
Hujan semakin deras nya. Kami batal jalan jalan seperti rencana nya yugo.
Dan kami menghabiskan waktu di kamar hotel sibuk dengan kegiatan masing masing yang membosankan.
"Ah, bosan, kapan sih kita pulang" seru ku.
"Masih hujan bocah, lagian masih ada sehari lagi kita di sini", jawab yugo, dan kembali sibuk dengan handphone nya.
"Huft" keluh ku. Aku kembali duduk menatap hujan yang turun dengan deras nya di luar sana melalui jendela.
"Bosan? sini main sama aku" ajak nya.
"Main apa?" tanya ku polos.
"Main kawin kawinan hahahaha" tawa nya.
"Ih gak lucu!" ku lempar kan bantal ke arah nya.
"Ya udah kita main squid game ajja, tapi kita gak mungkin bertaruh nyawa di sini, konyol banget, kita ganti jadi yang kalah wajib mengikuti perintah pemenang." jawab nya.
"Permainan apa itu?" tanya ku.
"Emang gak pernah nonton drama nya, ah nda hebat" ujar nya.
"Drama? maksud nya apa sih" tanya ku bingung karena aku memang baru dengar permainan squid game itu.
Yugo mengambil laptop di tas nya.
Ini orang sempat sempat nya bawa laptop ke tempat seperti ini?
Aku menggelengkan kepala ku.
"Ya udah, karena kamu belum pernah nonton, kita nonton drama nya ajja deh, lumayan menghilang kan rasa bosan mu selama kurang lebih 8 jam" seru nya.
Aku hanya mengangguk.
Kok kami jadi seperti orang yang terjebak dalam ruangan yang membosankan yah.
Yugo mulai menyala kan laptop nya.
__ADS_1
Kami pun mulai nonton drama Korea itu bersama
Tidak terasa waktu berlalu. Hingga episode yang ada adegan semi dewasa nya, aku menutup mata ku saat tiba tiba adegan itu muncul. Aku terkejut bukan main karena memang aku tidak pernah nonton begituan.
Yugo menertawakan ku.
"Hahaha dasar bocah baru gitu ajja panik" ujar yugo.
"Ya panik lah, liat ajja tuh suaranya nyaring lagi mendesah gitu ,kan malu kalo di dengar orang!!" pekik ku.
Yugo masih tertawa.
"Lucu deh, dasar bocah, ini kan di hotel, gak mungkin juga ada yang dengar, cuma kita kok yang dengar, baru lewat laptop saja sudah panik, apa lagi ko beneran??" goda yugo.
Ku tampar ringan wajah nya. Semakin membuat yugo tertawa.
"Aku masih kecil om" canda ku.
"Masih kecil tapi kok sudah nikah dek" jawab nya.
"Karena di paksa orang tua om, om jahat!" ujar mu.
Lelah tertawa, Yugo kembali memutar drama yang terjadi tadi.
"Nda bisa di skip ajja?!" protes ku.
"Ih kok di skip sih, adegan bagus begini kok di skip sih!" jawab yugo.
"Ya udah nonton ajja sendiri sana!" usir ku.
Yugo masih asik menonton, aku beranjak dari tempat tidur ke balkon hotel.
Hujan masih turun. Udara hujan segar, aroma nya juga menenangkan.
Tiba tiba ajja yugo datang dan memeluk ku dari belakang. Aku terkejut bukan main, segera aku berontak dan melepaskan diri dari pelukan nya.
"Sebentar saja!!!" pekik Yugo.
"Gak!!!" balas ku.
__ADS_1
"Cuma peluk doang, pelit banget sih, berdosa loh kamu" protes nya.
Aku menatap nya tajam. Dia pikir aku sudah luluh dengan sikap nya? tidak semudah itu mr.galak.
"Kenapa sih, kamu suka sama aku?" tanya ku.
Yugo diam.
"Ya gak lah. tapi kan kita udah nikah jadi boleh dong" protes nya.
"Boleh apa, boleh maksa?" tanya ku.
"Yah gak gitu juga konsep nya, aku kan cuma mau peluk kamu, gak lebih, masa gitu doang gak boleh" balas nya.
Yugo beralih menatap hujan. Mungkin dia ingin bisa bucin bersama ku seperti saat bersama kekasih nya dulu, tapi maaf, aku tidak menyukai nya, dan aku juga tidak nyaman dengan nya.
Aku bahkan sudah berpikir untuk berpisah dengan nya setelah menikah.
Sabar, butuh waktu untuk membuat nya menyerah. Hubungan yang di paksakan seperti ini. Aku tidak yakin akan berjalan dengan baik.
"Maaf" seru nya tiba tiba.
Aku menatap nya.
"Tapi bo'ong , weeek" dia mengejek ku?
Ia lalu berlari kembali ke dalam kamar. Aku masih betah berlama lama menonton hujan.
Di sini yang bocah siapa sih, kok jadi dia yang idiot gitu. Ihh.
Aku ikut melangkah masuk, karena hujan mulai membasahi balkon.
"Terus rencana mu apa setelah ini,mau tinggal di mana?" ujar ku.
"Yang mana kamu nyaman nya, di rumah kamu boleh, di rumah ku juga boleh, atau kita tinggal di villa? soal nya rumah ku masih proses di bangun , belum siap huni" jawab nya.
"Hm, di rumah ku ajja deh" jawab ku.
Ya jelas aku pilih rumah ku lah, ih nda banget deh tinggal di rumah mertua. Batin ku. Supaya tetap bisa bertemu putra.
__ADS_1
"Ya sudah, aku ikut saja bagaimanapun istri ku nyaman menjalani hari-hari nya" seru yugo.
Aku menatap nya seolah jijik. Sungguh kata istri dari mulut nya membuat ku bergidik.