Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
Bab 30


__ADS_3

"Sebenar nya apa yang mau kau sampaikan?" akhir nya aku bertanya kepada Adit perihal pembahasan nya yang terdengar ganjil itu.


Adit tertawa sesaat.


"Nanti juga kau akan tau, selamat menikmati hari hari baru mu di sini" ujar Adit sembari melangkah mundur dengan senyum yang tidak bisa ku artikan.


Aku menggaruk kepala ku yang tidak gatal.


Bel berbunyi tanda pelajaran selanjut nya akan di mulai.


Aku kembali ke kelas. Suasana di sekolah mana pun pasti ramai saat tidak ada guru, aku duduk di bangku ku, aku bernafas lega karena mereka tidak se agresif sebelum nya.


Ku lirik jam dinding kelas, sudah 15 menit tapi guru belum muncul juga.


Suasana tambah heboh saat mereka tau jam pelajaran kosong karena ada guru yang tidak hadir.


Sebagian memilih untuk belajar sendiri termasuk aku. Sebagian lagi asik bermain lempar kertas. Adit datang dan menutup buku yang baru saja ku buka.


Ia mendekatkan bibir nya ke telinga ku sembari berbisik,


"Sudah aku bilang jangan terlihat mencolok untuk belajar. Santai saja nikmati jam pelajaran kosong ini" jelas nya.


Aku melotot tanda tidak setuju. Memang apa salah nya dengan tekun belajar.


Adit mengeluarkan handphone nya dan bermain game. Aku memperhatikan setiap anak di kelas.


Mereka terlihat biasa saja seperti teman teman di sekolah lama ku, lalu kenapa Adit selalu memperingatkan aku dengan hal yang tidak jelas.


Maharani duduk di sudut sendirian. Wajah nya datar tanpa ekspresi.


"Apa semua murid hadir hari ini?" tanya ku pada Adit.


"Hmm, ada yang absen, Maisaroh nama nya" jawab Adit.

__ADS_1


"Siapa ketua kelas di sini?" tanya ku lagi.


"Aku" jawab nya lagi.


"Siapa....


pertanyaan ku di potong oleh Adit, ia marah karena aku mengganggu nya main game.


Aku menghela nafas berat.


Aku harus berbuat apa pada jam kosong begini.


Adit mulai mengumpat saat main game. Aku menatap nya tanpa ekspresi.


"Bisa bisa nya ketua kelas malah asik main game di jam kosong seperti ini" ujar ku.


Adit tidak menghiraukan ku,ia masih asik bermain.


"Aku mau ke perpustakaan saja" seru ku sambil beranjak dari bangku ku.


Aku yang belum hapal benar letak perpustakaan mulai bingung. Sekolah ini lumayan besar dari pada sekolah lama ku.


Aku berhenti berjalan dan berbalik arah, hampir saja Adit menabrak ku, ia mengumpat lagi karena game nya.


Aku memberanikan diri merampas handphone nya.


"Apa yang kau lakukan!!!" pekik nya sembari merampas kembali handphone nya.


"Jangan mengikuti ku jika tidak berniat membantu ku untuk mengetahui tata letak ruang yang ada di sekolah ini!!!" pekik ku balik.


Ia sedikit mengomel dan marah pada ku tapi ia akhir nya mau menemani ku.


Kami pun berkeliling sekolah. Aku pun jadi tau letak perpustakaan, UKS, toilet dan lain lain.

__ADS_1


Puas berkeliling kami pun istirahat sejenak di Atap sekolah, lantai 5, baru sampai kami melihat Maharani sedang asik mendengarkan lagu menggunakan headset di handphone nya. Ia terkejut saat menyadari kehadiran kami.


Ia lalu berdiri dan pergi menghindar.


"Kenapa dia pergi saat melihat kita?" tanya ku.


"Mungkin dia risih dan ingin menyendiri" jawab Adit.


"Apa dia memang seperti itu? suka menyendiri?" tanya ku lagi.


"Iya begitu lah, banyak kisah tentang diri nya, terlalu dini untuk kamu tau. Setiap siswa dan siswi di kelas kita itu unik dan memiliki cerita dan sifat beda beda, nanti aku ceritakan" jelas Adit.


"Kenapa tidak sekarang ajja cerita nya mumpung jam pelajaran kosong" seru ku.


"Ya udah, tapi gak semua murid yah, besok besok lanjut, hm kita mulai dari Maharani saja lah, seperti nya kamu sangat tertarik dengan nya?" selidik Adit.


"Eh, gak juga, tapi iya sih, hehe" jawab ku.


"Maharani itu murid terpintar di kelas. Sejak kelas 1 ia selalu juara umum, tapi semenjak masuk dan kelas 2 ini kemampuan nya menurun, tidak ada yang tau kenapa dia berubah seperti itu, ia tidak mau bicara dengan siapa pun, ia pendiam, tidak punya teman dan selalu menyendiri, di kelas 2 ini ia bahkan tidak masuk peringkat 10 besar.


Ini mengejutkan guru dan sebagian murid, aku pun begitu, sudah lama aku menyelidiki ini tapi hasil nya nihil" jelas Adit.


"Jadi siapa peringkat 1 di kelas kita?" tanya ku.


"Hmm, nama nya Maisaroh, tapi ia tidak hadir hari ini" jawab Adit.


"Maisaroh kenapa tidak hadir?" aku terus bertanya.


"Cape juga deh ladeni pertanyaan mu kayak sensus penduduk" ucap Adit kesal.


"Maklumin deh, aku kan murid baru di sini, tenang nanti aku traktir" balas ku.


Adit melanjutkan cerita ya.

__ADS_1


"Maisaroh tidak hadir karena sakit, ada surat dokter nya" ujar Adit.


"Sepulang sekolah aku traktir yah, aku pengen tau lebih jauh tentang murid murid di sekolah ini" ujar ku semakin penasaran.


__ADS_2