Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
Gagal.


__ADS_3

"Oh jadi kamu orang aneh yang tiba tiba nampar aku di depan umum itu, gila ya, bisa bisa nya aku berurusan lagi sama orang seperti mu" pekik james marah.


Ia sungguh malu atas kejadian itu.


"Em, maaf ya, saat itu saya salah orang" ucap sumiati merasa bersalah.


James memandang sumi tajam. Sumiati menunduk.


James masih marah dan membentak sumiati.


"Sudah, cukup, dia kan sudah minta maaf, kenapa harus di perpanjang lagi sih masalah nya, jangan lupa tujuan pertemuan ini" devan angkat bicara.


James tersenyum sinis.


"Baik lah, sudah aku putuskan aku tidak mau melepaskan villa yang kau inginkan itu, katakan pada ayah mu aku membatalkan nya" ujar james.


Sumiati langsung khawatir. Sumiati melirik ku dari kejauhan.


"Kenapa begitu, bukan kah kau sudah bilang pada papa ku, mau menjual nya?" protes Sumiati yang berakting sebagai diri mu.


Hebat juga akting nya, natural sekali.


"Tidak setelah aku tau ternyata anak nya adalah wanita menyebalkan yang menampar dan mempermalukan aku di depan umum" tegas james.


Sumiati lemas seketika. Ia takut pada ku jika sampai misi ini gagal.


"Maaf kan lah kesalahan ku yang telah lalu, tolong aku kali ini saja" ucap sumiati memohon.


"Motivasi apa engkau sangat tertarik untuk membeli lahan ku?" tanya james.


Sumiati lupa harus menjawab apa saat ditanya seperti ini.


"Em, suka ajja. Gak boleh??? Lagian aku yakin papa membayar sesuai bahkan lebih dari yang seharusnya" seru sumiati.


"Sombong sekali anda, semahal apa pun bayaran, jika aku gak mau menjual nya kamu bisa apa, jangan mentang-mentang kamu anak pak rudi wijaya bisa membeli segala nya" balas james sambil tersenyum sinis.


Haduh. Lidya pasti kecewa nih. Batin Sumiati.


Sumiati kehabisan kata kata.


Rencana mereka gagal total.


James justru malah membatalkan keputusan ingin menjualnya.


"Kamu bisa pergi sekarang, seperti nya urusan kita sudah selesai" ujar james. Mengusir secara halus.


Sumiati tertunduk.


Tanpa di sangka Sumiati lalu berdiri tiba tiba, menghentak meja dengan bar bar nya.


"Liat saja, kau pasti menyesali nya!!" pekik Sumiati.

__ADS_1


James pun ikut berdiri.


Sumiati lalu pindah duduk di lantai. Memohon agar james berubah pikiran.


Devan refleks menyuruh Sumiati jangan seperti itu.


Sumiati bersimpuh di hadapan james, ini demi bumil, batin Sumiati.


"Tolong jual villa itu, aku mohon" seru Sumiati mengiba.


James tersenyum sinis.


Pengunjung pun mulai melirik ke arah mereka.


James tidak peduli dan melangkah pergi tapi Sumiati menahan kaki nya.


"Tolong lah" ujar Sumiati sangat mendalami peran nya saat ini tapi aku sungguh tidak tega melihat nya sampai seperti itu.


Aku pun menghentikan semua sandiwara ini.


James menghempaskan kaki nya sehingga sumiati terpelanting ke ujung meja.


"Cukup!!! bangun sum, biar aku saja sendiri yang bicara, hey, aku lah orang yang ingin kau temui itu, aku lidya wijaya yang asli" jelas ku.


"Maaf yah lid, aku gagal" bisik Sumiati.


"Udah gpp kok, justru aku yang minta maaf sudah membuat mu berhadapan dengan orang kasar seperti ini" balas ku.


Aku meminta devan untuk membawa Sumiati menjauh dari james.


"Oh, ternyata kau anak nya pak rudi wijaya, kenapa suruh orang lain? kau takut berhadapan dengan ku?" seru james.


Aku tersenyum sinis.


"Tidak sama sekali" jawab ku.


James membalas senyuman sinis ku.


"Lantas, mengapa menyuruh orang lain?" tanya nya.


"Itu urusan ku, aku hanya ingin membeli lahan itu, kenapa harus menemui ku? apa bertemu dengan papa ku tidak cukup?" tanya ku balik.


"Aku tidak menyangka Yugo punya istri seperti mu, beruntung sekali yugo, punya mertua seperti pak rudi wijaya, ternyata bangkrut pun tidak membuat nya hidup susah" jawab james.


"Kau belum jawab pertanyaan ku" seru ku.


"Haha baik lah, aku ingin menemui mu karena aku pikir anak perempuan pak rudi masih single" jawab nya.


"Maksud mu apa? kau ingin mendapatkan anak nya? hahaha, sayang sekali, anak pak rudi wijaya sudah menikah" balas ku.


Patricia yang sedikit tau arti dari percakapan kami pun angkat bicara, ia protes karena james ingin mendekati wanita lain.

__ADS_1


James menenangkan patria dan berkata itu hanya sandiwara.


"Kau memang pria licik" seru ku.


Patricia tidak suka aku mengatai kekasih nya. Ia hendak membalas ku namun james menahan nya.


"Begitu kah cara mu agar aku luluh dan mau menjual lahan yang kau inginkan itu?" tanya james.


Apa aku harus berlemah lembut dengan manusia seperti james ini?


"Keinginan mu untuk bertemu dengan ku secara langsung sudah terwujud bukan? sekarang tepati janji mu ke papa ku untuk menjual villa itu" tegas ku.


James menatap ku tajam.


"Kau melakukan semua ini demi yugo?" tanya nya.


"Itu bukan urusan mu" jawab ku.


James tersenyum menyeringai.


"Aku tidak suka melihat nya bahagia, kasih sayang orang tua, segala nya untuk yugo, kenapa dia selalu beruntung, aku membencinya!!" pekik james dengan mata di selimuti amarah dan dendam.


"Aku tau mereka salah, bukan kah kau sudah berhasil membalas dendam mu dengan membuat mereka bangkrut dan jatuh miskin?" jawab ku.


James menggeleng.


"Aku belum selesai, aku akan mengambil semua dari nya, semua hal yang telah hilang dari ku" seru james.


Aku menggeleng kan kepala ku.


"Hentikan yoga, bagaimana pun buruk nya dia itu saudara mu" seru ku.


"Apa kau bilang, saudara? apa dia pernah menganggap ku saudara nya, kau tau sendiri siapa yugo kan, dengan segala kekerasan nya itu, kesombongan dan keangkuhan nya, aku tidak bisa menerima yugo hidup baik baik saja setelah aku terbuang jauh dari tanah kelahiran ku sendiri karena dia" james bertambah emosi.


Aku menghela nafas berat.


"Berani sekali kau menyebut nama itu, ku peringatkan kau, yoga sudah mati, aku James sekarang, dan aku bukan lah bagian dari keluarga mereka" bentak yoga.


"Yoga, mau kamu berkata apapun, mau kamu menolak sekeras apa pun, yugo tetap saudara kandung mu, aku tetap lah ipar mu, ada darah keluarga pak Erick mengalir dalam darah mu, jadi hentikan lah dendam mu itu, berdamai lah setidak nya untuk diri mu sendiri, menyimpan kebencian hanya menyiksa diri, membuat hidup tidak tenang, maaf jika perkataan ku ini salah di mata mu, aku hanya ingin kamu tidak melupakan mereka meski aku tau tidak mudah bagi mu setelah kejadian itu. Berat pasti tapi aku yakin kamu bisa berubah menjadi lebih baik lagi" nasehat ku.


James terdiam sesaat.


"Tenang kan lah diri mu dahulu, nanti kita bicara kan lagi masalah villa itu, aku harap kamu mau menjual nya" aku pun pamit dari sana dan berjalan menuju pintu keluar restoran.


Sumiati dan devan pun dari jauh mulai mendekati ku.


Tiba tiba saja james datang mendekati ku.


"Aku tidak butuh nasehat dari orang seperti mu" ujar nya, sembari sedikit mendorong ku dengan kasar.


Ternyata aku berada di ujung lantai di ruangan itu, di bawah ku ada tangga, aku pun terpeleset dan terguling jatuh dari tangga turun restauran menuju lantai dasar.

__ADS_1


Devan dan Sumiati panik.


"Lidya!!!!" pekik sumiati histeris, darah segar mengalir di pelipis ku.


__ADS_2