
Hari ini adalah hari perpisahan sekolah sekaligus pengumuman kelulusan.
Sedih sekali rasa nya.
Wulan dan kawan kawan yang dulu 1 club' dengan ku dulu datang dan memeluk ku. Mereka menangis sedih.
Pengumuman kelulusan pun di gelar di aula sekolah. Kami semua kelas 3 berkumpul di sana bersama orang tua murid lain nya.
Terlihat tamu sudah duduk masing masing di kursi yang telah disediakan.
Papa datang ke acara perpisahan ini bersama mama. Aku tersenyum melihat nya.
Aku dan teman teman juga duduk di kursi masing masing. Aku duduk di samping Maharani dan Dimas.
Kata sambutan dari kelas 12 pun di mulai.
"Kepada bapak / ibu guru SMA Pelita yang kami cintai, permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kami haturkan kepada ayahanda dan ibunda sekalian. Kami menyadari selama kami dibimbing oleh ayahanda dan ibunda sekalian di sekolah, tentu banyak sekali kekhilafan yang kami perbuat.
Kami juga mohon maaf atas ketidakmampuan kami untuk membalas segala jasa-jasa ayahanda dan ibunda. Perasaan cinta dan hormat kami hanya mampu diluapkan dengan kata-kata dan air mata haru. Terima kasih bapak dan ibu guru, doakan kami agar kami dapat menjadi anak bangsa yang berguna dan bermanfaat bagi negara dan agama.
Kepada rekan-rekanku kelas 12 yang saya banggakan. Selama tiga tahun sudah kita menjalani kehidupan belajar bersama-sama. Tentu telah banyak khilaf dan salah yang kita perbuat terhadap sesama.
Oleh karenanya, saling mengikhlaskan kesalahan dan rela memaafkan satu sama lain adalah satu hal yang perlu kita lakukan hari ini. Kawan-kawanku sekalian, hari ini adalah hari terakhir kita menginjakkan kaki di sekolah yang kita cintai ini sebagai seorang siswa. Esok kita akan menempuh jalan hidup kita masing-masing.
Teruslah berjuang, jangan berhenti menggapai cita-cita, dan selalu perbaiki diri! Perpisahan hari ini kelak akan kita kenang selama-lamanya. Hari ini akan menjadi tonggak awal kesuksesan kita. Saya berharap suatu hari nanti kita akan bertemu kembali dengan kesuksesan kita masing-masing.
Teruntuk adik-adik kelasku, ingatlah bahwa adinda sekalian bukan lagi anak-anak yang selalu asyik dengan dunianya sendiri. Belajarlah yang rajin, bermimpilah yang besar, tinggalkan hal-hal negatif, teruslah berkarya, dan jangan lupa beribadah! Itulah pesan dari kakak-kakak kelas kalian yang akan pergi meninggalkan sekolah yang kita cintai ini.
Maafkan kami jika selama ini belum bisa menjadi panutan yang ideal. Akan tetapi adinda tentu dapat memilah segala hal baik dan buruk yang ada pada diri kami.
Ambillah segala sesuatu yang baik dan tirulah! Pilahlah sesuatu yang buruk dari kami dan buanglah jauh-jauh! Kepada kalianlah kami akan menitipkan sekolah yang kita cintai ini. jaga nama baik dan buatlah nama sekolah ini menjadi harum dengan prestasi-prestasi yang kalian ukir. Dengan begitu kami bisa meninggalkan almamater tercinta ini dengan tenang.
__ADS_1
Kepada semua pihak yang ada di institusi pendidikan sekolah ini yang tak dapat saya sebutkan satu persatu. Terima kasih banyak, maafkanlah segala kesalahan kami, dan doakan kami! Mungkin hanya ini saja yang dapat saya sampaikan dalam pidato singkat kali ini. terima kasih dan maaf yang sebesar-besarnya.
Wabillahitaufik walhidayah.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh"
Perwakilan kelas 12.
Teman teman menangis haru mendengar pidato dari Raka, anak kelas sebelah. Mantan ketua OSIS dulu.
Setelah itu sambutan dari pihak lain dan sampai pada saat nya pengumuman kelulusan dan pengumuman juara umum.
"Baik lah sekarang saya akan umumkan kelulusan" seru wakil kepala sekolah.
Semua mulai tegang.
"Sekolah kita ....... lulus 100%" seru pak dewan.
Semua murid heboh, riuh ramai saling memeluk satu sama lain.
Maharani menangis memeluk ku.
Aku membalas memeluk nya. Ku usap lembut rambut nya. Dimas Adit Bimo dan Roni puj berhamburan memeluk kami. Air mata haru menghiasi wajah kami.
"Baik lah saya akan umumkan 10 besar di sekolah kita tercinta ini, yang di sebutkan harap maju ke depan" ujar pak dewan.
Kami melepas pelukan dan mulai kembali duduk di bangku kami.
"Sebelum nya saya akan umumkan 3 besar terlebih dahulu, dan Juara umum sekolah kita, Juara umum ke 3 di raih oleh siswi dari kelas XII-1 atas nama Maharani kami persilahkan untuk maju ke depan" seru pak dewan.
Sontak semua mata melihat ke arah Maharani.
__ADS_1
Maharani sepintar itu juara umum ke 3. Huft. Aku pasti tidak masuk 10 besar. Hm. maafkan aku pa. Kali ini aku mengecewakan mu.
Aku bersalaman dengan Maharani memberikan nya selamat sebelum dia melangkah maju ke depan.
"Selanjut nya Juara umum ke 2 di raih oleh siswa dari kelas XII-2 atas nama Bimo Setiawan" seru pak dewan.
Rame tepuk tangan dari tamu undangan wali murid dan murid murid sekolah pelita.
"Baik lah , sekarang saya akan umumkan juara umum 1 sekolah pelita, harap di simak baik baik, untuk orang tua murid dari ketiga anak murid berprestasi ini untuk maju ke depan juga setelah saya umumkan juara umum nya, juara umum sekolah pelita angkatan 2016-2017 ini di raih oleh siswi dari kelas XII-1 Atas nama Lidya Wijaya, kepada saudari Lidya dan wali nya kami persilahkan untuk maju ke depan." Jelas pak dewa sembari bertepuk tangan..
Semua orang ramai bertepuk tangan dan mengucap kan selamat.
Aku justru terdiam tidak menyangka sama sekali. Bergantian mereka bersalaman dengan ku. Aku masih memasang wajah bingung dan tidak menyangka. Kok bisa?
Alhamdulillah.
Aku pun maju ke depan di susul papa di belakang ku.
Aku menatap Tante Sifa yang sudah berdiri di samping Maharani. Terlihat juga ayah nya Bimo berdiri di samping Bimo.
Aku dan papa juga sudah berdiri berdampingan.
Kami menerima sebuah raport, penghargaan dan sebuket bunga dari sekolah. Air mata haru ku mengalir. Ku usap lalu tersenyum ke arah teman teman.
Papa dengan bangga mengambil kan raport terakhir ku.
Setelah sesi foto dengan wali murid selesai kami pun berfoto bertiga. Aku Bimo dan Maharani tersenyum menghadap ke kamera. Setelah itu kami pun kembali ke bangku masing masing kerena akan di umumkan 10 besar.
Setelah di umumkan semua nya kami ber 3 di panggil lagi ke depan untuk berfoto dengan ke 7 murid lain nya yang masuk 10 besar di sekolah.
"Kata sambutan dari juara umum 1 Lidya Wijaya, kami persilahkan" seru pak dewan. Yang lain mulai turun kembali ke bangku nya.
__ADS_1
Aku pun panik karena tidak ada persiapan sama sekali, aku juga gak nyangka bakal jadi juara umum seperti ini.
Semua mata tertuju pada ku. Keringat dingin mulai terasa mengalir di kening ku.