
Yugo berkali kali menghubungi Feby. Setelah seharian Feby baru merespon telepon dari nya.
"Kamu kemana ajja sayang, kok susah di hubungi?" tanya Yugo khawatir.
"Gak kebalikannya? kamu yang susah di hubungi!" bentak Feby.
"Maaf sayang kemarin handphone aku harus hilang" jawab Yugo.
Feby tersenyum kecut.
"Bohong, ada seorang wanita yang mengangkat telepon ku dari ponsel mu, siapa dia?!" tanya Feby dengan nada tinggi.
"Aku bisa jelasin sayang, aku juga gak kenal dia siapa, dia yang menemukan handphone ku yang hilang, pliss jangan salah paham" seru Yugo merayu.
"Bohong, baru sebentar LDR kamu sudah berani selingkuh?!" pekik nya sembari mulai terisak.
"Astaga ,aku gak selingkuh sayang, kita udah 4 tahun pacaran, dan aku gak pernah berpaling dari mu" ujar Yugo.
Terdengar isakan tangis Feby. Ia tidak percaya pada Yugo dan menutup telepon nya.
"Brengsek si bocah, berani beraninya dia angkat telepon dari Feby!!" umpat Yugo marah.
......🌺🌺🌺......
Tanpa sepengetahuan papa, aku mendaftar kuliah jurusan hukum.
Aku tidak peduli jikalau nanti dia akan marah. Ini hidup ku, ini pilihan ku.
Dengan nilai ujian yang bagus aku bisa masuk di mana saja aku mau. Bahkan melalui jalur undangan, jadi aku tidak perlu ikut test lagi. Ah syukur lah.
Putra pasti sedang sibuk sekarang. Tidak mengapa kami terpisah dulu, semoga dia baik baik di sana.
......🌺🌺🌺......
Malam ini aku mau shopping, sudah lama sekali rasa nya tidak memanjakan diri.
Aku menatap keluar kaca mobil ku. Menyipitkan mata ku untuk melihat dengan jelas siapa yang keluar dari balik sebuah apotik.
Aku tidak sengaja melihat nya.
Tante Sifa. Apa yang dia lakukan di sini?
Aku tidak bermaksud membuntuti nya tapi mobil ku berjalan membuntuti nya.
Dan sampai lah aku ke depan sebuah diskotik.
Sudah selarut ini, sebaik nya aku pulang. Apa yang akan dilakukan Tante Sifa bukan urusan ku.
Baru saja aku hendak memundurkan mobil ku untuk putar balik, sesuatu terdengar seperti tertabrak di belakang mobil ku.
Ada apa di sana?
Aku segera turun dari mobil dan melihat nya.
Huft ternyata bukan karena mobil ku.
Seorang anak kecil menjatuhkan kotak jualan nya di lantai.
Anak kecil itu sangat kotor.
"Dek, sudah malam begini ,sebaik nya kamu pulang, besok lagi yah jualan nya" seru ku.
Anak itu menggeleng.
__ADS_1
"Aku lapar kak, seharian dagangan ku belum laku" ujar nya.
Huft, aku tidak bisa melihat hal seperti ini.
"Emang berapa harga semua dagangan mu ini?" tanya ku.
"200 ribu kak" jawab nya.
Aku mengeluarkan uang 100 ribuan 2 lembar dari dompet ku.
"Nih ,kakak beli semua yah, pulang lah beli kan makanan" seru ku sembari mengambil jualan nya.
"Makasi banyak kak. Tapi kok minuman nya cuma di ambil 1 botol?" tanya nya bingung.
"Kamu bisa tolong kakak gak?" tanya ku.
"Tolong apa kak?" tanya nya balik.
"Bagikan minuman itu sama orang di jalan, makasih yah" jawab ku.
"Bisa kak, makasih banyak kak" jawab nya.
Terserah dia jujur atau tidak, tugas ku sudah selesai. Aku lalu menatap diskotik yang ada di hadapan ku.
Aku jadi penasaran ingin masuk.
Bukan untuk meminum minuman keras atau semacam nya tapi penasaran dengan Tante Sifa.
Aku mengambil masker yang ada di dalam mobil ku, dan memakai topi.
Seorang penjaga meminta untuk memperlihatkan KTP ku, setelah melihat nya mereka mengijinkan ku masuk.
Ramai sekali di dalam sana, bising. Bola mata ku berputar mencari sosok Tante Sifa.
Sesampai di toilet aku bertemu Tante Sifa. Aku pura pura tidak mengenali nya.
Tante Sifa sibuk menghapus makeup menor nya dan berganti dengan makeup segar yang sesuai usia nya, muda dan cantik, Aku pura pura mencuci tangan.
Syukur Tante Sifa tidak curiga.
Ia juga berganti pakaian seksi khas pelayan bar.
Tante Sifa kerja di sini? bukan nya di toko?
Selesai make up Tante Sifa pun keluar.
Aku mengambil kacamata di dalam tas ku. Ku pakai untuk menyamar lebih maksimal.
Aku pun ikut keluar ,pura pura pesan minum.
Aku duduk dan memesan minuman soft drink.
Mata ku tidak lepas memandang Tante Sifa.
"Hay" sapa seseorang tiba tiba dari belakang ku.
Aku terkejut bukan main.
Aku pun menoleh.
"Siapa?" tanya ku bingung.
"Eh maaf, gue salah orang" ujar nya sedikit mabuk.
__ADS_1
Huft, hampir saja jantung ku copot.
Aku pun meminum soft drink yang aku pesan.
Ramai muda mudi berjoget ria mengikuti alunan musik di diskotik itu.
Aku juga melihat tingkah mesum muda mudi di balik keremangan cahaya lampu kelap kelip.
Seseorang menepuk pundak ku dari belakang.
"Sedang apa kamu di sini?" tanya nya.
Aku tidak menjawab. Lidah ku Kelu, seperti nya aku ketahuan sedang mengawasi nya.
Tante Sifa membuka topi dan masker ku.
"Lidya" ujar nya lagi.
"Ini kan tempat umum Tante, memang nya ada larangan? aku kan sudah lulus sekolah, sudah boleh ke tempat seperti ini" jawab ku.
Tante Sifa tertawa.
"Haha iya benar juga" seru nya, senyum nya berubah menjadi sinis.
"Jangan beri tahu Maharani tentang aku di sini, aku tidak akan pernah memaafkan mu" bisik nya sembari pergi.
"Tapi Tante, apa sebenarnya yang terjadi sama Tante?" tanya ku memberanikan diri.
Tante Sifa mendekati ku.
Memegang wajah ku.
"Sebaik nya kamu tidak mengetahui apa pun, pulang lah" ujar nya.
"Aku tidak mau. Aku punya hak untuk tetap di sini" protes ku.
"Di sini bahaya Lidya, kau tidak takut? pulang lah!" bentak nya.
Seorang om om pun mendatangi kami.
"Ada apa sayang kok lama sekali membawakan minuman nya, ini siapa?" tanya om itu.
"Eh ,ini anak ku" jawab nya ngasal.
"Wah pantas saja cantik dan mulus sekali seperti kamu sayang" seru om om itu sembari meraba kulit tangan Tante Sifa.
Aku menatap jijik ke arah om genit itu.
Refleks tangan ku mendorong om itu menjauh dari Tante Sifa. Om itu marah dan hendak menyakiti.
"Pak, maaf, jangan marah, dia baru ke tempat seperti ini, maklumi ajja yah, kembali lah ke sana, nanti aku segera menyusul" seru Tante Sifa ke om itu.
Tante Sifa menarik tangan ku.
"Apa yang kau lakukan Lidya, jika dia marah dia bisa saja membunuh' mu" ujar nya.
"Tante kan di sini pelayan, dia sudah tidak sopan sama Tante tadi!" protes ku.
"Pulang lah, di sini tidak aman" rayu Tante Sifa.
"Tapi janji nanti cerita kan kebenaran nya, karena yang aku tau Tante nya Maharani kerja di toko baju" pekik ku.
Tante Sifa segera mengangguk cepat.
__ADS_1
"Iya, Tante janji, tapi gak bisa sekarang" jawab Tante Sifa sembari membimbing ku untuk segera keluar dari tempat itu.