Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
Pamit.


__ADS_3

Ku pegang tangan putra sepanjang hari. Aku memilih untuk menghabiskan waktu di rumah sakit. Jika aku balik ke tanah air aku akan menghadapi takdir yang aku takut kan. Menjadi milik orang lain. Orang yang tidak aku sukai. Apakah aku kabur saja? tapi aku tidak punya apa apa jika pergi.


"Adik kecil ku sudah besar, sudah dewasa, berhenti lah menangis, aku ingin melihat mu tersenyum, aku rindu tawa mu, semua akan baik baik saja, semua yang terjadi pasti ada hikmah nya" seru putra sembari mengelus kepala ku.


Mama justru menangis melihat putra bicara seperti itu.


"Doakan saja operasi ku nanti berhasil" seru nya.


Aku mengangguk.


3 hari yang berharga ini aku habiskan waktu ku berada di rumah sakit. Aku pulang ke hotel hanya sekedar untuk mandi dan belanja makanan di luar. Aku tidak ada alasan untuk jalan jalan mumpung lagi di luar negeri, tujuan ku bukan itu.


Di supermarket aku tidak sengaja menabrak seseorang.


"Kamu? adik tiri nya putra kan?" seru seorang wanita Indonesia yang ia kenal.


"Clara? kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya ku.


"Aku kuliah di sini" jawab nya.


"Wah kebetulan sekali yah, kamu pasti tau putra sakit kan?" seru ku.

__ADS_1


Clara terlihat terkejut.


"Apa? maksud mu? putra sakit? di mana?" clara justru memberondong ku dengan banyak pertanyaan.


Aku terpaksa menjelaskan detail kepada nya.


"Astagfirullah!" pekik nya.


"Kami beneran gak tau?" tanya ku memastikan.


Clara mengangguk cepat.


"Kuliah jurusan apa kamu di sini?" tanya ku.


"Di Indonesia kan bisa, kenapa Sampai keluar negeri" seru ku.


"Semua orang berhak menentukan di mana ia ingin kuliah kan?!" clara mulai tidak nyaman dengan pertanyaan ku.


"Iya sih, ya sudah, aku harus balik ke rumah sakit" pamit ku.


Ku pikir clara akan menahan ku dan ingin ikut menjenguk putra tapi aku salah besar, clara hanya menitipkan doa untuk putra.

__ADS_1


Keluar dari supermarket udara dingin langsung menyeruak masuk ke tubuh ku. seperti nya pakaian ku kurang tebal.


Clara menatap punggung yang perlahan berjalan menjauh.


Aku membeli roti dan beberapa keperluan untuk mama dan putra.


Sudah Seminggu aku di Jerman. Kau melanggar peraturan papa yang ingin aku hanya 3 hari di sana. Tentu ia sudah memarahi ku. Hari ini adalah jadwal putra untuk operasi.


Papa ingin aku pulang sekarang atau aku akan jadi gelandangan jika tidak menuruti kemauan nya.


Mau tidak mau aku pun segera pamit dan pulang ke tanah air tanpa bisa menemani putra operasi.


"Aku pamit yah. Maafkan aku gak bisa berlama lama disini, papa sudah menunggu ku" seru ku pada putra. Sedih rasa nya tapi aku tidak punya pilihan lain. Aku pun pamit ke mama.


Dengan langkah gontai aku perlahan pergi dari rumah sakit.


Kembali ke hotel untuk mengambil barang yang sudah aku kemas dalam koper sejak semalam.


Ku tatap negara ini sekali lagi. Ini pertama kali nya Aku ke jerman, benar benar tidak ada jalan sama sekali kecuali ke rumah sakit, restauran atau supermarket. Waktu habiskan di rumah sakit bersama putra.


Mungkin ini yang terakhir kali aku melihatnya sebagai orang yang aku cintai, besok aku harus menganggap nya sebagai kakak ku, berat tapi kami memang harus berpisah.

__ADS_1


Air mata ku keluar lagi. Takdir ku sudah menunggu di kota kelahiran ku.


Maaf up nya sedikit ,tangan author kena kaca. sakit banget di pake ngetik. 🙏


__ADS_2