum kembali.


"Apa ada yang melihat mereka sebelum kembali ke sini?" tanya kak Samsul.


Mereka semua diam, tidak ada yang melihat.


"Baik lah kalian bisa istirahat di tenda masing masing, besok kita apel pagi" seru kak Samsul.


Semua Panitia berkumpul dan membawa peralatan untuk mencari kelompok Maisaroh yang tertinggal.

__ADS_1


"Mungkin mereka tersesat" seru kak Samsul selaku ketua panitia. Ia membagi jadi beberapa regu panitia untuk mencari mereka.


Tersisa 2 orang untuk berjaga dekat api unggun untuk mengawasi anak anak supaya jangan berkeliaran atau melakukan hal hal yang tidak di inginkan.


Hampir putus asa Dimas dan kawan kawan berkeliling mencari jalan keluar.


Sementara panitia sudah berkeliling mencari mereka.


Tiba tiba Maharani berlari ke arah tenda, kedua panita terkejut melihat nya.


"Kenapa kau datang sendirian? mana yang lain?" tanya kakak pembina.


Maharani hanya diam. Ia tidak menjawab dan langsung ke tenda.


"Dasar anak tidak sopa , di tanya malah pergi, kurang ajar!" pekik kak Susi.


"Sudah lah, setidak nya dia kembali dengan selamat itu sudah Alhamdulillah, tinggal menunggu yang lain" sergah kak Romi.


Mereka berdua terkejut mendengar suara teriakan dari arah tenda tempat Maharani masuk tadi.


Mereka pun segera kesana melihat apa yang terjadi.


Maharani mendapati ku pingsan.


"Teman mu itu hanya tertidur, tenang ajja, dia bilang tadi dia sangat mengantuk dan pamit ke tenda" protes kak Susi.


"Aku coba bangun kan dia untuk meminta ijin mengambil roti milik nya ,tapi dia tidak bergerak, badan nya dingin, kaku, seperti nya Lily kena hipotermia!!!" pekik Maharani panik.


Maharani jarang sekali berbicara, hanya hal penting saja dia akan berbicara. Panitia mulai panik.


"Ayo semua peluk dia, sekarang???" pekik kak. Susi panik.


Mereka lalu memeluk erat tubuh ku.


Suhu panas dari tubuh Mereka tidak berpengaruh sama sekali ke tubuh ku yang sudah terkena hipotermia.


Pantas saja aku tidak merasakan apa pun.


Apa aku sudah mati?


Mereka menyelimuti ku dengan jaket dan berlapis lapis selimut , dan membawa ku ke dekat api unggun.


Aku masih belum sadar.


Mereka bergantian memeluk ku.


Mendengar kepanikan panitia di luar, beberapa anak dari tenda lain pun bangun untuk melihat apa yang terjadi.


"Itu kan Lily??!" pekik Roni.


Kak Susi menangis hampir putus asa karena aku tidak kunjung menunjukan akan bangun. Wajah ku sangat pucat, badan ku sangat dingin.


Roni segera ikut membantu menghangatkan tubuh ku.


"Mana teman teman nya!!!" tanya Roni.

__ADS_1


"Mereka masih tersesat di dalam hutan dan belum kembali, beberapa panitia sedang mencari mereka" jawab kak Romi.


Semua menatap Maharani yang kembali seorang diri.


"Kenapa kau kembali sendiri, kemana teman teman kelompok mu?!!" pekik Roni.


"A, aku gak tau, kami terpisah", ujar Rani sambil menahan air mata nya.


"Bagaimana bisa terpisah?", tanya kak Romi


"Aku ijin buang air kecil, saat kembali aku sudah tidak melihat mereka di mana pun, aku panik dan mencari jalan keluar sendirian.


"Terus bagaimana kau bisa kembali sendirian?" tanya Susi.


"Aku, aku, aku hanya meraba jalanan" jawab Rani bohong.


Karena fakta nya seorang teman gaib nya lah yang menuntun nya kembali ke tenda.


"Ya sudah, kita fokus selamatkan teman mu ini dulu, semoga teman mu yang lain bisa segera di temukan.


......🌺🌺🌺......


"Aku lelah, tenaga ku sudah habis, kita panggil tim SAR ajja, sebentar lagi subuh" seru kak Samsul ke anggota nya.


Besok pagi rencana nya mereka akan melanjutkan pencarian bersama tim SAR.


Adzan shalat nih berkumandang dari kejauhan. Sebagian peserta camping pun bangun untuk sholat dan aktifitas membuat sarapan.


Sekembali nya kak Samsul dan kawan kawan, mereka di kejutkan melihat ada yang terkena hipotermia.


Karena kak Samsul lebih pengalaman menangani hipotermia ia segera menolong ku.


"Sejak kapan dia terkena hipotermia begini, dia bisa mati kalau terlambat di tangani!" pekik nya.


"Buatkan minuman hangat segera" pekik nya. Kak Susi segera memasak air dan membuat kopi. Fajar menyingsing, aku jadi bahan tontonan teman teman.


Kak Samsul memompa dada ku dengan kedua tangan nya agar aku kembali bernafas dengan stabil. Karena nafas ku kian melemah dan hampir menghilang.


"Susi beri dia nafas buatan, sekarang!" pekik kak Samsul.


"Aku tidak bisa, selama ini hanya praktik di patung belum pernah ke manusia" protes Susi.


Kak Samsul men decak kesal karena ketidak ber gunaan anggota nya.


Tapi karena tidak ada waktu. Kak Samsul lalu memberi ku nafas buatan.


Aku masih belum sadar tapi setidak nya nafas ku sudah kembali teratur.


Sebagian memeluk ku untuk menghangatkan.


Menjelang pagi.


Tim SAR datang atas panggilan kak Samsul.


Mereka mulai bergerak lagi mencari Maisaroh Adit dan Dimas.

__ADS_1


"Jagain itu anak yang kena hipotermia. Jika dia sadar nanti, kasi minuman hangat, tetap hangatkan dia", pesan kak Samsul ke panitia dan anak anak yang ada di tenda.


__ADS_2