
Aku menatap ke arah jalan, menunggu seseorang sampai di cafe tempat ku menunggu.
Sore itu cuaca cerah. Seorang gadis cantik pun masuk ke cafe mencari ku.
Aku juga tidak mengenal nya. Kami tidak saling kenal tapi kami janjian bertemu di sini.
Wajah nya penuh amarah dan kebencian.
Nyali ku ciut seketika tapi aku berusaha untuk memperbaiki keadaan.
Wanita itu menelpon ku. Aku pun mengangkat nya.
Dia bertanya di mana keberadaan ku, dan aku memberitahu kan posisi ku di cafe itu, akhir nya kami bertemu.
Penuh amarah dia langsung menyiram ku air mineral yang aku pesan tadi. Sontak membuat pengunjung lain memperhatikan ku.
"Apa apaan kamu!" pekik ku.
"Dasar wanita murahan,Perebut pacar orang!!!" bentak nya.
"Tenang dulu, ini tak seperti yang kamu pikirkan, aku bisa jelasin" jawab ku.
"Jelasin apa lagi hah, kau mau bilang kalo sudah berhasil merebut Yugo dari aku?!" pekik nya.
"Aku tidak pernah merebut nya!!!" balas ku.
"Lalu itu apa? tiba tiba dia lamar kamu, dia sudah tunangan sama kamu, aku bahkan tau nya dari orang lain, gila yah, apa gak ada itikad baik kalian?!" pekik feby mulai geram.
"Kami di jodohkan! itu semua bukan kemauan kami, aku bahkan gak menyukai dia, dia pun begitu!" jawab ku.
Aku berusaha menenangkan feby dan berdamai dengan nya.
Aku memesankan minum dan kami ngobrol meski pun feby masih tetap marah pada ku.
"Apa tujuan mu memanggil ku kemari? mau pamer?" tanya nya.
Aku menggeleng cepat.
"Sebelum nya aku minta maaf meski ini bukan lah salah ku. Aku meminta mu kemari untuk diskusi, aku tidak ingin menikah dengan yugo, aku ingin kita membatalkan nya" ujar ku.
Feby terdiam.
__ADS_1
"Maksudnya?" feby terlihat bingung.
"Bantu aku untuk membatalkan pernikahan ku dengan yugo nanti, ini juga demi kebaikan kalian, kamu gak mau kan kehilangan yugo? aku perempuan, aku mengerti perasaan mu" seru ku.
"Cara nya?" tanya nya.
"Pura pura hamil dan menikah lah dengan yugo" saran ku.
Feby terkejut.
"Kau sudah gila yah?!" bentak nya.
"Hanya itu satu satu nya cara agar kalian bisa bersatu dan aku tidak perlu menikah dengan nya" jawab ku.
Feby menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak segila itu, aku memang mencintai yugo tapi, tapi" feby mulai terisak.
"Maafkan aku, aku salah" seru ku ikut sedih melihat nya.
Feby menekan dada nya yang sesak dia sakit akibat mendapatkan kabar aku dan yugo akan segera menikah.
"4 tahun lama nya kami pacaran, kau tau itu bukan lah waktu yang singkat, tapi aku juga tidak bisa menerima ide konyol mu itu, hati ku sakit, yugo berkata akan menunggu ku hingga siap menikah, banyak kenangan kami bersama, kebahagiaan ku kau renggut begitu saja dengan mudah nya, apa pun keadaan nya aku tidak bisa memaafkan mu, aku bersumpah kalian akan mendapatkan karma nya!!" pekik feby di sela tangis nya.
"Ada apa ini?!" ujar yugo.
"Harus nya aku yang berkata seperti itu, apa maksud mu diam diam tunangan dengan dia?" pekik feby marah.
Yugo terdiam.
"Dari mana kamu tau?" tanya yugo bingung.
"Dari mana itu tidak lah penting. Sampai kapan kamu akan membohongi aku? Sampai kalian tiba tiba menikah begitu, hebat yah, hebat kamu?" bentak feby.
"Feb, maafkan aku, tapi coba dengar kan penjelasan ku!" jawab yugo.
"Penjelasan apa lagi?!" teriak feby.
Aku terdiam mematung menonton mereka bertengkar. Aku takut pengunjung lain terganggu dengan keributan yang kami buat.
"Berkali kali aku ingin melamar mu, berkali kali aku ingin menikah dengan mu tapi apa ? kau tak pernah mau dan berkali kali juga berkelit dengan segala alasan mu itu, kau berkata tidak siap menikah, aku tidak bisa menunggu karena orang tua ku keras dan ingin menjodohkan aku dengan wanita pilihan mereka. Semua ini bukan sepenuhnya salah ku, kau lah yang menolak ku!" bentak Yugo.
__ADS_1
Feby menangis sedih. Bukan maksud ia menolak, tapi keadaan memang memaksakan untuk belum menikah sekarang. Ada orang tua yang ingin melihat nya sukses, orang tua nya juga belum ingin melihat feby menikah. Ia jadi serba salah. Secara pribadi dia ingin sekali menikah tapi keluarga nya tidak mau, air mata nya tak terbendung lagi. Ia juga ingin menikahi yugo tapi restu orang tua itu penting..Mata feby bengkak akibat banyak menangis. Ia tidak tau harus menyesal atau marah karena perbuatan Yugo.
"Meski begitu haruskah kau sembunyikan semua ini dari aku? harus kah kau membohongi aku, menghilang tiba tiba seperti itu ,kau jahat yugo, setidak nya kau harus putus kan dulu hubungan kita baru kau pergi dengan wanita lain, aku tidak bisa memaafkan kalian apa pun alasannya. Aku bersumpah kalian akan mendapatkan karma nya, aku bersumpah!!!" teriak feby sembari berlari pergi.
Yugo terduduk menatap ku.
Aku tidak hanya diam. Ada banyak sekali pertanyaan di benak ku untuk Yugo tapi sepertinya ini bukan saat yang tepat.
"Kenapa?" tanya nya melihat ekspresi aneh di wajah ku.
"Harus nya aku yang tanya kenapa? kenapa kau tiba tiba mau tunangan dengan ku!" jawab ku.
Yugo tersenyum sinis.
"Kau jangan ge er yah. Aku melakukan ini untuk balas dendam ke Feby karena sudah menolak menikah dengan ku berkali kali!" jawab nya.
"Balas dendam?" seru ku.
"Iya bocah, kau tidak akan tau kerumitan cinta orang dewasa" jawab nya.
Cih, sombong banget sih.
"Aku tebak, kau pasti tidak pernah pacaran kan" ujar yugo.
"Bukan urusan mu, yang pasti aku juga mempunyai orang yang aku cintai!" jawab ku.
Yugo tertawa.
"Cinta kata mu? dasar bocil, cinta mu itu pasti cinta monyet, dah lah, ngaku ajja deh" seru nya.
Aku memandang nya kesal.
"Berhenti mengatakan aku bocah, aku sudah lulus sma, sekarang seorang mahasiswi. Bukan anak kecil lagi" balas ku.
"Benar kah?" Jawab nya sembari mendekat kan wajah nya ke wajah ku. Aku yang risih refleks memundurkan wajah ku dari nya. Dia mau apa?
"Jangan berkhayal pernikahan kita nanti akan normal seperti pasangan lain nya, kau tentu tau kita tidak saling menyukai, jadi, jadikan pernikahan itu hanya formalitas, bukan pernikahan sesungguhnya" bisik yugo.
Aku mendorong tubuh nya menjauh.
"Siapa juga yang mau menikah sesungguhnya sama kamu, belum menikah saja aku sudah memikirkan cara agar bisa bercerai dengan mu nanti!!" balas ku.
__ADS_1
Yugo tertawa.