
Maafkan kemarin ada kesalahan teknis.
Author juga bingung kenapa teks nya terkirim 2 kali?
Sudah author hapus episode yang terulang, jika masih ada, author gak tau lagi deh cara hapus nya bagaimana.
Syukur banyak yang coment jadi langsung sadar. Hehe.
Jangan segan coment yah jika ada yang aneh. Terima kasih juga berkat coment dari kalian pembaca yang teliti, Author jadi bisa revisi kesalahan kesalahan. π Love u All.
Author.
......πΊπΊπΊ......
Lanjut.
"Clara?" seru putra ragu.
Clara mengangguk.
"Oh iya , nek, itu kue untuk nenek, maaf yah hampir jatuh kue nya tadi, syukur ada kamu yang menangkap nya, makasih" seru Clara ke nenek dan ke arah ku.
"Makasi yah ra, duh repot repot, tau ajja nenek kedatangan tamu" ujar nenek.
Nenek mempersilahkan Clara untuk duduk dan mengambil cangkir, karena masih banyak teh melati di teko untuk kami.
Aku duduk sejenak sambil main ponsel ku.
Clara meraih cangkir dari nenek.
Sesekali ku perhatikan sosok Clara di hadapan ku. Ia duduk di samping putra tapi ada jarak di antara mereka. Sekitar 1 meter. Seperti nya Clara menjaga tubuh nya agar tidak dekat dengan yang bukan muhrim, pikir ku.
Cantik dengan hijab nya,Batin ku.
Aku berpura pura bermain ponsel lagi.
"Sudah lama sekali kamu gak berkunjung kesini" ujar Clara.
"Iya, hehe, maaf" jawab putra.
"Kamu balik lagi ke kota ini atau bagaimana?" tanya Clara.
"Aku hanya liburan sekolah. Besok udah balik lagi ke sana" jawab putra.
"Kok cepat sekali, sekolah sepi tanpa kamu" seru Clara.
"Haha iya, sepi karena si pembuat onar di sekolah udah pergi, dah lah Ra, aku udah tenang sekarang di sekolah baru ku" jawab putra.
"Oh iya , dia siapa put?" tanya Clara.
Aku masih sibuk dengan handphone ku.
__ADS_1
"Saudara tiri ku" jawab putra.
"Oh, huft, aku pikir kamu bawa calon. Haha, seorang putra kan susah di raih, banyak cewe kena ghosting ajja sama kamu" seru Clara.
"Aku gak pernah ghosting siapa pun, mereka ajja yang ge er, baru di tolong dikit udah suka, serba salah jadi nya, gak di tolong kasihan, di tolong malah salah paham" sergah putra
"Haha iya iya bener tuh, sampai sekarang Tini masih menunggu kamu loh, haha" seru Clara.
"Lidya, main hp mulu, nih, kenalin Teman aku dari kecil sampai Sekolah di MAN" ujar putra.
"Eh iya, Aku Lidya Wijaya" seru ku sambil menyodorkan tangan ku.
"Aku kenik Clara, di panggil Clara" jawab nya sambil menyambut salaman tangan ku.
Kami sama sama tersenyum.
"Teman sejak kecil?" batin ku.
Berarti mereka sangat dekat dong. Karena udah kenal sejak kecil.
"Sejak kecil nya sebelum SD?" tanya ku pada mereka.
"Gak, abis lahir kami udah kenal, wkwkwk" canda putra.
Aku langsung cemberut.
"Serius putraaa" seru ku.
"Sejak kecil, Umur 5, tahun kami udah sering main bareng, karena orang tua kami saling kenal, dan aku sejak dulu tetanggaan sama nenek nya putra. Saking dekat nya kami, di mana pun banyak yang mengira kami pacaran. putra memang selalu ada untuk aku, dia selalu melindungi ku.
Sejak SD kami sekolah samaan sampai SMA.
Tapi semenjak orang tua putra bercerai, putra sudah tidak pernah berkunjung lagi kesini, putra yang baik jadi nakal di sekolah, ia jadi suka melawan guru dan jadi sosok yang dingin dan menyebalkan.
Aku pun kena dampak dari perubahan putra, aku sedih karena putra berubah, apa lagi setelah putra dikeluarkan dari sekolah, dan pergi entah kemana tanpa kabar apa pun. Maka nya aku terkejut melihat nya ada disini, aku gak nyangka" jelas Clara.
Putra tertawa mendengar nya.
Clara mengajak putra ke rumah nya, sebelum besok putra balik lagi ke kota ku.
"Aku pamit sebentar yah ke sebelah, maaf, kamu sama nenek ajja dulu" seru putra.
"Ok" Jawab ku singkat.
Putra dan Clara pun berjalan ke rumah di sebelah.
"Assalamualaikum om, Tante" seru putra.
"Wa'alaikumsalam salam, wah ada nak putra, sudah lama sekali tidak main kesini, apa kabar putra?" tanya om haris.
"Alhamdulillah baik om, bagaimana dengan om sekeluarga?" tanya putra.
__ADS_1
"Alhamdulillah baik juga, bagaimana kabar bapak mu put? Om sedih mendengar nya" tanya om haris lagi.
"Bapak masih di rumah sakit om, sakit nya parah" jawab putra.
"Astagfirullah, semoga bapak kamu lekas pulih ya" seru om haris, teman nya bapak.
"Makin ganteng ajja kamu yah put" seru Tante Nuni.
"Hehe, bisa ajja Tante ini" jawab putra.
Clara keluar membawa nampan berisi 4 cangkir teh hangat dan kue buatan bolu mereka.
"Mana yudo om?" tanya putra.
Yudo adalah kakak nya Clara, yudo sudah kuliah semester 3. Putra juga akrab dulu dengan Yudo.
"Sedang jalan keluar bersama teman teman kuliah nya,biasa anak muda" jawab pak Haris.
"Oh ,titip salam saja sama dia yah om, maaf tidak bisa berlama lama, soal nya aku harus balik besok ke kota x" seru putra.
"Di minum dulu dong teh nya" protes Clara
"Iya iyaa" jawab putra. Ia pun minum teh nya hingga habis dan makan kue bolu itu. Bolu khas yang selalu ada di rumah Clara sejak dulu. Putra rindu sekali kue buatan Tante Nuni. Enak banget, lembut.
"Ah rindu nya makan kue buatan Tante Nuni, enak, lembut, masih sama seperti dulu" puji putra.
Tante Nuni merasa tersanjung.
"Ah bisa ajja" jawab Tante Nuni sambil menepuk pundak suami nya.
"Jangan lupa balik ke sini lagi yah, kalo sudah dewasa, jemput si Clara tuh, om suka nya sama kamu, karena om sudah lama kenal kamu nak, jadi lah menantu om." ujar om haris.
"Ayah!!!" pekik Clara malu. Ia menyembunyikan Wajah nya yang merona.
"Aku gak bisa janji om, lagian kami masih anak anak sekolahan, belum terpikirkan untuk itu. Jangan menunggu ku, insya Allah aku akan kuliah di luar negeri, bisa saja Clara cepat mendapat jodoh setelah lulus sekolah. Jadi siapa pun lelaki baik terima saja om" saran putra.
"Hahaha iya iya ,om tau kalian masih anak anak, kan om bilang nanti jika kalian sudah dewasa nak, tapi terserah kalian sih, om tidak memaksa" jelas om haris.
Setelah ngobrol panjang, putra pamit untuk pulang, kami harus packing untuk balik besok.
Baru selangkah keluar dari rumah nenek Clara mengejar kami.
"Ini kue buat bekal besok di perhatikan, dan itu nomer WhatsApp aku yah, jangan hilang kabar lagi" ujar Clara.
"Oh, makasih yah" balas putra sambil menerima nya.
"Hati hati ya" seru Clara.
Putra mengangguk sambil melambaikan tangan ke nenek dan Clara.
"Titip nenek ku yah ra, maaf merepotkan. Nenek cantik ku, putra pergi yah, l Love u nenek" teriak putra.
__ADS_1
Membuat om haris dan Tante Nuni tertawa mendengar nya.
Nenek dan Clara tertawa mendengar candaan putra. Mereka melambaikan tangan nya melepas kepergian putra.