
Langkah ku terseok berlari mencari pertolongan karena punggung ku sempat sakit kena lemparan gelas tadi.
Aku melihat papa, baru saja hendak berteriak seseorang menutup mulut ku dengan tangan nya. Aku menoleh dan melihat Aldi dengan kepala bersimbah darah karena aku memukuli nya dengan vas bunga tadi.
Aku menggigit tangan nya dan berlari kabur menuju ke arah papa.
"Pah!" panggil ku.
Papa menoleh mencari sumber suara tapi tidak melihat ku.
Aldi tersenyum senang, baru saja ia akan menangkap ku lagi seorang pria lain muncul, mendekap Aldi.
Yugo? kenapa dia ada di sini?
Mendapat kesempatan kabur aku langsung berlari memeluk papa.
Papa terkejut melihat ku berhamburan memeluk nya dan menangis.
"Ada apa?" tanya papa bingung.
"Aldi pah, Aldi" seru ku sambil terisak.
"Iya, Aldi nya kenapa?" tanya papa lagi.
"Aldi jahat, dia baru saja mau memperkosa aku!" pekik ku ketakutan.
Papa terkejut dan langsung berdiri dari duduk nya.
"Benar kah!" papa mulai mengepal tangan nya.
Tante dan semua orang di rumah itu pun heboh saat mengetahui nya.
Opa memanggil Aldi dan di sidang di ruang tengah rumah Oma.
"Aldi!!" apa benar yang Lidya katakan?" tanya Opa geram.
"Kalian percaya? aku korban, dia memukul ku, lihat lah aku kepala ku terluka sedangkan dia tidak kenapa kenapa" bantah Aldi.
"Itu karena kamu memaksa ku, aku hanya membela diri, dasar licik!" pekik ku.
"Jadi kamu tidak mau mengakui nya Aldi?!" ujar opa mulai emosi.
Aldo diam dengan senyum aneh yang tidak bisa ku arti kan.
"Mana ada maling mau mengaku" ujar Yugo tiba tiba.
Semua mata tertuju pada nya sekarang.
"Pria tampan dari mana ini?" bisik Tante tata.
"Kurang tau, seperti nya kerabat dekat si Rudi, mereka datang sekeluarga" jawab Tante Ratna.
Aldi menatap sinis ke arah Yugo.
Aku benci mereka berdua tapi kenapa Yugo mau menolong ku?
__ADS_1
"Akhir bersaksi, orang ini masuk ke dalam kamar wanita ini diam diam" ujar Yugo.
Yugo formal sekali bahkan tidak tau cara menyebut nama ku? atau dia tidak tau nama ku?
Aldo terlihat panik.
"Bohong, aku hanya lewat" bantah Aldi.
"Ini bukti nya, sejak awal aku curiga dengan gelagat orang ini, jadi aku rekam buat jaga jaga" jelas yugo sambil memperhatikan video Yugo yang menyelinap masuk ke kamar tamu tempat ku tidur.
Kejadian di dalam selebihnya hanya aku yang tau.
"Jika kau curiga kepada ku kenapa kau tidak langsung masuk untuk mencegah nya?" tanya Aldi.
Yugo tersenyum.
"Jadi sekarang kau mengakui kesalahan mu? kau meminta ku untuk mencegah perbuatan bejat mu?" tanya Yugo balik.
Seperti nya Aldi salah kata, ia terjebak dalam pertanyaan nya sendiri.
"Sudah jelas Aldi, yang kau lakukan itu kriminal! minta maaf ke Lidya!" pekik opa.
"Tidak! aku tidak perlu kata permintaan maaf, aku mau anak ini di penjara biar kapok, gak menutup kemungkinan dia akan mengulangi lagi!" tegas papa.
Orang tua Aldi segera berdiri membela anak nya.
"Rudi! kita bisa selesai kan ini secara kekeluargaan!" pekik om Pras, sepupu papa, ayah nya Aldi.
"Kekeluargaan kata mu! anak mu mau memperkosa anak ku, kau bilang kekeluargaan?! jika anak gadis mu di perlakukan seperti itu apa kau diam saja!!!" bentak papa.
Yugo melerai mereka karena jika tidak mungkin saja Aldi mati di tangan ayah nya.
Aldi sudah pingsan di pukul ayah nya.
"Sudah puas!!!" pekik om Pras pada papa.
"Aku tidak menginginkan anak mu itu kau pukul, aku hanya ingin memenjarakan anak mu" balas papa.
Suasana rumah duka jadi gaduh gara gara hal ini.
Om eric dan istri nya hanya terdiam am di sudut. Mereka datang melayat ke rumah duka karena papa mengabari mereka. Tapi aku tidak melihat Dimas. Mungkin sibuk kuliah dan tidak bisa ikut ke Jakarta.
"Yugo panggil polisi sekarang" teriak papa.
Mama nya Aldi segera bersimpuh dan kaki papa untuk memaafkan anak nya.
"Tolong maafkan anak ku, jangan di laporkan, aku mohon rudi" pinta nya. Mama dan ayah nya Aldi lebih tua dari papa.
Papa terlihat berpikir,ia merasa iba dengan orang tua nya tapi kelakuan anak nya meresahkan.
Papa ikut duduk bersimpuh di hadapan mama nya Aldi.
"Maafkan aku, aku tidak ada pilihan lain, ini yang terbaik untuk semua" ujar papa.
Mama nya Aldi lalu menangis.
__ADS_1
Yugo dengan sigap menelpon kantor polisi melaporkan tindak kriminal pelecehan seksual yang Aldi lakukan.
Tidak lama kemudian Aldi sadar dari pingsan nya, polisi datang dan langsung menangkap nya.
Mama Aldi hanya bisa menangis melepas kepergian anak nya menuju kantor polisi untuk di interogasi lebih lanjut.
Papa sangat lega.
Om Pras mulai menunjukkan sikap tidak suka nya ke papa, papa tidak masalah, justru seharusnya papa yang membenci kelakuan mereka.
Papa menepuk pundak Yugo
"Makasi yah yugo" seru papa.
Yugo tersenyum.
"Sama sama om" jawab nya singkat.
Keluarga lain mulai bubar lagi sibuk untuk pengajian nanti malam di rumah Oma.
"Maaf yah pak Rudi, kami terlambat, jadi beliau sudah di makam kan?" tanya om Eric.
"Iya gpp, sudah tadi baru saja, sekitar jam 1 selepas Dzuhur" jawab papa.
Yugo mendekati ku.
"Kamu gak kenapa kenapa?" tanya nya.
"Iya" jawab ku singkat.
"Jangan ge er, aku hanya tidak suka melihat laki laki seperti itu" bisik nya.
"Kenapa aku harus ge er?" bantah ku.
"Hahaha, iya juga ya, siapa tau ajja kamu terkesima melihat karisma ku", ujar nya.
Aku menggeleng pelan.
"Dimas mana? gak ikut?" tanya ku.
"Dia sibuk kuliah" jawab nya.
"Sebaik nya kita segera menikahkan mereka biar ada yang menjaga anak mu" ujar om Eric sambil melirik kami yang sedang duduk berdua ngobrol. Padahal obrolan kami tidak seperti yang mereka bayangkan.
Papa mengangguk setuju.
"Benar kata mu, mari kita atur setelah 40 hari pengajian di sini" ujar papa pada om Eric.
Mereka bertiga lalu menatap kami yang berada di sudut ruang sambil tersenyum senang.
"Semoga lancar semua nya, seperti nya kita harus urus semua nya diam diam, aku takut mereka akan berontak jika tau, jadi nanti ketika mereka akan menikah saja baru kita beri tau" ujar om eric.
"Aku ikut mana baik nya saja" jawab papa.
Karena lelah aku kembali ke kamar tamu untuk beristirahat.
__ADS_1