
Semester akhir kuliah, Aku sedang sibuk mengurus skripsi ku, sebentar lagi kuliah ku akan selesai.
Aku duduk di salah satu cafe, tatapan ku tidak lepas dari laptop yang ada di hadapan ku. Sesekali aku minum ice cokelat favorit ku.
Tiba tiba telepon ku berdering.
Nomor tidak di kenal.
Siapa ya? batin ku.
Aku mengangkat telepon itu.
"Assalamualaikum, hallo dengan siapa?" tanya ku.
"Walaikumsalam. Ini om rado, lidya apa kabar nih keponakan nya om?" tanya om rado.
Aku terdiam sesaat.
"Alhamdulillah baik om, kalo om bagaimana?" tanya ku balik.
"Om juga baik baik saja, Alhamdulillah, begini nak, om sudah dengar tentang kamu dari Maharani. Bisa kita bertemu?" tanya om rado.
"Hmm, apa om gak kecewa sama aku Lantara dulu aku lebih memilih papa dari pada om?" tanya ku hati hati.
"Tidak sama sekali, wajar seorang anak memilih hidup bersama papa nya yah meskipun aku tau watak rudi itu seperti apa, tapi kamu tetap keponakan nya om jadi nanti kabari saja kapan bisa ketemu sama om" ujar om rado.
"Baik om, nanti aku kabari" jawab ku.
"Sedang sibuk yah?" tanya om.
"Lumayan tapi ada ajja kok waktu senggang" jawab ku.
"Ohh baik lah, jangan lupa kabari, om gak lama di sini, cuma mampir perjalanan bisnis, minggu depan om udah balik ke kampung" jawab om rado.
"Baik lah om, terima kasih" seru ku.
"Sama sama, Assalamualaikum" ucap nya.
"Wa'alaikumsalam" jawab ku.
Ku letakkan ponsel ke meja.
Kembali aku di sibukkan dengan kerjaan ku. Arrgh. Rasa nya otak ku lelah sekali.
Perasaan sudah cukup lama aku bertemu Maharani waktu itu kenapa om rado baru menghubungi aku? ah mungkin beliau sibuk.
"Hay" sapa seseorang yang langsung duduk di hadapan ku.
__ADS_1
"Ah, aku pikir siapa" jawab ku.
"Haha, sok sibuk banget sih" protes nya.
"Memang sibuk kali, dari mana?" tanya ku.
"Biasa lah, aku kan orang yang sibuk juga, bukan kamu ajja" jawab nya.
"Iya lah itu" jawab ku singkat dan masih mengerjakan tugas akhir ku ini.
Putra mengganggu ku.
"Ih putra, kalo datang cuma ingin mengganggu kamu pergi ajja sana!!" pekik ku kesal.
"Haha, ngambek nih, gak terasa yah waktu berlalu begitu cepat,, seperti baru kemarin deh kita masih duduk di bangku SMA, sekarang udah mau kelar ajja nih kuliah nya" seru putra.
"Hm iya. Waktu berjalan , kita gak mungkin muda terus kan" jawab ku.
Aku menguap, rasa nya ngantuk sekali.
"Ngantuk? istirahat ajja. Nanti di lanjutkan" ujar putra.
"Ah ,gak, ini harus segera selesai, saat ini aku tidak bisa bersantai" jawab ku.
......🌺🌺🌺......
Aku duduk berhadapan dengan beliau.
"Maafkan om baru sempat menemui mu lagi, sebenarnya om tidak suka dengan yugo karena dia adalah pilihan papa mu tapi melihat mu di perlakukan seperti ini, ketika yugo jatuh miskin seperti nyaa masalah bukan ada di yugo tapi pada si rudi itu. Sudah aku bilang dia tidak akan bisa berubah baik seperti saat itu. Om sudah dengar semua nya. Cerita tentang kehidupan rumah tangga mu dengan yugo om sudah tau semua nya. Mau kah om membantu kalian?" tanya om rado.
Aku terdiam sejenak berpikir.
Ku lihat om rado mulai memotong stik daging sapi dengan pisau mini. Ia pun mulai melanjutkan makan nya.
"Om tidak keberatan aku bertahan dengan yugo dalam keadaan begini?" tanya ku.
Om rado menggeleng.
"Dulu om menentang karena kamu di jodohkan, di paksa menikah dengan nya, tapi sekarang kan kamu sudah bahagia dan mencintai suami mu, bagaimana bisa om keberatan melihat mu bahagia" jelas om rado.
Aku tersenyum.
"Makasih om" ucap ku.
"Terima kasih apa, om tidak melakukan apa pun. Om baru akan membantu kalian jika kamu tidak keberatan" ucap om rado.
Kami melanjutkan makan malam sebelum melanjutkan obrolan.
__ADS_1
"Om punya hotel di kota ini, kamu tau hotel R@tu , itu milik om, siapa tau yugo berminat kerja di sana, om bisa kasi dia posisi tertinggi di sana. Kebetulan manager di sana resign minggu lalu" tawar om rado.
"Ah, aku tidak yakin yugo bisa, karena itu bukan bidang nya" jawab ku.
"Tidak mengapa kan nanti di ajari. Masa om biarkan kamu kesulitan seperti ini?" ucap om.
Aku menggeleng.
"Aku tidak kesulitan kok om, kehidupan kami Alhamdulillah cukup. Tapi nanti aku akan bertanya dulu ke mas yugo, siapa tau dia tertarik" jawab ku.
"Oh Baik lah, kabari saja om, nanti om yang uruskan semua nya jika dia berkenan" jawab om rado.
Aku mengangguk.
"Nanti jalan jalan lah ke kampung halaman ibu mu sekalian nyekar" ujar om rado.
"Iya om, InsyaAllah" jawab ku.
......🌺🌺🌺......
Sesampai nya kembali ke rumah aku langsung memberi tahu yugo perihal tawaran pekerjaan dari om rado, seperti nya dia tertarik dengan tawaran itu. Alhamdulillah.
Segera aku memberi kabar ke om rado agar lekas di proses.
Sebulan berlalu yugo akhir nya resmi bekerja di hotel R@tu sebagai general manager di sana, tidak tanggung tanggung jabatan nya.
Tapi Yugo punya pengalaman memimpin jadi dia tidak kesulitan. Om rado sampai kagum dengan keterampilan Yugo dalam bekerja.
2 Tahun berlalu.
Kehidupan kami menjadi lebih baik.
Pelan pelan Yugo menabung untuk bisa membeli rumah lagi dan akhirnya terwujud Meski tidak besar setidaknya rumah sendiri, itu lah impian kami.
Aku pun hamil lagi, Alhamdulillah buah dari kesabaran, kata dokter anak ku kembar. Perempuan.
Aku sedang belanja di sebuah toko pakaian baby bersama yugo. Usia kandungan ku sudah 7 bulan lebih. .
Setelah selesai belanja kami ke supermarket belanja bulanan.
Aku melihat wanita yang tidak asing di mata ku. Sudah lama sekali aku tidak melihat nya.
"Dinda?" seru ku.
Dinda menoleh kesana kemari mencari sumber suara yang memanggil nya.
"Li, Lidya?" jawab nya.
__ADS_1
Kami pun bertemu dan berpelukan. Entah sudah berapa lama kami tidak bertemu.