Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
Wasiat


__ADS_3

"Wasiat, untuk apa. dia kan masih muda?" tanya tanya yugo.


"Iya, pak james merasa bersalah telah mengambil sesuatu yang bukan hak nya, bukan wasiat tapi lebih kepada mengembalikan hak anda. Hanya saja ia ingin memberi lebih dari itu karena dulu sempat menyakiti istri anda, beliau tau apa pun yang ia lakukan dan katakan sekarang tidak akan mengubah masa lalu tapi dia ingin berubah, jika ia meninggal, ia ingin pergi dengan tenang tanpa ada nya dendam atau tanpa maaf dari kalian, apa pak yugo sekarang bisa mengerti?" jelas pak pengacara.


"Baik saya mengerti, memang nya apa yang ia ingin berikan kepada kami?" tanya yugo.


"Rumah orang tua kalian, kebun teh dan villa , ia juga memberikan sejumlah dana yang cukup besar untuk anak anak kalian, oh ya karena pak james lama tidak bisa bekerja akan ada rapat direktur untuk mengesahkan CEO baru. Pak james sudah memilih anda sebagai pengganti nya." jawab nya sembari menyerahkan sertifikat.


Aku terkejut mendengar nya.


"Tidak, dia tidak perlu mengembalikan ini semua, aku sudah ikhlas dengan semua yang terjadi. Aku juga sudah memaafkan nya, jadi jangan bicara sembarang. dia masih muda, masih bisa sembuh dan melanjutkan hidup nya" jawab yugo.


Terlihat air mata james mengalir. Ia tidak bisa banyak bicara. Hanya air mata nya yang keluar. Alat bantu pernapasan jadi berembun.


"Sebenarnya bukan gerd saja yang merenggut kesehatan pak james. Ada penyakit lain yang tidak bisa kami beri tahukan dengan alasan privasi. Semoga saja bisa sembuh seperti kata pak yugo. Tapi saya hanya menjalankan perintah dan amanat dari beliau. Jadi tolong terima saja ini, saya mohon" ucap pengacara dan di iyakan oleh radit.


Yugo mendekati james yang terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit.


"Heh, bodoh, untuk apa kamu seperti itu. Di mana kekuatan mu yang dulu, kau gak asik kalau lemah begini" yugo berusaha bercanda untuk menghibur james yang langsung tersenyum dalam tangisan nya.


Meski sangat jahat kelakuan james kepada diri nya, james tetap lah saudara kembar nya. Melihat james lemah seperti ini membuat yugo terlihat sedih dan prihatin.


"Dari pada memberikan nya kepada ku lebih baik kamu berikan ke orang tua kita" pinta ku.


James menggeleng dan memberi kode ke radit untuk bicara mewakili nya.


"Orang tua anda juga sudah mendapatkan kembali hak nya, bahkan lebih dari yang anda terima pak Yugo" seru radit.


Yugo menghela nafas berat.


Ia pegang tangan saudara nya yang dingin itu.


Perang saudara sudah berakhir.


Siapa pun yang melihat mereka saat ini pasti ikut terharu termasuk aku.

__ADS_1


"Lidya..." ucap james lirih.


Hana hani sedang duduk manis di sofa.


Aku mendekati mereka.


"Yah" jawab ku.


"Sekali lagi aku minta maaf...." ucap nya hampir tidak terdengar hanya bibir nya yang bergerak dan aku mengerti maksud nya.


Aku mengangguk.


"Sebelum kamu minta maaf aku sudah maafkan kok, kamu tenang saja" jawab ku sambil tersenyum.


Ku lihat yugo menunduk.


James tersenyum.


"Bagaimana pak yugo, apa anda tega menolak pemberian dari pak james? kami mohon anda terima saja, jika anda keberatan anda bisa sumbang kemana pun anda mau" ujar radit.


James hanya mengangguk setuju dan menangis haru.


"Sejak kapan james alias yoga ini cengeng sih" ucap yugo sambil mengelap air mata james dengan tangan nya.


......🌺🌺🌺......


"Maaf jika lancang, kenapa james bercerai dengan feby?" tanya ku pada radit karena penasaran.


"Pak james memang sejak dulu tidak setia. Beliau selingkuh dan Feby mengetahui nya, ia pun menggugat cerai james.


Feby juga sudah menerima juga hak nya.


Sejak bercerai dengan pak james, feby menghilang tanpa kabar sama sekali.


"Oh begitu" jawab ku. Aku dan anak anak sudah berada di laur ruangan bersama radit. Di dalam tinggal yugo dan pak pengacara untuk tanda tangan persetujuan.

__ADS_1


Aku menoleh ke arah 3 orang yang datang bersama. Yah, dia dimas dan mertua ku.


"Silahkan masuk saja bu pak" ujar radit.


Mereka pun masuk ke dalam untuk bertemu james.


......🌺🌺🌺......


2 tahun kemudian.


Alhamdulillah semua baik baik saja sekarang, semua nya kembali seperti semula.


Villa dan kebun teh kesayangan yugo. Memang kalau rejeki tidak akan pernah tertukar, meski sempat hilang akan kembali lagi ke kita seperti jodoh.


Kami juga sudah pindah rumah yang lebih baik dan luas dari pada sebelumnya.


Perusahaan milik james sekarang di ambil alih oleh Yugo. Yugo berhenti jadi manager di kantor om rado. Om rado tidak keberatan.


Alhamdulillah, begitu banyak nikmat Allah. Kita memang harus sabar dan bersyukur dalam keadaan apa pun. Alhamdulillah anak anak ku tidak harus hidup susah. Apa lagi sekarang kakek nya sudah mulai menyayangi cucu nya. Bahagia banget melihat nya.


Aku juga di karuniai anak lagi seorang anak laki laki yang lucu. Jagoan ku. Nama nya Gilang Abidal. Papa seneng banget mendapatkan cucu laki laki. Kata beliau akhir nya penerus papa lahir juga. Karena dengan mama beliau tidak di karuniai anak. Jadi aku anak kandung tunggal beliau hingga saat ini.


Saat asik menonton film tiba tiba bi ijah datang membawa undangan ke arah ku. Bi ijah adalah asisten rumah tangga ku yang baru.


"Dari mana ini bi?" tanya ku.


"Tadi ada ojol yang mengantar kan bu, saya permisi yah masih banyak kerjaan" jawab bi ijah.


"Oh, baik lah" seru ku sambil membuka sampul coklat dan melihat isi nya.


Undangan reuni Akbar SMA pelita.


Ah rindu nya. Semoga bisa bertemu lagi dengan yang lain.


Anak ku juga sudah besar. Sudah sekolah kelas 1 SD.

__ADS_1


__ADS_2