Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
Jurit malam.


__ADS_3

Aku menghindar karena tidak ingin orang salah paham tentang kami. Sudah cukup lah gosip dulu kedekatan ku dengan Adit yang membuat ku tidak nyaman.


Aku Menyendiri duduk di batang pohon yang tumbang di sekitar tenda ku.


Maharani lagi lagi bertingkah aneh.


Ia seperti berbicara sendiri.


Ku dekati Rani.


"Kamu ngomong sama siapa?" tanya ku penasaran.


"Eh gak kok ,aku sedang latihan", jawab nya bohong.


"Latihan apa?", tanya ku penasaran.


"Latihan berbicara dengan orang baru" jawab nya polos.


"Maksud nya? hahaha, ada ada ajja kamu" seru ku.


Maharani menatap ke arah pohon besar yang ada di samping kami dan tersenyum.


"Kau tersenyum sama siapa?" tanya ku.


"Eh, gak kok" kilah nya.


"Siapa dia?" tanya ku memancing Rani.


"Kamu bisa lihat juga?" tanya nya.


Aku diam, jelas aku tidak tau apa yang Rani lihat ,aku hanya memancing nya untuk bercerita.


"Dia penunggu tempat ini, dia gak jahat kok" jawab Rani.


"Oh, aku gak bisa lihat kok, cuma nebak ajja" seru ku.


Maharani terlihat salah tingkah.


"Oh gitu, jangan beri tahu siapa siapa yah" pinta Rani.


"Beri tahu apa, semua orang juga tau kalo kamu itu anak yang aneh hehe, canda" jawab ku.


Maharani tersenyum.


Aku melirik Maisaroh yang ada di antara Dimas dan Adit.


Ini kesempatan emas untuk aku bertanya perihal Maisaroh pada rani.

__ADS_1


"Ran, ada apa kamu dengan Maisaroh? kenapa kalian tidak akur bahkan kamu terlihat takut kepada nya" tanya ku.


"Eh, gak ada apa apa kok, dia kan memang terkenal jutek, gak ada yang berani pada nya di sekolah ini" jawab Maharani.


"Hanya itu alasan mu? jangan membohongi diri mu sendiri, cerita kan lah apa pun itu" seru ku.


"Kapan kapan saja, jangan di sini", seru Rani.


"Baik lah"jawab ku putus asa.


Apa ada rahasia yang tidak aku ketahui?


"Sudah lah, jangan di pikirkan, sebentar lagi kita akan ujian kenaikan kelas jadi fokus saja belajar" seru Maharani.


Benar juga kata Maharani, sebentar lagi ulangan kenaikan kelas. Ah tidak terasa kami akan naik kelas. Menjadi senior di sekolah.


Aku jadi teringat janji papa akan mengajak kami jalan jalan keluar kota, ke kampung halaman putra saat liburan panjang nanti.


Aku jadi tidak sabar melihat kota kelahiran putra.


Masih tidak ada sinyal. Aku sama sekali tidak bisa menghubungi putra.


Jesika mendatangi ku.


"Hay montik alias monster plastik, haha", sapa Jesika.


"Ada apa!" balas ku.


"Wah wah, sudah pandai nyahut kamu yah. Hebat hebat" Jesika bertepuk tangan.


"Bagi cemilan dong" jawab nya.


Kali ini aku yang tertawa.


"Haha, kau gak mampu beli?" pekik ku.


Jesika tanpa kata langsung menampar ku.


"Jaga mulut kamu dasar plastik, aku hanya ingin berbagi ke anggota ku, kau pasti bawa banyak cemilan, kau kan pernah gendut pasti persediaan mu banyak" balas Jesika.


"Kau tidak lihat aku diet sekarang, tidak ada lagi cemilan banyak, kalo pun banyak aku akan membagi nya dengan teman ku, bukan ke anggota mu" balas ku.


"Ada apa ini kakak kelas kami yang terhormat" senyum mengembang sinis dari Maisaroh meruntuhkan nyali Jesika sesaat.


Maisaroh Hanya memberi kodenya dengan tangan dan tatapan tajam nya, Jesika dan kawan kawan langsung pergi menyingkir.


"Kenapa mereka?" tanya Maisaroh.

__ADS_1


"Eh, mereka cuma omminta cemilan kita" jawab ku.


"Oh, gitu. Kirain mereka mengganggu mu" jawab Mai.


Mengapa mereka semua takut pada Mai? apa Mai psikopat, atau karena Mai jago karate?


Mai tersenyum ke arah ku.


"Apa yang kau pikirkan? mereka emang gitu, tapi aman kok, selama aku ada di dekat mu mereka gak bisa macam macam" jelas Mai.


Aku hanya mengangguk. Mai Kembali ke dalam tenda.


"Tuh kan, sudah aku bilang, gak ada yang berani sama Maisaroh" ujar Maharani.


"Kok bisa. Emang Mai pernah berbuat apa sehingga di takuti?" tanya ku.


"Dulu sebelum orang tau kemampuan nya, Mai pernah mematahkan kaki kakak kelas yang mencoba melecehkan nya, kita tau sendiri Maisaroh terkenal cantik dan body goals. Jadi banyak yang naksir, tapi mereka semua di lumpuhkan oleh nya, berita itu menyebar luas.


Ada juga geng kuat di sekolah yang penasaran dan hendak membully Maisaroh tapi mereka semua dengan mudah di jatuhkan oleh Maisaroh tanpa senjata, hebat kan, tapi Malang nya ia lalai menjaga Maimunah dari bullian kakak kelas yang pernah dia jatuhkan, sebagai pelampiasan nya mereka menyerang saudara Maisaroh yang lemah yaitu Maimunah. Maimunah menjadi sasaran empuk balas dendam mereka kepada Maisaroh " jelas Rani.


Ternyata itu alasan kenapa tidak ada yang berani pada maisaroh dan kenapa Maimun ah di bully.


Ku tatap langit malam ini, ada bulan sabit yang menghiasi langit, bintang tidak terlalu terlihat.


Aku mengajak Maharani merapat ke dekat api unggun karena aku mulai kedinginan.


Suhu di puncak sangat dingin. Membuat ku merinding.


Kami membuat minuman hangat sambil menikmati malam.


Sebenar nya ada kegiatan Jurit malam tapi aku ogah ikut karena takut dan trauma dengan mimpi ku, persetan jika panitia memarahi ku. Apa mereka mau tanggung jawab jika aku kenapa kenapa.


Maharani Maisaroh Dimas dan Adit semua ikut. Hanya aku dengan beberapa panitia yang berjaga tenda dekat api unggun.


"Kenapa gak ikut dek" seru panitia.


"Gpp, gak enak ajja perasaan ku" jawab ku singkat.


Aku sudah mencegah teman teman untuk tidak ikut tapi mereka bersikeras untuk tetap ikut. Kata mereka kapan lagi uji nyali.


Ku seruput coklat panas yang baru aku buat, menghangatkan diri. Kata mereka sejak sore aku pucat, mungkin karena aku kedinginan, mengingat suhu di puncak saat ini minus membuat ku banyak buang air kecil dan butuh kehangatan.


Camping atau berkemah di alam terbuka memang menyenangkan apalagi jika acara dikemas dengan sederhana namun berkesan seperti PBB, pensi, api unggun, jelajah alam, bahkan jurit malam. Bicara jurit malam pasti dipikiran kita terbayang dengan hal-hal yang berbau mistis dan tidak jarang membuat bulu kuduk merinding namun jurit malam memiliki tujuan tertentu.


Jurit malam adalah aktivitas yang dilakukan oleh para peserta camping, gunanya untuk melatih kepemimpinan, mengasah keberanian dan memecahkan masalah dalam waktu yang singkat dan juga kerja sama. Biasanya aktivitas jurit malam menambahkan hantu bohong-bohongan, supaya kegiatan ini jadi lebih seru dan menjadi moment yang tak terlupakan. Namun, tujuan utama aktivitas jurit malam adalah untuk membentuk jiwa-jiwa yang mandiri, pemberani, pantang menyerah, dan tidak bergantung pada orang lain.


Sudah 1 jam lebih sejak jurit malam di mulai tapi belum ada peserta yang kembali?

__ADS_1


__ADS_2