
Tidak banyak kelas hari ini. Aku pulang lebih awal dari biasa nya, tapi karena yugo tidak bisa cepat menjemput aku pun menyibukkan diri di perpustakaan sembari menunggu nya.
"Kamu gak pulang?" seru seseorang di belakang ku.
Aku menoleh.
"Kamu siapa?" tanya ku bingung karena wajah nya sangat asing bagi ku. Dan aku tidak pernah melihat nya.
Pria itu tersenyum.
"Kamu belum jawab pertanyaan ku" ujar nya.
Aku mendengus kesal.
"Kamu gak liat aku masih di sini berarti belum pulang lah" jawab ku.
"Iya kenapa belum pulang" tanya nya lagi.
"Bukan urusan mu" jawab ku.
"Haha baik lah, sebaik nya hati hati di jalan pulang nanti" seru nya.
"Ok" jawab ku singkat sembari melanjutkan membaca.
"Oh ya, aku belum jawab pertanyaan mu tadi yah, tentang aku siapa" seru nya.
"Aku kehilangan minat bertanya, jadi pergi lah" usir ku.
Pria itu tersenyum.
"Menarik" seru nya.
Aku berdiri karena risih berada di dekat pria aneh ini. Baru selangkah pergi.
"Aku devan, salam kenal" seru nya.
Aku tidak menjawab dan tetap melangkah kan kaki ku keluar dari perpustakaan.
"Eh lidya, kamu belum pulang juga. Temani aku ke toilet yuk. Aku takut" seru sumiati.
"Ini kan siang bolong, kok takut sih?" tanya ku.
"Ih kamu ini, emang nya gak pernah dengar desas desus cerita horor di kampus ini?" tanya sumi.
Aku menggeleng.
"Ih aku kebelet nih, tolong deh, sebentar saja" pinta nya sembari menarik tangan ku untuk mengikuti nya.
Cerita horor? apaan sih.
Akhirnya aku terpaksa menemani sumi ke toilet.
"Ah lega nya, makasih yah lid" seru nya setelah selesai buang air kecil.
"Iyaa, tapi nanti jangan takut lagi deh, masa setiap ke toilet harus di temani?" seru ku.
"Hehe, gimana ya, soal nya aku sudah dengar cerita horor nya sih, kebayang terus" seru nya.
"Cerita horor apaan?" tanya ku.
__ADS_1
"Kita ke kantin yuk. Lapar nih, kota cerita di sana saja" jawab nya.
Aku pun mengikuti nya.
Setelah memesan makanan kami duduk di sebuah meja di bagian tengah.
"Begini loh cerita nya. Konon jaman dulu itu ada yang bunuh diri di toilet wanita. Denger2 sih karena malu hamil di luar nikah. Usut punya usut ternyata dia hamil karena di perkosa seniornya, di gilir malah. Ih aku merinding nih, Astagfirullah" ucap sumiati bersemangat.
"Bunuh diri? kamu yakin bunuh diri?" tanya ku.
"Kata orang sih gitu" jawab nya.
"Cerita dari mana sih itu, terus pelaku nya kemana, sudah di dapat?" tanya ku.
"Kurang tau sih haha" tawa sumi.
Makanan pesanan nya sudah datang.
Nasi campur dan es teh manis.
Aku hanya memesan minuman karena tidak lapar.
"Terus horor nya di mana?" tanya ku.
"Pengalaman orang yang masuk toilet itu sering mendengar suara wanita menangis, kadang juga suara keran air yang hidup dan mati tiba tiba, dan lebih parah nya lagi ada yang melihat sosok wanita di toilet paling sudut. Sejak cerita itu beredar tidak ada yang berani memakai toilet di ujung itu" jelas sumi.
"Ah masa sih, aku sering pakai toilet di ujung tapi gak ada apa apa tuh" sergah ku.
Sumi hampir mengeluarkan nasi dari mulut mya karena terkejut.
Aku memberi nya air agar tidak tersedak.
"Iya, karena toilet itu paling bersih, ternyata karena jarang di pakai manusia haha. Bagus lah, itu toilet favorit ku" jawab ku.
"Seriusan kamu gak pernah dengar aneh aneh?" tanya sumi memastikan.
"Iya gak pernah, lagian ngapain takut sih, maka nya kemana mana baca doa. Sebelum masuk toilet kan juga ada doa nya" seru ku.
"Hehe iya sih bun" jawab sumi.
"Kampus udah sepi banget nih. Horor" ujar sumi sambil melirik sekitar.
Iya sih, yang ke kantin cuma kami berdua dan seorang pria di meja sudut sedang minum.
Pria yang di perpustakaan.
Dari jauh ia melihat ku sambil tersenyum.
Aku tidak membalas senyum nya dan bahkan menganggap nya tidak ada di sana.
"Lagi liatin apa?" tanya sumi.
"Gak ada kok" jawab ku.
Sumi menoleh ke arah mata ku memandang lalu lanjut makan.
"Kamu kan penakut tapi kok gak pulang lebih awal ajja?" seru ku.
"Belum di jemput, dan aku kebelet pipis tadi, syukur ketemu kamu" jawab nya.
__ADS_1
"Oh gitu" ucap ku.
"Kamu sendiri kenapa gak pulang?" tanya sumi.
"Sama seperti mu belum di jemput juga" jawab ku.
Sumiati sudah selesai makan. Kami berbincang-bincang sejenak sebelum jemputan sumi datang.
Sebuah motor tua datang. Seorang bapak bapak menunggu di depan gerbang.
"Nah itu bapak aku sudah datang, aku pamit duluan yah ,maaf gak bisa nemenin kamu" seru nya.
"Iya gpp" jawab ku.
Di jemput bapak pulang kuliah. Kasian sumiati, Kata nya motor di rumah mereka cuma 1 itu di pakai berangkat kerja sama bapak nya sekalian antar jemput Sumiati kuliah.
Aku duduk lagi melihat handphone ku.
Eh tunggu2. Ngapain juga aku menunggu yugo menjemput ku, aku kan bisa minta jemput supir. Astaga. Ada apa dengan ku.
Baru aku akan menghubungi supir mobil yugo sudah sampai di depan gerbang kampus dan langsung melaju masuk.
Aku berdiri dan segera mendekati tempat mobilnya terparkir.
"Maaf, lama nya menunggu?" seru yugo.
Aku menggeleng.
"Gak kok" jawab ku.
Aku memasang sabuk pengaman.
"Mau langsung pulang?" tanya nya.
Aku mengangguk.
Tangan kiri yugo mengambil tangan kiri ku dan menyemangat kan jemari nya.
Entah kenapa , sentuhan nya ini bagai tersengat listrik di tubuh ku, ada rasa yang aku tidak bisa ungkapkan nya. Aku memandang jemari kami yang bersatu. Entah kenapa detak jantung ku berpacu lebih cepat. Aku pernah berpegang seperti ini sama putra tapi kok rasa nya beda yah. Sama putra memang nyaman, kalau ini aku gak bisa bilang bagaimana. Inti nya wajah ku mulai merona dengan sendirinya.
"Nyetir yang benar. Bahaya" ku peringatkan dia.
"Iya iyaa" jawabnya sembari melepaskan genggaman tangan nya.
Tidak tidak. Aku gak mungkin suka sama dia secepat ini. Lidya, suka pun tak mengapa, dia kan suami mu. Hati kecil ku berkata.
"Kok diam, biasa nya bawel banget" seru yugo.
"Serba salah, diam salah, bawel salah, jutek salah" jawab ku.
"Haha bercanda sayang, jangan ngambek dong" seru Yugo.
Aku memalingkan wajah ku, gengsi banget jika dia melihat wajah ku merona akibat sentuhan nya tadi.
Malu? ngapain coba aku malu. Ih , astaga aku kenapa sih. Sadar lah, ini yugo pria yang menyebalkan.
"Kamu sakit? wajah nya merah gitu?" tanya yugo khawatir.
"Ah gak kok, cuma kepanasan ajja" seru ku.
__ADS_1
Cuaca di luar sana memang sangat panas tapi kan di dalam mobil dingin ada ac.