Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
Dingin


__ADS_3

Aku masuk ke dalam kamar.


Suara mobil yugo terdengar keluar lagi.


Besok aku mulai kembali kuliah.


Keesokan hari nya.


Pagi sekali yugo sudah tidak ada, dia berangkat duluan ke kampus untuk mengurus pengunduran diri nya.


Aku masih bersiap siap. Saat turun dari villa aku sudah di sambut supir.


"Bu silahkan masuk ke dalam mobil. Saya jupri,supir baru di sini yang bertugas mengantar ibu kemana pun" seru pak supir baru.


"Jangan panggil ibu deh, kesan nya tua banget, aku bahkan belum 20 tahun" protes ku.


"Jadi saya panggil apa?" tanya pak supir bingung.


"Nona ajja" seru ku.


"Baik lah non, pak yugo sudah menyuruh saya stand by sejak tadi, silahkan masuk, saya antar kan, ke kampus kan" ujar nya.


Aku mengangguk dan masuk ke dalam mobil tanpa banyak bicara.


Mobil mulai bergerak maju.


Ku pandang pemandangan indah sepanjang perjalanan.


Ku pikir dia tidak peduli lagi aku ke kampus naik apa, ternyata dia masih mengurus kan nya.


Sesampai nya di kampus aku langsung di sambut bimo.


"Wah sudah lama sekali tidak bertemu. Selamat yah pengantin baru" seru bimo sambil tersenyum.


Aku tersenyum masam. Tidak ada raut bahagia di wajah ku.


"Ada apa? apa terjadi sesuatu?" tanya bimo khawatir melihat wajah ku.


Aku menggeleng pelan. Yugo dari jauh memperhatikan kami dengan ekspresi datar.


"Aku ada kelas nih, aku duluan yah" seru bimo.


Aku mengangguk.


Aku masuk kelas yang sudah ramai.


Maharani tidak lagi kuliah di kampus ini, karena dia ikut om rado dan tante sifa pulang kampung. Ia akan melanjutkan kuliah nya di tempat lain.


Aku merasa hampa dan kesepian, semakin hari aku merasa orang orang yang ku sayang pergi meninggalkan aku.


"Hey, yang di sana, jika tidak fokus lebih baik tidak usah masuk kelas saya!" ujar dosen di hadapan ku.


Teman di dekat ku mengguncang tubuh ku agar tersadar dari lamunan. Semua mata hampir tertuju pada ku.


Aku terkejut, sejak kapan yugo ada di depan mengajar?


"Eh maaf pak" jawab ku singkat.


Ternyata sejak tadi dia memperhatikan ku.


Aku menatap nya kesal.


Hanya orang tertentu yang tau aku dan dia adalah suami istri. Karena memang aku tidak mengundang teman kuliah, hanya teman sekolah dulu. Aku tidak ingin status sudah menikah mengganggu kuliah ku.


Ia lalu berjalan ke arah bangku ku.

__ADS_1


"Jika tidak niat belajar keluar lah" bisik nya.


Aku melotot dan hendak protes.


"Memang nya saya buat salah apa? saya hanya melamun sebentar, apa itu mengganggu bapak?" tanya ku.


"Iya mengganggu, saya ingin semua yang ada di sini menyimak pelajaran dari saya, jika niat kalian belajar setengah setengah lebih baik tidak masuk kelas sekalian" seru nya.


Yugo menatap ku dingin. Aku membalas nya dengan dingin pula.


Ku raih ransel ku dan keluar untuk menenangkan diri.


Maksud yugo apa bersikap seperti itu, cuma dosen pengganti sudah sombong. Batin ku.


Bimo sudah selesai kelas nya dan menghampiri ku yang duduk di sudut lapangan kampus yang luas.


"Sudah selesai kelas nya? kok kamu di sini?" tanya bimo bingung.


"Belum sih, tapi aku di keluar kan dari kelas" jawab ku.


"Kok bisa?" tanya bimo bingung.


Ia lalu melihat yugo keluar dari kelas dan berjalan ke arah kantor dosen.


"Itu suami mu bukan? masa dia mengeluarkan istri nya dari kelas?" ujar bimo bingung.


Aku tersenyum simpul.


"Professional , di sini kami dosen dan mahasiswi bukan suami istri, ya kan" seru ku.


"Iya sih" jawab bimo.


1 bulan kemudian.


Yugo sudah tidak jadi dosen pengganti. Ia fokus studi S2 nya sambil kerja di perusahaan papa nya.


Tidak terasa pernikahan ini sudah lebih sebulan.


Yugo benar-benar menjaga jarak dengan ku.


Membuat ku semakin kesepian. Papa yang aku sayang, putra, aku merindukan mereka. Tapi aku juga tidak mungkin pulang ke rumah.


Putra juga sudah mulai pulih dan mendaftar kuliah.


Sesekali aku pulang ke rumah sekedar temu kangen dengan mereka.


Dan sekarang aku sedang di rumah. Aku pulang sendiri karena Yugo sangat sibuk.


"Loh kok sendiri datang nya?" ujar papa.


"Biasa lah pah, yugo kan Sangat sibuk" jawab ku.


Papa mengangguk.


Putra pulang dari masjid.


"Assalamualaikum" ucap nya memberikan salam saat masuk ke dalam rumah.


"Eh ada lidya, kapan datang?" tanya nya.


"Barusan kok, kangen banget sama kalian" seru ku.


Papa tersenyum.


"Wajar, nanti juga terbiasa" seru papa.

__ADS_1


Hari ini hari minggu, libur ngampus, papa juga tidak kerja.


"Mama mana?".tanya ku.


"Ada kegiatan bersama teman temannya, undangan akikah anak teman mama" jawab papa.


"Oh" jawab ku. Aku melangkah ke dapur mencari bi minah.


"Kangen banget sama bibi" seru ku.


"Eh ada non lidya, ya ampun bikin kaget saja" seru bibi saat aku tiba tiba memeluk nya dari belakang.


Aku melepas rindu pada bibi.


"Makan dulu deh non, pasti lelah perjalanan jauh, pasti rindu kan sama masakan nya bibi" seru bi minah.


"Rindu banget dong" balas ku.


Aku makan dengan lahap nya.


"Udah isi belum non,?" tanya bibi tanpa basa basi.


Hampir saja aku mengeluarkan nasi di mulut ku.


Aku menggeleng.


"Lah , jamu nya di minum tidak non?" tanya bibi.


Aku menggeleng.


"Aku masih kuliah bi, bisa cuti terus jika aku hamil dan melahirkan" jawab ku.


"Iya sih, tapi lebih cepat lebih baik non, jadi siapa yang minum jamu nya?" tanya bibi kecewa.


"Yugo suka meminum nya kok, masih ada di kulkas, aman ajja kok bi" jawab ku.


"Oh syukur lah, mau bibi buatkan lagi?" tanya bibi.


Aku langsung menggeleng.


"Gak usah deh bi, yang dulu ajja belum habis" tolak ku.


Aku lalu ke kamar melihat kamar lama ku. Rindu sekali.


Setelah puas melepas rindu aku ,malam nya aku pamit pulang.


Sesampai nya kembali ke villa, yugo berada di ruang tengah sambil ngopi dan nonton televisi.


"Dari mana?" tanya yugo tanpa melihat ku.


"Jalan jalan ke rumah, kangen papa" jawab ku.


"Oh, kenapa tidak bilang" ujar nya masih tanpa melihat ku. Mata nya fokus ke televisi.


"Soal nya kamu sibuk, aku tidak mau mengganggu" jawab ku.


Yugo tersenyum dingin.


"Duduk lah, aku mau bicara" pinta nya.


"Aku baru pulang, aku mau mandi dulu" tolak ku.


"Ya sudah, mandi lah dulu" jawab nya.


Sudah sebulan lama nya kami sibuk dengan kegiatan kami masing-masing. Yugo benar-benar menuruti apa mau ku. Dia tidak menyentuh ku. Namun sikap dingin nya ini juga mengganggu ku. Serba salah.

__ADS_1


Aku bahkan harus mengubur rasa penasaran ku tentang kisah naira karena kami yang tidak akur.


__ADS_2