
"Dulu papa memang tidak menganggap ku, papa sangat kasar, tapi lihat sekarang. Aku terlihat lebih baik kan. Ia merawat ku hingga sebesar ini" jawab ku.
"Tetap saja, ia telah menyiksa mu dan mama mu" bantah om rado.
Aku menggeleng pelan.
"Harus begini cara nya? menculik aku?" protes ku.
"Aku terpaksa melakukan itu, aku tidak ingin kamu disiksa lagi oleh nya" jawab om rado.
Segerombolan seragam hitam muncul di hadapan kami.
"Lapor pak, Kami sudah menemukan keberadaan adik dari pak rado" lapor seorang mata mata suruhan dari om rado.
"Baik lah, segera hubungi dia dan bawa kemari" perintah nya.
Mereka pun balik lagi untuk membawa adik om rado. Entah kakak atau adik nya mama. Yang aku tau dari papa, mama 3 bersaudara. Itu pun masih samar samar karena papa juga belum pernah melihat mereka secara langsung.
Menjelang malam mereka pun membawa seorang wanita ke hadapan om rado.
"Tante Sifa?!" pekik ku tidak percaya.
Tante sifa diam saja seolah tau apa yang terjadi.
"Loh kalian sudah saling kenal? bagus lah kalau begitu" seru om rado.
__ADS_1
"Sifa, ini keponakan mu, anak nya leni" jelas om rado.
"Sudah tau" jawab tante sifa datar.
"Jadi selama ini Tante sudah tau?" tanya ku.
"Tidak juga" jawab nya.
Tante sifa dengan eyeliner tajam yang semakin mempertegas wajah nya.
"Jadi Maharani ada hubungan keluarga dengan ku?" tanya ku.
Tante sifa tidak menjawab.
"Kata Maharani dia adalah anak dari kakak nya tante sifa, kakak nya tante yang perempuan kan cuma mama, dan mama tidak punya anak selain aku" tegas ku.
"Sebenarnya Maharani itu anak ku, anak kandung ku" jawab tante sifa.
Aku menutup mulut ku tidak percaya.
"Kenapa tante berbohong pada nya?" tanya ku.
"Karena aku tidak punya ayah untuk nya, Aku berbohong pada nya mengatakan bahwa orang tua nya sudah meninggal, aku juga bohong bilang kalau suami ku selingkuh dan kami bercerai, fakta nya aku tidak pernah menikah, maharani adalah anak yang tidak ku inginkan lahir ke dunia ini, aku takut dia malu punya ibu seperti ku. Aku dan leni telah mengecewakan orang tua kami. Kami sama sama tersesat dalam pergaulan bebas. Beda nya aku memutuskan pergi jauh, minggat dari rumah semenjak leni tetap bersama orang tua kami di kampung halaman. Aku anak yang durhaka. Aku bahkan terlalu malu untuk melihat wajah orang tua ku. Aku mendengar kabar leni meninggal saat melahirkan kamu, tapi aku tidak pulang, aku pulang ketika ibu kami meninggal. Itu pun hanya sebentar. Aku benar-benar menyesal, hingga saat ini aku terus melarikan diri. Aku terlalu malu untuk bertemu siapa pun. Hidup kami yang miskin, aku tidak mau menyusahkan mereka. Usia ku dan leni hanya beda 1 tahun , maka nya kami terlihat seperti seumur an dan wajah kami juga mirip, kadang orang mengira kami kembar. Bahkan kami hamil bersamaan. Leni jelas pelaku nya adalah papa mu, nah aku tidak jelas siapa ayah nya. karena aku tidak pacaran, aku hanya bersenang-senang dengan teman laki laki ku. Dan pada akhir aku hamil. Aku tidak tau harus meminta pertanggungjawaban dari siapa. Sungguh masa depan ku dan leni hancur saat itu. Kami putus sekolah. Aku kerja banting tulang untuk biaya persalinan ku sendiri. Aku kerja di diskotik , aku tidak ingin Maharani tau karena dia anak ku, aku takut dia malu punya ibu seperti ku, biar lah dia tau bahwa aku adalah tante nya saja" jelas tante sifa.
Aku terdiam.
__ADS_1
"Sudah lah, lupakan masa lalu, maafkan aku juga tidak membantu kalian waktu itu, aku sibuk cari pekerjaan, setelah sekian lama akhirnya aku bisa sukses seperti sekarang ini, aku ingin kita berkumpul lagi seperti dulu, meski Leni sudah tidak ada, setidaknya ada anak nya leni di sini, aku juga akan segera membawa Maharani, anak mu itu untuk kemari" ujar om rado.
"Jangan! jangan bilang pada nya ku adalah ibu nya, tolong rahasiakan saja" pinta Tante sifa.
"Tidak sifa! sampai kapan kau akan membohongi nya, sudah 18 tahun sifa, 18 tahun kebohongan mu itu, sudah saatnya dia tau!" bentak om rado.
Tante sifa menunda, ia khawatir Maharani akan malu punya ibu seperti diri nya.
"Jadi aku dan maharani sepupu?" tanya ku.
Tante sifa mengangguk.
"Anak dan istri ku ada di kampung halaman kita, rumah tua kita yang dulu sudah berubah sekarang. Aku sudah merenovasi nya, kamu pasti nyaman di sana" ajak rado.
"Aku tidak ingin kembali!" protes Tante sifa.
"Sifa! ada apa dengan mu, aku sudah sukses sekarang, aku tidak mungkin membiarkan mu hidup susah lagi, aku jamin tidak akan pernah ada orang yang menyakiti dan mencemooh mu, kamu juga bisa kerja di kantor ku, tidak perlu lagi kami kerja serabutan tidak jelas itu!" pekik om rado.
.......🌺🌺🌺.......
Maharani dan Yugo sedang berada di rumah pak rudi wijaya sekarang melaporkan penculikan lidya, mereka juga sudah melaporkan ke polisi.
Pak rudi jelas tidak tinggal diam, dia pun segera menyuruh anak buah nya bergerak untuk mencari ku.
"Siapa yang berani melawan ku seperti ini?!" pekik pak rudi.
__ADS_1
Yugo juga ikut membantu mencari.
"Harus nya aku dengar kan kata lidya saat itu, dia berkata akhir akhir ini ia seperti di awasi seorang pria tua, tapi dia tidak tau siapa pria tua itu, harus nya aku kasih pengawasan lebih " sesal pak rudi.