Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
Kabar gembira.


__ADS_3

Kami berhenti melangkah tepat di hadapan bimo.


"Bagus yah ,nda ngajak ngajak" protes bimo.


"Waduh, sory bro , emang lo dari mana? baru datang?" tanya adit.


"Iya, aku terlambat" jawab nya.


Kami lalu berkumpul di depan kelas kami yang dulu dan berfoto bersama. Kurang mai.


Seminggu kemudian, sehari sebelum jari H pernikahan Maharani dan roni aku yugo dan anak anak bersiap untuk menginap di hotel terdekat dengan rumah om rado agar kami mudah untuk berkunjung kesana.


Aku sudah memberi tau papa untuk hadir tapi beliau sangat sibuk. Putra pun tidak bisa hadir sibuk mengurus pernikahan nya juga.


Aku sedang di rumah om rado untuk melihat acara malam hena nya Maharani.


Anak ku mondar mandir berlari an bermain.


Gilang, anak bungsu ku sudah bisa berjalan.


Ia sedang di gendong oleh om rado.


"Gemes banget deh" seru om rado sembari terus mencubit pipi gembul nya gilang. Mungkin karena tidak terbiasa dengan orang baru tangis nya pun kian pecah.


"Mamaaa......" pecah tangis Gilang membuat yugo tidak enak lalu mengambil gilang dari gendongan om rado.


"Maaf ya om" ucap yugo.


Aku tertawa melihat yugo kewalahan menjaga anak anak. Belum lagi si kembar yang sangat aktif.


"Gpp, biasa lah anak anak memang seperti itu" jawab nya.


Aku asik ngobrol dengan Maharani dan tante Syifa.


"Aku gugup banget deh lid" ucap Maharani.


"Itu wajar, gak nyangka yah kalian jodoh, hehe" jawab ku.


......🌺🌺🌺......


Karena sudah larut malam kami kembali ke hotel.

__ADS_1


Yugo menghampiri ku di sudut tempat tidur.


Anak anak sudah tidur malam ini.


"Berada di hotel seperti ini berasa pengantin baru juga ya" ujar yugo.


Aku tertawa.


"Haha, pengantin baru? lihat lah itu" tunjuk ku ke arah anak anak yang tertidur pulas.


"Hehe, bisa dong nambah lagi anak nya, banyak anak banyak rejeki" ucap nya.


Aku mencubit paha yugo.


"Adawww" pekik yugo kesakitan.


"Jangan berisik nanti anak anak bangun" protes ku.


Yugo cemberut.


Kami memesan kamar vviv yang sangat luas dengan 2 tempat tidur. Terlihat seperti apartemen dari pada hotel sih.


Keesokan hari nya acara pernikahan berlangsung dengan khidmat dan lancar.


Karena harus membantu acara pernikahan putra.


Keluarga dari mama nya putra dari Kalimantan sudah mulai berdatangan ke kota ini. Di fasilitasi oleh papa.


3 minggu kemudian hari pernikahan putra dengan wanita yang ia pilih.


Wanita itu tidak asing bagi kami.


Mungkin bagi sebagian orang akan menganggap putra kurang beruntung karena mendapat kan seorang janda.


Namun mau bagaimana pun keadaan wanita itu, putra lah yang memilih untuk hidup bersama dengan nya.


Wanita itu adalah dinda. Wanita yang penuh dengan masa lalu yang kelam. Ia seorang janda yang ditinggal mati oleh suami dan anak nya.


Wanita yang pernah memfitnah putra di masa sekolah dulu.


Putra hingga saat ini tidak mengetahui bahwa dinda adalah pendonor Sum sum untuk nya. Pendonor rahasia. Mereka Secara kebetulan bertemu di sebuah apotik saat itu.

__ADS_1


Melihat dinda berubah drastis membuat putra jatuh hati apa lagi dinda sekarang memakai cadar. Putra juga sudah mengetahui segala nya tentang dinda. Namun ia menerima segala kekurangan dinda.


Air mata dinda mengalir, membanjiri wajah nya saat akad selesai di laksanakan.


Aku pun ikut menangis melihat nya.


Dinda sesenggukan di balik cadar nya.


"Masya Allah, cantik sekali istri ku" puji putra menghibur dinda.


Kabar Clara teman masa kecil nya putra.


Ia juga akan segera menikah dengan pria baik, teman kerja nya.


Aku sempat mengira clara lah yang mendonorkan sum sum untuk putra saat ia sakit dulu. Ternyata bukan.


......🌺🌺🌺......


James terlihat duduk santai menyiram tanaman , badan nya kurus sekali tapi Alhamdulillah ia sudah pulih dari sakit nya. Saat ini ia kembali pada keluarga nya.


Ia di rawat oleh orang tua nya.


Apa lagi dimas dokter sekarang jadi ia bisa mendampingi kakak nya hingga sembuh, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.


Meski dokter mana pun memvonis tidak bisa sembuh tapi Bagi Allah sang pencipta segala sesuatu sangatlah mudah.


Berdoa lah. Apa pun hajat kita, minta kepada sang pencipta, Allah Subhanahu Wata'ala.


Tidak ada rugi nya berdoa.


Jangan bersedih dan berhenti berharap pada sang khalik. Seberat apa pun masalah nya jangan pernah putus asa dan menyerah.


Wajar lelah. Dunia memang tempat nya cape, sabar, ada masa nya kita istirahat dalam segala aktivitas duniawi ini. Yang terpenting sekarang selagi masih di beri nafas maka perbanyaklah ibadah dan bekal untuk menuju akhirat kelak.


Aku dan yugo sedang berkunjung ke rumah mertua ku. Di sana rame. Karena Ada dimas dan yoga.


Di antara semua teman. Ada 3 pria yang masih lajang. Ia adalah dimas, bimo dan adit.


Entah kapan mereka akan menikah.


Rumah papa menjadi sangat sepi. Di istana megah itu hanya ada papa dan mama.

__ADS_1


Putra sudah keluar dengan keluarga kecil nya.


Hanya anak anak ku lah yang sering meramaikan suasana rumah papa karena mereka betah sekali menginap di sana.


__ADS_2