Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
Pijat


__ADS_3

"Udah ah, ngelunjak" jawab ku.


Yugo cemberut.


Yugo berjalan cepat meninggalkan ku.


"Yug, eh mas, tunggu" seru ku.


Yugo berbalik dengan wajah sumringah yang menggemaskan. Aku hampir menertawai ekspresif wajah nya saat ini.


"Ada apa adek bocil sayang" jawab nya.


"Kok bocil sih, nih" aku menyerahkan tas mini , handbag nya yang tertinggal tadi di mobil. Aku membawa nya sekalian, terkadang dia memang pelupa.


"Jadi panggil apa dong" tanya nya.


"Hmm terserah sih" jawab ku akhir nya.


Kami pun berjalan masuk ke dalam kamar. Gemuruh hujan masih terdengar jelas.


"Cuaca nya romantis yah" seru yugo sambil membuka kancing kemeja nya.


Aku tidak menjawab dan sibuk membuka pakaian ku untuk berganti pakaian tidur.


Kami saling membelakangi untuk berganti pakaian.


Setelah itu aku menyisir rambut ku.


Yugo merebahkan diri nya duluan di tempat tidur. Ia hanya memakai singlet putih dan boxer.


"Lelah banget seharian aktivitas" keluh nya.


"Alhamdulillah bersyukur, banyak orang di luar sana pengen sibuk tapi nganggur gak ada kegiatan, gak dapat pekerjaan dan lain lain.


"Iya iya, pijet in aku dong. Bentar ajja pliss" pinta nya.


"Aku tidak tau memijat" seru ku.


"Gpp, pijat ngasal ajja. Yang penting balurin minyak zaitun" pinta nya.


"Ya udah, di mana minyak nya" tanya ku.


"Emang kamu gak punya? itu di atas meja dekat cermin" tunjuk nya.


"Gak punya, ok bentar" jawab ku.


Aku melangkah menuju meja mengambil minyak zaitun.


Langkah ku terhenti. Eh tunggu tunggu apa yang aku lakukan, kenapa tiba tiba aku patuh sama nih orang?


"Kok lama?" seru nya.


"Sabar" jawab ku.


Yugo sudah membuka singlet nya dan mempertontonkan dada bidang nya itu, seolah pamer.


"Yang mau di pijet apa nya?" tanya ku saat aku sudah sampai kembali ke tempat tidur.


"Pundak" jawab nya.


"Kalau begitu berbalik lah" ujar ku.


Yugo lalu berbalik dan aku mulai membaluri tubuh bagian atas nya dengan minyak zaitun.


"Ah enak nya" seru nya.


Aku menepuk pundak nya.


"Eh belum tau. Aku belum mulai" protes ku Karena dia sudah bilang enak padahal aku belum memijat nya.

__ADS_1


Perlahan tangan ku mulai memijat punggung nya.


"Wah enak, kamu kok pintar pijat. Bukan kah kamu anak sultan yang manja dan tau nya cuma minta uang" ujar yugo.


Aku memukul ringan pundak nya.


"Hey, kau meremehkan ku?" protes ku.


Aku kembali memijat nya.


"Hehe maaf, kamu pegel gak, mau aku balik pijat kan nanti?" tawar nya.


"Gak, gak usah, aku gak pegal kok" jawab ku.


"Hem padahal pengen juga aku melihat tubuh mu, culas ih, kamu sudah liat tubuh ku jadi gantian dong" protes Yugo.


Ini orang tambah melunjak yah.


"Gak kok mas, aku tidak lelah" tolak ku.


"Baik lah" jawab nya. Tidak lama kemudian aku mendengar suara dengkuran. Seperti nya dia ketiduran dan kelelahan.


Setelah itu aku aktivitas rutin sebelum tidur, sikat gigi, skincare an, dan menyusul tidur.


Tidak lupa aku matikan lampu dan mengecilkan volume AC.


......🌺🌺🌺......


Adzan subuh berkumpul, yugo sudah bangun dan bersiap ke masjid dan aku masih tidur nyenyak tidak sadar sudah masuk waktu subuh.


Tidak lama kemudian Yugo pulang dari masjid dan mendapati aku masih tidur. Dengan perlahan dan lembut ia membangun kan aku untuk sholat.


Aku segera bangun dan menunaikan sholat subuh.


Yugo sudah menyeduh kopi nya di pagi buta itu.


Dia memang terbiasa bangun pagi. Aktivitas pagi pagi buta, kadang olahraga pagi dan lain lain.


Setelah sholat aku berbaring lagi.


Yugo mendekati ku.


"Sayang, gak baik selepas subuh tidur lagi, mending olahraga yuk" ajak nya.


"Malas ah" jawab ku.


"Olahraga kan gak mesti jauh, di sini pun bisa" pancing nya.


"Di sini? olahraga apa mau tidur" ujar ku.


"Hehe" tawa nya.


"Main tebak tebakan yuk" ajak nya.


"Aku masih ngantuk yug, eh mas"


Aku masih belum terbiasa memanggil nya mas.


Tumben juga dia mengganggu ku pagi buta begini. Biasa nya dia membiarkan aku tidur lagi.


"Olahraga apa yang bisa menghasilkan anak" tanya nya.


"Pertanyaan konyol macam apa itu" protes ku.


"Hahaha, gak usah ngegas adek bocil ku" jawab nya.


Yugo mengambil minyak zaitun yang semalam.


"Karena kamu sudah pijat aku semalam sampai aku tertidur. Aku akan memijat mu juga" tanpa aku bilang iya yugo mengoleskan itu ke betis ku.

__ADS_1


"Eh, gak perlu" tolak ku.


"Udah deh gak usah nolak, cuma kaki doang kok" seru yugo.


Aku memakai baju tidur motif kartun. Lengan pendek dan celana nya juga pendek selutut.


Yugo mulai memijat. Awal nya aku menolak.


Tapi lama kelamaan pijatan nya enak. Dan aku menikmati nya.


Aku bahkan tidak sadar tangan Yugo yang masuk ke dalam celana ku dan memijat paha ku.


Geli sih. Aku hendak protes.


"Udah deh, nikmati ajja jangan banyak protes" ujar yugo sebelum aku ngoceh.


Karena sangat mengantuk aku pun tertidur.


Alarm ku berbunyi, yugo sudah tidak ada, dia sudah duluan bersiap untuk berangkat kuliah S2 nya.


Aku pun bangun dan melihat nya sudah bersiap untuk sarapan.


"Eh sudah bangun, ayo sarapan" ajak nya.


"Nanti ahk, mau mandi dulu" tolak ku.


Aku kembali ke kamar dan mengambil handuk untuk bergegas mandi.


Selesai mandi aku juga bersiap siap untuk ngampus.


Yugo menunggu ku. Menawarkan diri untuk mengantar ku berangkat kuliah.


"Kenapa tidak bangun aku? kamu jadi nunggu lama" ujar ku.


"Cieh perhatian" ledek nya.


Ku lanjutkan sarapan ku dan dia hanya menonton ku makan sambil menunggu ku siap untuk berangkat.


Setelah itu kami bersama ke parkiran mobil.


Sesampai nya di kampus aku langsung turun dari mobil.


"Eh tunggu, kok gitu sih. Salim aku dulu, belajar sopan ya sama suami" nasehat yugo.


"Iya, maaf, mas" jawab ku.


Aku pun kembali untuk mencium punggung tangan nya, dia lalu mencium kening ku.


"Nah gitu dong, kalo nurut kan bagus, yang semangat belajar nya" seru yugo.


Aku tersenyum tipis.


"Iya kamu juga" jawab ku.


Yugo memandang ku kesal.


"Mas nya mana?" protes nya.


"Iya mas, kamu juga yang semangat kerja dan belajar nya" ucap ku ulang.


Yugo terlihat sangat bahagia, wajah nya sumringah sekali.


"Baik lah, aku pamit yah sayang, Assalamualaikum" salam nya.


"Iya wa'alaikumsalam, hati hati di jalan" jawab ku.


Yugo mengangguk senang.


Setelah mobil yugo menjauh aku pun berpaling Untuk masuk kampus.

__ADS_1


"Cieh, so sweet banget nih" seru bimo tiba tiba.


"Ah biasa saja" jawab ku.


__ADS_2