Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
Masih reuni.


__ADS_3

"Oh maaf kalau begitu, soal nya Yugo ini sejak dulu suka bercanda dan mengerjai aku jadi aku pikir dia bercanda. Oh ya nama ku citra, aku teman nya yugo sekolah dulu." seru citra sambil memperkenalkan diri nya.


Aku tersenyum.


"Aku lidya" jawab ku singkat.


Citra cantik sekali body nya bagus dan tinggi.


"Eh bu dokter beneran datang, wah bangga banget deh lihat kamu Sekarang" ujar keke yang barusan datang.


"Eh ada yugo dan darman juga" seru Keke lagi.


Keke datang membawa suami nya. Ah syukur lah , setidak nya ada yang datang bawa pasangan.


Kami pun masuk dan berkumpul di dalam, sebuah meja besar dan tempat duduk yang banyak.


"Sebenarnya ini bukan reunian dadakan, ini sudah di rencanakan sekitar sebulan yang lalu, cuma aku baru kabari kamu go. Maaf yah" ujar darman.


"Gpp man, santai saja" jawab Yugo.


Diam diam aku perhatikan citra melirik yugo.


Apa ada sesuatu di antara mereka?


"Mba lidya" panggil darman pada ku.


Aku menoleh.


"Ada apa?" tanya ku.


"Gak usah aneh gitu mba melihat nya, citra itu cuma teman lama kami kok" ujar darman.


"Aneh? memang nya aku melihat nya aneh? perasaan biasa saja" balas ku.


"Biasa saja? tapi kok gak lepas sih memandang citra" protes darman.


Aku menggeleng.


"Maaf kak darman, eh mas, eh aku panggil apa ya bagus nya, aku gak merasa memandang aneh ke arah citra kok" protes ku.


"Panggil abang ajjah haha" seru darman.


Yugo datang dan langsung menjitak ringan kepala' darman.


*menjitak\= memukul.

__ADS_1


"Aduh, sakit nih, tega, nda berubah deh suka gitu" pekik darman.


"Siapa suruh menggoda istri ku" jawab yugo.


"Kan becanda. Huft. Ya udah panggil kakak ajja deh neng lidya" ujar darman akhir nya.


Aku tersenyum.


"Baik lah kak darman" jawab ku.


"Yug, eh mas yugo, aku ke toilet dulu yah" seru ku.


Yugo terdiam dan terpana. Ini kali pertama aku memanggilnya mas. Untuk menghargai nya di depan umum. Biasa nya kan selalu panggil langsung nama ajja.


"Cieh mas yugo lagi bucin nih sama istri sampe di pandangi terus" goda darman sambil menyenggol lengan Yugo.


"Ah kamu bisa ajja, maka nya buruan nikah" ujar yugo.


"Ya elah, kena mental' nih gue" seru darman.


"Kenapa kamu gak sama citra ajja tuh ,dia kan masih singel" ujar yugo.


"Ah, minder, dia kan bu dokter, cantik lagi, lah aku, tidak tampan, cuma karyawan biasa, tidak berpendidikan tinggi seperti nya" kata darman.


"Darman, kita kan gak tau jodoh, jodoh gak melihat rupa pekerjaan kita apa kan. Yang penting laki laki harus tanggung jawab dan bijaksana dalam memimpin rumah tangga nya, bagaimana keadaan kita harus bersyukur." nasehat yugo.


Aku keluar dari toilet dan bertemu dengan citra di depan westapel.


Dia sedang menambah polesan bedak nya.


"Eh ada istri nya Yugo, hay" sapa nya.


Aku hanya tersenyum.


"Bagaimana kamu bisa nikah sama Yugo, dia itu susah di dekati loh, terakhir yang aku tau kabar nya pacaran dengan Feby, kok nikah nya sama kamu" tanya citra.


"Maaf itu bukan urusan mba" jawab ku.


"Kok gitu sih, ayo lah, anggap ajja kita teman sekarang, gpp, cerita ajja" ujar citra.


"Kok mba nya tau yugo pernah pacaran dengan feby?" aku tanya balik.


"Ah itu, aku saling follow dengan yugo di Instagram , jadi aku tau aktifitas nya, tapi akhir-akhir ini dia tidak aktip lagi di Instagram bahkan kabar pernikahan nya pun tidak dia posting ,kan aneh" seru citra.


"Kamu stalking suami ku?" tanya ku tanpa basa basi.

__ADS_1


"Eh, gak kok, kan muncul sendiri tuh di beranda, aduh susah juga ngomong sama bocil, kamu pasti masih muda banget yah." jawab nya.


"Iya ,muda, baru menginjak 19 tahun. Segitu penasaran nya ya mba, ada hubungan apa kamu dengan mas yugo?" tanya ku.


"Sahabatan ajja sih, salah yah kalau aku bertanya?" ujar nya.


"Gak salah sih bertanya, cuma pertanyaan nya yang gak wajar. Apa pun yang terjadi sampai kami menikah itu urusan kami. Feby sudah putus dengan Yugo" jawab ku.


Citra mengerutkan keningnya merasa ganjil.


"Ah, ya sudah, aku masuk ke toilet dulu yah, kamu duluan saja" kata nya sambil memasukkan kembali bedah dan lipstik ke dalam tas nya.


Aku melangkah kan kaki keluar.


Darman melambaikan tangan nya dari jauh.


"Lidya, di sini" teriak nya memanggil ku ke arah mereka.


Aku duduk di antara yugo dan darman.


"Eh kamu tau gak lid, suami mu ini dulu orang nya cuek dan dingin banget, dia dulu sangat terkenal karena ketua OSIS kami. Apa lagi dia tampan, jadi banyak banget fans nya, termasuk Teman teman yang ada di sini, sikap dinginnya itu justru membuat cwe cwe makin suka melihat nya ,tapi tenang ajja ,itu kisah lama semasa SMA, kamu tenang ajja ,di sini gak ada mantan nya yugo, selama SMA hidup nya monoton, tau nya hanya belajar dan belajar, gak ada waktu buat pacar2an meski pun ada cwe yang dia taksir tapi dia memilih untuk fokus hanya belajar sampai lulus SMA, dan kuliah di universitas ternama di kota besar. Nah dia mulai pacaran itu saat kuliah. Jadi aku bisa jamin dan pastikan yugo itu cuma punya 1 mantan, yaitu Feby. Kami beruntung loh dapet in dia. Soal nya di jarang banget bisa tertarik sama wanita. Yang bisa bicara santai sama dia juga cuma sahabat nya doang termasuk aku dan citra" jelas darman.


Ku lihat yugo yang asik ngobrol dengan teman di samping nya.


Aku? beruntung?


Kalo di pikir pikir kami punya satu kesamaan dan perbedaan.


Kesamaan nya saat SMA tidak pernah pacaran dan hanya fokus belajar.


Perbedaan nya Dia pernah pacaran sementara aku tidak pernah.


Harus nya dia yang beruntung dapetin aku. Batin ku.


"Lah kok malah melamun lidya, mau dengar lanjutan nya tidak?" tanya darman.


"Eh, iya lanjutkan ajja, aku dengar kok" jawab mu.


Yugo menoleh ke arah kami merasa di cerita kan.


"Lagi bahas apa sih, awas ya kamu darman, jangan cerita macam macam" ancam yugo


"Eh, em, wani piro hahaha" tawa darman.


Yugo melotot, memandang tajam ke arah darman.

__ADS_1


"Eh, ampun, becanda boss" seru darman.


__ADS_2