
Maaf yah telah up. Biasa lah... kerja kerja dan kerja di dunia nyata.
Hehe.
Lanjut? cekidot.
Perjalanan masih panjang, Dimas menyetel musik untuk meramaikan suasana.
Terdengar lagu Mahadewa Immortal love song mengalun, Dimas pun mengikuti lirik nya.
Lumayan juga suara nya. Hm kalo di pikir pikir dimas mirip dengan putra. Mulai dari nakal nya, hobby nyanyi nya dan perhatian nya.
......π΅π΅π΅......
"Tuhan pun tahu jikalau aku
Mencintai dirimu tak musnah oleh waktu
Hingga maut datang menjemputku
Kutetap menunggu kamu di lain waktu
Hingga apa pun akan kuberi
Untuk kamu, kamu, kamu
Dan takkan pernah aku meminta
Balasan semua, semua, semua
Tuhan pun tahu jikalau aku
Mencintai dirimu tak musnah oleh waktu
Hingga maut datang menjemputku
Ku tetap menunggu kamu di lain waktu"
......π΅π΅π΅......
Setelah lama nya perjalanan kami pun sampai di rumah Dimas.
"Mau singgah dulu istrirahat?" tawar Dimas. Tapi tanpa menunggu jawaban ku Dimas langsung menarik lengan ku untuk turun dari mobil dan mengajak masuk ke dalam rumah.
Mau tidak mau putra pun ikut masuk.
Kebetulan aku dan putra sangat lelah selepas perjalanan jauh. Baru duduk sekejap aku langsung terlelap di sofa ruang tamu.
Dimas tidak tega membangunkan ku, padahal ia ingin mengajak makan.
Putra pun terlihat sangat lelah.
Dimas mengambil kan bantal untuk kami.
"Tidur saja imut" seru Dimas sambil terus menatap wajah ku yang terlelap.
Dimas hendak memasangkan bantal di kepala ku tapi di tahan putra.
"Biar aku saja" seru nya
__ADS_1
Dimas pun memberikan bantal itu ke putra.
Putra mengangkat sedikit kepala ku dan mengganjalnya dengan bantal.
"Dimas" panggil putra lirih.
"Iya kenapa?" jawab Dimas bingung.
"Aku gak tau harus percaya sama siapa, aku harap kau tidak mengecewakan ku" seru putra
"Maksud nya?" tanya Dimas bingung.
"Jagain Lidya, janji" ujar putra.
Dimas menatap putra. Lalu mengangguk.
"Iya janji, tapi kenapa kamu tiba tiba ngomong begitu, memang nya kamu mau kemana?" tanya Dimas penasaran.
"Gak kemana mana sih, cuma nanti aku rencana kuliah di luar negeri, impian ku sejak lama" jawab putra.
"Lah Masi lama kan. Kita ajja baru kelas 2 SMA" seru Dimas.
"Iya sih, satu tahun lagi, tapi kan kami ketemu di rumah ajja, sekolah kami beda, Maka nya aku suruh kamu jagain dia" seru putra.
"Hem, baik lah" jawab Dimas.
Obrolan mereka terhenti karena mu terbangun.
"Berisik, bahas apa sih" ujar ku.
"Bahas makanan, yuk bangun makan dulu baru lanjut istirahat nya" ajak Dimas.
Mereka pun mengangguk.
......πΊπΊπΊ......
Menjelang malam.
"Kami pamit yah dim, maaf merepotkan" seru ku.
"Ah gak kok, justru aku yang makasi karena sudah di antar pulang" seru Dimas.
Aku pun masuk ke dalam mobil.
Putra segera membawa mobil nya.
Sepanjang jalan aku perhatikan putra.
"Kamu kenapa sih put, tuh mimisan lagi?" seru ku.
"Ah, cuma kecapean ajja ini. Bayangkan deh akan mengendarai mobil 8 jam bolak balik" jawab putra sambil menyeka mimisan nya.
"Aku khawatir tau, kan pulang tadi Dimas yang bantu bawa mobil nya?" seru ku.
"Iya itu aku yang minta karena aku lelah" jawab putra.
"Aku tidak akan memaafkan mu jika kau menyembunyikan sesuatu dari ku, aku gak mau kamu kenapa kenapa" protes ku.
"Ya elah, kagak percayaan banget sih, harus kah kita ke dokter untuk membuktikan bahwa aku baik baik saja" seru putra
__ADS_1
"Iya harus, sekarang!" ujar ku.
"Ok" putra memutar mobil menuju klinik terdekat.
Sesampai nya di sana. Mereka mengambil nomer antrian. Syukur belum terlalu banyak yang mengantri untuk berobat.
Setelah menunggu sekitar Setengah jam akhir nya nama putra pun di panggil.
Aku dan putra masuk ke dalam ruang periksa.
"Ada keluhan apa dek?" tanya dokter.
"Sering mimisan kalo kecapean dokter, apa itu normal?" tanya putra.
"Sebentar ya, saya periksa dulu" ujar dokter sambil membimbing putra ke sebuah kursi yang penerangan nya cukup baik untuk di periksa lebih lanjut.
Aku hanya bisa melihat putra di periksa tepat di depan ku.
Mimisan karena Lelah Bukan Kondisi Serius, Benarkah?
Setelah selesai di periksa dokter pun menjelaskan.
"Mimisan adalah kondisi ketika ada darah yang keluar dari lubang hidung, karena pecahnya pembuluh darah di dalam hidung. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai hal. Salah satunya adalah kelelahan. Mimisan karena kelelahan umumnya terjadi pada anak-anak, karena pembuluh darahnya yang relatif lemah.
Ketika ia melakukan aktivitas yang berlebihan dan mengalami kelelahan, pembuluh darah yang lemah itu akan menegang dan akhirnya pecah. Namun, mimisan karena kelelahan juga bisa terjadi pada orang dewasa. Meski pada umumnya mimisan bukanlah kondisi kesehatan yang serius, kamu tetap perlu mewaspadainya. Jika mimisan terjadi terlalu sering, bisa jadi itu tanda gangguan kesehatan tertentu.
Berbagai Hal yang Sebabkan Mimisan
Seperti telah dijelaskan tadi, bahwa penyebab terjadinya mimisan adalah menegang dan pecahnya pembuluh darah di hidung. Selain karena kelelahan, kondisi ini juga dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti:
Udara Kering
Mimisan karena udara kering adalah hal yang cukup mungkin terjadi. Terutama pada daerah dengan iklim dingin, ketika banyak terjadi infeksi saluran pernapasan atas dan ketika suhu serta kelembapan naik turun secara drastis. Perubahan suhu dari lingkungan luar yang dingin ke dalam rumah yang lebih hangat dan kering akan membuat hidung rentan terhadap perdarahan, akibat lapisan hidung yang berubah menjadi kering hingga retak dan berdarah.
Cedera Hidung
Mimisan karena cedera dapat terjadi karena benturan yang membuat pembuluh darah di lubang hidung rusak, hingga akhirnya pecah dan berdarah. Penyebab mimisan yang satu ini juga bisa terjadi pada anak saat menggaruk dan mengorek hidung mereka. Namun pada orang dewasa, kebiasaan menggaruk hidung yang gatal juga bisa membuat hidung terluka, sehingga tanpa disadari hidung akan berdarah" Jelas dokter.
Sumber: halodoc.
"Jadi inti nya putra kenapa dok?" Tanya ku.
"Dia hanya kelelahan, pembuluh darah nya lemah, jadi wajar saja pasien mimisan saat kelelahan, banyak istirahat, jangan terlalu di paksa melakukan kerja berat" jelas dokter.
"Oh baik lah dokter, terima kasih penjelasan nya" ujar ku.
Dokter memberi solusi dan beberapa suplemen kesehatan.
"Tuh kan, udah ku bilang baik baik saja, sejak kecil memang hidung ku lemah, aku gak suka di buli maka nya aku belajar bela diri" jelas putra.
"Iya iya, yuk balik, rindu banget sama kamar ku" ajak ku.
__ADS_1
"Sip tuan putri" kata putra sambil kami berjalan menuju mobil.
Sesampai nya di rumah papa dan Tante Mona sudah menyambut kami di ruang tamu.