
Author mau istirahat dulu dari dunia tulis menulis.
Ada banyak hal di kehidupan nyata yang ingin author lakukan.
Ini akan menjadi episode terakhir dalam kisah lidya wijaya.
......🌺🌺🌺......
3 Tahun kemudian.
Aku menatap langit cerah hari ini.
Masya Allah betapa indahnya karya Tuhan.
Yugo menggenggam erat tangan ku.
Si kembar bermain balon busa menambah indah suasana piknik kami di suatu tempat rekreasi.
Gilang pun ikut berlarian bermain bersama kakak kakak nya.
Aku dan suami ku tersenyum bahagia melihat anak anak kami tumbuh sehat dan riang gembira.
Kabar nya Maisaroh sudah keluar dari penjara. Dan ia telah kembali ke keluarga nya. Syukur nya keluarga mai menyambut kebebasan dan memaafkan kesalahan mai.
Kabar aldy, sepupu ku yang pernah hampir melecehkan aku juga sudah keluar dari penjara.
Sempat khawatir ia akan balas dendam setelah bebas ternyata aku salah , ia sudah bertaubat dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi karena selama di lapas ia banyak belajar dan merenung.
"Pernah terpikirkan gak sih tentang hari ini?" tanya yugo tiba tiba.
Aku menoleh.
"Gak sih, gak sama sekali, itu lah mungkin Allah merahasiakan masa depan, kalau kita tau duluan yah gak seru dong, bahagia atau tidak kita harus ridho dan ikhlas atas semua takdirnya untuk kita" jawab ku.
"Wah istri ku bijak sekali" ujar yugo.
Tidak lama kemudian putra dan dinda datang, ikut piknik bersama kami.
"Kejutan" seru yugo.
Papa dan keluarga besar kami yang lain pun berdatangan.
Aku sungguh terkejut.
Ada om rado sekeluarga juga? Aku sungguh tidak percaya. Papa dan om rado , apa mereka sudah berbaikan?
Yugo mengangguk.
"Sejak kapan mereka akur?" tanya ku ke yugo.
"Rahasia, ini kan kejutan buat kamu sayang" ujar yugo.
Aku terharu dan memeluk suami ku.
Dinda sekarang memakai cadar, ia mengelus perut nya yang hamil 7 bulan. Tidak lama lagi ia melahirkan. Penantian mereka kurang lebih 3 tahun setelah pernikahan akhir nya dinda hamil juga. Putra senang sekali.
Putra dan dinda duduk bersama kami. Dimas sedang mendorong kursi roda nya yoga menuju ke arah kami. Keluarga lain sibuk menggelar karpet dan menyusun makanan untuk piknik.
Gilang berlarian menuju kakek nya.
Pak Rudi dengan sigap menangkap dan menggendong cucu nya.
"Kakek culik yah, tinggal sama kakek ajja, mau?" ujar papa ke gilang yg masih kecil ,usia nya 4 tahun sekarang.
"Mau......." jawab nya.
Pak rudi tertawa.
Aku yang mendengar itu langsung protes.
"Loh kok gitu, jadi gilang gak mau tinggal sama mama nih?" protes ku.
__ADS_1
"Eh, gak deh jadi deh kek, gilang sama mama aja" ucap nya akhirnya.
"Loh, kok plin plan gitu sih" protes papa sambil mencubit gemas pipi gilang.
Aku tidak tau apa yang terjadi pada papa dan om rado sehingga pertikaian di antara mereka pun berakhir. Semua nya damai. Sungguh pemandangan yang indah. Masya Allah.
"Eh ngomong-ngomong semua jadi kenyataan yah, ucapan memang adalah doa" seru ku tiba tiba.
Mereka menoleh ke arah ku dengan ekspresi bingung.
"Maksud nya?" tanya putra.
"Ingat gak dulu waktu masih sekolah, dinda pernah bilang aku ipar? karena kasus dinda pernah di lecehkan penjaga perpustakaan? lalu ia menuduh putra, dan memanggil ku ipar saat itu, sekarang jadi kenyataan kan, jadi ipar ku" jawab ku.
Dinda dan putra mengingat ingat masa lalu.
"Ah itu, aku sungguh malu jika mengingat nya, maaf yah" jawab dinda sambil menunduk.
"Astagfirullah, maaf yah dinda, aku gak maksud menyinggung masa lalu mu" ucap ku baru tersadar apa yang aku katakan.
Dinda tersenyum.
"Gpp kok, santai saja, ucapan memang lah doa, jadi harus ucapkan yang baik baik" jawab dinda.
Yugo memandang kami bingung, karena ia tidak tau apa apa tentang kisah masa sekolah kami dulu.
"Pulang nanti pacaran yuk" bisik yugo tiba tiba membuat ku merinding.
"Maksudnya, ini kan sudah seperti pacaran" bisik ku balik.
"Beda dong, ini kan rame. Pacaran kan berduaan" protes nya.
"Apaan sih , ini rame loh, nanti saja di bahas" jawab ku sambil mencubit paha yugo.
Yugo lalu cemberut sambil makan buah.
Sore acara piknik pun selesai.
"Pah, maaf, bisa titip anak anak? Sehari saja, aku pengen pacaran sama lidya"pinta yugo.
Papa tertawa.
"Haha dengan senang hati" jawab papa, ia justru senang cucu cucu nya menginap di rumah karena rumah itu terlalu sepi untuk di huni cuma berdua dengan mama.
"Ia mama juga senang kok mereka menginap di rumah" ujar mama yang mendengar percakapan mereka.
Yugo lalu mengumpulkan si kembar dan gilang untuk ikut ke mobil kakek mereka.
"Asiiik, ke rumah kakek" ujar si kembar dan gilang.
"Huh dasar, mereka lebih nyaman dengan kakek dari pada orang tua nya" protes ku.
"Cemburu yah sayang? haha, gpp. Biar mereka dekat dengan kakek nya, menghibur papa dan mama kamu yang kesepian karena papa tidak punya anak kandung lagi selain kamu, aku turut sedih sebenarnya tapi rejeki Allah yang atur, tugas kita doa dan Berusaha. Hasil nya serahkan kepada Allah Subhanahu Wata'ala" ujar yugo.
"Dadah , mamaaa......papaaa......." ujar mereka bertiga dari dalam mobil papa.
Papa tersenyum ikut melambaikan tangan nya.
Aku hanya bisa pasrah melihat mereka semakin menjauh.
"Kok sedih sih, yuk, saat nya kita beraksi" ujar yugo.
"Beraksi apaan sih, emang mau perang, huft, aku gak biasa jauh dari anak anak ku" jawab ku.
"Hehe, beraksi pacaran lah, mumpung gak ada anak anak kita bebas berduaan keliling kota , ke hotel dan lain lain" seru yugo.
"Ke hotel? emang ada orang pacaran ke hotel? biasa nya ngedate, makan malam romantis di restoran, ke taman, ini malah ke hotel" protes ku.
"Kita kan beda, pacaran halal, malam ini kita nginap di hotel ya, kamu lupa yah, hari ini hari apa?" protes yugo.
Aku menggeleng.
__ADS_1
"Hari apa emang?" tanya ku.
Yugo menghela nafas berat tapi enggan menjawab.
Kami keliling kota, makan malam romantis di restoran, sepanjang jalan aku menggandeng tangan nya. Benar benar seperti sepasang kekasih.
"Ini sebagai pengganti karena dulu kita menikah tidak pacaran kan?" ucap yugo.
"Hm iya, makasih yah pacar" jawab ku.
Setelah itu kami ke hotel.
"Loh kok kita gak cek in dulu?" tanya ku.
Yugo lalu mengeluarkan kartu hotel nya.
"Sudah kok" jawab nya.
Kami naik lift menuju lantai 7. Dan berjmenuju kamar hotel kami.
Yugo mengeluarkan kartu dan membuka pintu kamar hotel itu. Sebelum nya yugo menutup mata ku dengan kain. Ia lalu membimbing ku masuk ke dalam.
Setelah pintu tertutup yugo membuka kain penutup mata ku.
Kamar hotel kami sudah di dekor bak kamar pengantin baru.
Aku tersenyum dan memeluk suami ku.
"Happy Anniversary sayang" ucap nya sambil mengecup kening ku.
"Astaga, jadi hari ini Anniversary pernikahan kita? aduh maaf aku lupa" jawab ku.
"Gpp kok, yang penting sekarang kamu ada di sini, bersama aku, aku sudah senang kok" jawab yugo.
Malam itu pemandangan indah sekali dari atas balkon hotel, Malam yang cerah penuh bintang.
Tidak menunggu lama yugo lalu mencium bibir ku. Tentu saja aku membalas nya. Tangan ku melingkar di leher nya.
Suasana kian panas, aku seolah kembali ke masa awal pernikahan.
"Makasih sayang" bisik ku.
Yugo lalu menggendong ku ke ranjang yang penuh dengan bunga.
Bunga bunga itu berjatuhan saat kami naik ke atas ranjang untuk bercinta lagi.
Seperti malam pengantin.
Meski di malam pertama pengantin dulu kami tidak melakukan apa apa karena pernikahan yang terpaksa.
Tidak selama nya pernikahan terpaksa itu berujung derita. Justru kami semakin mesra dan bahagia.
Malam ini aku bahagia sekali.
Tamat.
......🌺🌺🌺......
Terima kasih sudah membaca novel ini sampai selesai. Maaf jika banyak kesalahan atau kalimat yang tidak di mengerti.
Maaf juga karena sering lama update nya selama ini.
Mungkin juga ada yang tidak nyambung cerita nya satu sama lain.
Semoga hari hari kalian menyenangkan, sehat selalu dan sukses.
Salam hangat.
Author.
Yeni pebriani.
__ADS_1