
"Jangan kasar sama dimas, bagaimana pun juga dia adik mu" bisik ku.
"Iya aku tau, justru karena dia adik ku aku tidak ingin dia jatuh ke tangan yang salah seperti yoga" jawab Yugo
Hmm benar juga ya, bahaya juga kalau sampai Dimas ikut yoga.
"Ya udah kalau gitu Sampai kan maksud nya dengan cara yang lembut, tidak harus kasar dan marah marah kan?" ucap ku.
"Iya, tapi tau sendiri watak dimas seperti apa, dia sama keras seperti ku" jawab yugo.
"Kalau begitu kamu mengalah sayang" seru ku.
Dimas lalu berdiri hendak pergi tapi aku menahan nya.
"Dim, mau kemana?" tanya ku.
"Ya mau pulang lah, ngapain aku kesini, buang buang waktu saja" jawab dimas.
"Maafkan yugo dim, dia sayang sama kamu tapi cara nya ajja yang salah" seru ku.
Dimas menatap ku yang berusaha meyakinkan nya bahwa yugo memang sayang kepada nya.
Dimas kembali duduk.
"Maaf yah, aku cuma gak mau kamu ikut sama yoga, yoga itu sudah salah jalan" seru yugo.
Dimas diam sejenak tidak menjawab.
"Nah gitu dong damai sekali sekali, emang gak cape apa berantem mulu" seru ku.
Ku elus perut ku yang masih kecil.
"Selamat yah, atas kehamilan mu" ujar dimas akhir nya mengalihkan pembahasan.
Aku mengangguk.
"Makasih paman dimas" jawab ku mewakili calon bayi di perut ku.
"Ah, berasa tua ajja aku bentar lagi jadi paman" jawab dimas.
"Gpp lah, paman muda. Masih 19 tahun hihi" jawab ku.
Dimas akhirnya tersenyum.
Ah lega rasa nya melihat senyum mengembang di wajah dimas, sahabat ku semasa sekolah dulu. Alhamdulillah dimas sekarang sudah mulai menerima pernikahan kami.
Setelah sekian lama.
__ADS_1
Senang rasa nya melihat yugo dan dimas akur.
"Non lidya, ada tamu lagi" seru bi minah yang ikut membantu acara syukuran di rumah baru ku ini.
Aku menoleh dan segera menyambut sahabat baru ku. Sumiati dan devan.
"Maaf say, aku terlambat, biasa lah, duh acara nya sudah selesai yah?" seru sumiati.
"Gpp Yang penting kamu datang" jawab ku.
Aku mempersilahkan Sumiati dan devan untuk mengambil makanan di prasmanan.
Sumi menatap yugo. Memastikan bahwa orang yang ia tampar dulu bukan yugo.
"Masa sih laki loe punya kembaran? nda yakin gue" seru sumi.
Aku tersenyum dan mengangguk.
"Bener kok, aku sudah melihat nya sendiri" jawab ku.
"Hmm begitu" ucap sumi sembari menyendok makanan ke mulut nya.
"Ah gak asik deh makan pakai sendok" Sumi meletakkan sendok ke meja dan mulai makan dengan tangan.
"Eh sudah cuci tangan belum?" protes ku.
Aku menggeleng kepala.
"Awas ya kalo nanti sakit" ujar ku.
Tiba tiba papa datang menghampiri ku.
"Papa pulang dulu yah, udah sore. Kasian opah mu di rumah sendirian, nanti papa kabari kapan waktu bertemu dengan pemilik villa" bisik papa pamit.
Aku memeluk beliau dan mencium tangan nya.
"Makasih pah, aku sayang papa" gombal ku.
"Sayang tapi ada mau nya" protes papa.
"Ihh sayang beneran kok" jawab ku.
"Haha, ya sudah, jaga kesehatan yah, jika ada yang di butuhkan hubungi papa" seru beliau.
Aku mengangguk dan melambaikan tangan sembari mengantar papa ke depan rumah.
Setelah papa pergi aku kembali ke teman teman.
__ADS_1
"Enak banget nih makanan nya, mantap" seru Sumi.
Kami lalu ngobrol hingga petang, Mereka satu persatu pulang.
Bi minah dan satu lagi asisten rumah tangga baru di rumah papa ikut menginap di sini sementara.
Membantu ku membereskan semua nya.
"Makasih banyak yah bi" seru ku.
"Ah, bibi juga makasi non, ini sudah tugas bibi, ini juga perintah dari tuan kok" jawab bibi.
"Alhamdulillah papa sudah semakin baik dan memperlihatkan aku yah bi" seru ku.
"Iya non, sebenarnya dari dulu papa non kan selalu memperhatikan non lidya, cuma memang cara nya begitu kasar dan papa non juga dulu tempramen banget tidak seperti sekarang, sudah banyak yang berubah" seru bi minah.
Aku tersenyum.
......🌺🌺🌺......
Keesokan hari nya di kampus.
"Sumiati, aku bisa minta tolong?" seru ku saat kami berada koridor menuju kantin.
"Boleh dong, apa tuh" jawab nya.
"Aku mau kamu menyamar jadi aku dan menemui seseorang, orang ini agak aneh jadi aku tidak berani menemui nya" jelas ku.
"Apa? cowok? ganteng gak? ah mau dong" seru sumi bersemangat.
Aku kemudian menjelaskan cerita tentang villa yang ku ingin kan itu.
Sumiati mengangguk.
"Baik lah, kabari saja kapan waktu nya, eh tapi aman ajja kan aku kesana, entar aku di culik Gimana dong?" seru sumiati tiba tiba khawatir.
"Aman deh, entar aku suruh orang jagain kamu dari jauh" jawab ku.
"Pergi nya sama aku ajja" seru devan tiba tiba.
"Astaga, kaget gue, loe dari mana sih, muncul tiba tiba, lagian emang kamu sudah free? kamu kan sibuk tuh bolak balik mengurus gugatan kasus pembunuhan kakak loe" ujar sumi.
"Udah kelar kok Aman" jawab nya.
"Oh syukur lah kalau begitu, jadi bagaimana cerita asli nya?" tanya Sumiati penasaran.
"Cerita gak yah, dulu kan kalian bilang udah gak tertarik sama kasus ini" devan mulai jual mahal dengan cerita nya.
__ADS_1