
Seminggu berlalu. Kkn kami tinggal kurang lebih 2 minggu lagi di sini.
Sedih rasa nya meninggal kan desa ini. Desa yang indah dan nyaman. Pemandangan nya juga indah.
Sesekali kami jalan jalan bersama mbah ke hutan dan sekitarnya di hari minggu. Ketika kegiatan kkn free.
Saat ini hari minggu. Sejak subuh kami sudah membantu mbah masak masak untuk kami bawa jalan jalan.
Selesai masak kami mandi bergantian. Jam menunjukkan pukul 07.30 pagi.
Rencana nya kami akan mulai jalan jam 8 sampai sore.
Tidak semua peserta kkn mau ikut kegiatan ini. Hanya yang mau saja, sebagian beralasan malas kemana mana di hari libur dan berencana bersantai di rumah saja.
Jadi total yang ikut cuma 7 orang bersama mbah.
Sebenarnya aku malas untuk ikut tapi karena di desak Sumiati akhirnya aku ikut juga.
Kami berombongan berjalan kaki masuk ke dalam hutan. Bukan hutan tujuan kami, tapi setelah melewati hutan ada sebuah sungai dan pemandangan yang inda setelah nya. Cocok banget untuk camping.
Tidak ada tenda. Kami hanya menggelar tikar di sana dan meletakkan makanan yang kami masak sejak subuh tadi.
Tidak lupa aku membawa mukenah untuk sholat Dzuhur di sana. Sumiati bersemangat bermain air di sungai bebatuan. Aku duduk di salah satu batu besar di sungai itu, telapak kaki ku menjuntai menyentuh sejuk nya air sungai.
Tidak terasa sudah Jam 12 siang.
"Makan dulu" ajak desta.
Aku tersentak dari lamunan.
"Eh, sudah siang? jam berapa?" tanya ku.
"Jam 12" jawab nya singkat.
Aku melirik teman teman yang sudah berjalan menuju tikar dari bambu milik mbah.
"Sudah masuk Dzuhur belum yah?" tanya ku lagi.
"Entah, seperti nya belum. Makan dulu baru sholat" ujar desta.
"Hmm baik lah" jawab ku.
Selesai makan teman teman berpencar lagi mencari view yang bagus untuk berfoto-foto. Kenangan selama masih di desa ini.
__ADS_1
......🌺🌺🌺......
Sementara di tempat lain yugo bersabar sendiri selama istri nya jauh dari nya, karena kkn di sebuah desa terpencil.
Saat ini yugo tengah duduk berdua makan di luar bersama putra dan dimas.
Dimas pun tidak lama lagi akan menjadi seorang dokter.
"Dimas" pekik putra sambil menunjuk ke arah pintu masuk warung makan.
James bergandengan tangan dengan Feby menuju sebuah tempat di tengah ruang.
Yugo refleks mengepal tangan nya geram.
"Mereka sudah menikah" seru dimas.
"Benar kah?!" jawab putra.
"Iya, waktu itu kak yoga mengundang kami. Tidak ada yang hadir kecuali aku" Jawab dimas.
"Sudah ,jangan bahas mereka!" pekik yugo.
James memandang ke arah meja dimas dan tersenyum. Bagaimana pun juga dimas satu satu nya keluarga yang james anggap.
"Hay" sapa nya seperti tidak pernah terjadi apa apa.
Semua terdiam termasuk dimas. Akan kah perang dunia di antara kedua kakak nya ini akan di mulai lagi.
"Kita perlu bicara" ujar james ke arah yugo.
Yugo hanya diam tidak menggubris nya smaa sekali, dia sudah janji sama lidya untuk tidak berkelahi lagi.
"Hey, tuli yah!" pekik james.
"Ku rasa tidak ada perlu di bicarakan lagi" jawab yugo.
"Ya sudah, kalau begitu aku bicara di sini saja" seru james.
Suasana kian canggung dan menegangkan.
Putra dan dimas berdiri untuk memberi waktu private untuk mereka berdua.
"Yugo, aku tau kita sudah terlalu lama perang saudara, sudah saat nya kita berdamai. Aku sudah memaafkan kalian, mau kah kau memaafkan ku juga" ucap james.
__ADS_1
Drama apa lagi ini? batin Yugo.
"Kau pikir semudah itu aku akan percaya kata kata mu, maaf aku tidak percaya. jangan pernah menghubungi aku apa lagi bertemu dengan ku. dengan melihat mu saja sudah menyakiti aku dan istriku. Kau bahkan membunuh anak ku. Semudah itu kau minta maaf? sekarang apa lagi yang kau ingin kan, semua harta ku, calon anak ku, apa lagi sekarang yang kau ingin kan?! istri ku? ku bunuh kau kalau berani menyentuh nya. Cukup sudah, jalani saja hidup baru mu." yugo berdiri tidak mau berurusan lagi dengan james.
Langkah kaki yugo semakin menjauh.
James hanya bisa menghela nafas berat.
Feby menoleh ke arah james.
James menggeleng tanda gagal berdamai dengan yugo.
Putra dan dimas pun pulang ke rumah masing-masing.
......🌺🌺🌺.......
Akhirnya Kkn pun berakhir juga. Ini adalah hari terakhir di desa. Aku menatap sekeliling sudut rumah Mbah, lumayan banyak kenangan di sini tapi aku juga sangat merindukan suami ku.
Kurang lebih 2 bulan lama nya kegiatan kkn ini.
"Sedih banget" seru Sumiati.
Siang ini kami pulang ke kota, pagi ini kami mulai berkemas lagi, tidak terlalu banyak barang.
Tidak lupa kami berpamitan kepada seluruh warga desa karungan dan kepada kepala desa beserta wakil nya.
Ku peluk erat mbah, air mata kami turun, sedih terharu menjadi 1.
"Terima kasih banyak yah mbah atas tumpangan nya selama kami di sini, maaf kami selalu menyusahkan mbah" ucap ku.
"Mbah justru senang kalian datang kesini, kalau ada waktu mampir lah kapan kapan, semoga mbah panjang umur dan masih bisa melihat kalian sukses nanti, Jaga diri baik baik yah nak" ucap mbah sambil memeluk kami satu persatu.
"Aamiin" jawab ku. Air mata ku dan Sumiati mengalir deras. Kami sampai sesenggukan.
Tidak tega rasa nya meninggal kan mbah sendirian. Mbah pasti kesepian. Aku tidak tega melihat mbah yang sudah tua renta harus bekerja sebagai petani di sana untuk memenuhi kebutuhan nya.
"Udah ah drama sedih sedih nya, ayok, nanti kita ketinggalan bis dan kereta" ujar desta.
Berat rasa nya kaki ini melangkah menjauh dari rumah mbah. Mbah hanya bisa melambaikan tangan dari kejauhan.
Kami di antar pak kades yang baik hati keluar dari kampung ini.
Kami semua berjalan sekitar setengah jam menuju jalan besar , berkumpul di halte menunggu bis, setelah itu kami ke terminal menuju kota tempat kami tinggal dan kuliah.
__ADS_1
Di dalam kereta sebagian tertidur pulas, sebagian lagi menikmati perjalanan yang cukup jauh ini.