
"Ih pelit banget sih, lagian tuh kasus udah kelar kan" protes sumi.
Devan pergi tanpa menjawab Sumi. Seperti nya dia kembali menjadi devan yang dulu, yang sok misterius dan sok cuek.
"Udah ah, biarin ajja" seru ku sembari menggandeng lengan sumi menuju kantin.
"Lapar banget nih, aku mau pesan 2 mangkok ah" ujar ku.
"Wah bumil, makan yang banyak yah, kan makan nya berdua tuh" seru sumiati.
Aku mengacungkan jempol ku.
"Siaap!" jawab ku.
"Aku jadi penasaran dengan orang yang akan kita temui itu" seru sumiati.
"Kita? kan kamu dan devan yang pergi, aku ca memantau kalian dari jauh" jawab ku.
"Apa? devan? sejak kapan aku bilang mau pergi sama dia" seru Sumiati.
"Lah jadi mau sama siapa? syukur syukur dia mau nemenin kamu" ujar ku.
"Iya sih, tapi kalau orang nya ganteng aku gak bisa godain dong tuh cowok kalau sama devan, pasti nanti orang itu mengira devan siapa siapa aku, padahal kan bukan" otak Sumiati mulai berpikir keras.
"Astaga Sumiati, sempat sempat yah mikirin cowok" balas ku sambil menggeleng kan kepala ku.
"Ya dong, aku juga wanita biasa yang membutuhkan sosok seorang lelaki baik dan perhatian, ah membayangkan nya saja sudah membuat ku bahagia" seru sumi bersemangat.
"Haha iya deh, makan dulu yuk, nanti lanjut menghalu nya" jawab ku.
.......🌺🌺🌺.......
Papa menghubungi ku, beliau memberi tahukan jadwal pertemuan ku dengan pemilik villa itu.
Senyum ku mengembang, sedikit lagi villa itu jadi milik ku.
Tiba tiba yugo datang memeluk ku dari belakang.
"Senyum senyum liat chat dari siapa sih?" tanya yugo penasaran.
Aku menutup handphone ku, membuat yugo sedikit curiga.
Aku hanya gak mau yugo tau rencana ku membeli villa itu, aku ingin memberikan nnya suprice.
"Oh, pesan dari papa kok" jawab ku.
"Kok langsung di tutup ponsel nya, seperti takut ketahuan" ujar yugo penasaran.
Aku meletakkan handphone ku di atas nakas.
"Percaya sama aku sayang, aku gak macem macem kok" jawab ku.
"Iya, tapi kamu itu cantik, banyak yang suka jadi aku khawatir" seru yugo cemberut.
"Astaga, aku ini sedang hamil sayang, gak ada waktu deh buat dekat sama yang lain, emang ada yang mau deketin ibu hamil? gak kan, udah deh gak usah mikir macem macem, masalah ponsel aku tutup karena ada privasi ku dengan papa yang cukup kami yang tau, kalau tidak percaya tanya jja papa, kamu percaya kan sama aku" ku tatap mata nya meyakinkan.
__ADS_1
Yugo mengangguk.
"Iya iya" jawab nya sambil mengecup pipi ku.
.......🌺🌺🌺.......
Siang itu aku, Sumiati dan devan sudah berdiri di sebuah restoran mewah yang terkenal.
Aku mengubah penampilan Sumiati agar terlihat lebih elegan.
"Ih cocok gak sih, aku jadi kamu, liat ajja, warna kulit jauh beda, aku sawo mateng ke gosongan malah, lah elu putih kayak cat tembok" ujar Sumiati khawatir.
"Ih gak usah minder begitu, percaya diri dong, udah cantik kok, ya kan devan?" seru ku.
Devan mengangguk.
"Beneran nih?" tanya nya lagi. Kami berdua mengangguk.
Aku duduk di sudut restoran memakai masker dan kacamata menyamar.
Papa menelpon ku lagi.
"Lidya, orang nya sudah datang, pak james nama nya, wajah nya mirip yugo, suami mu, dia memakai jas hitam" ujar papa.
Aku lalu menengok ke arah pintu masuk restoran, ia datang sendirian?
"Oh, iya pah, orang nya sudah datang kok, makasi pah" jawab ku.
Sejak kemarin kemarin Sumiati sudah belajar menjadi aku, seluk beluk tentang keluarga ku dan segala informasi yang di butuh kan jika pemilik villa itu bertanya.
"Sumi, itu orang nya, buruan ke sana" bisik ku.
Sumiati menoleh. Ia terkejut.
"Kok yugo?" tanya Sumiati bingung.
"Ih bukan. Itu bukan yugo" jawab ku.
Sumiati lalu menepuk jidatnya mengingat kejadian dulu pernah salah orang dan menampar nya.
"Aduh lid, bisa batal gak, mampus aku, kamu kok gak bilang sih kalau dia orang nya" protes Sumiati khawatir.
"Loh, aku juga gak tau siapa orang nya, papa juga baru ngabarin, maaf yah sum. Mohon bantuan nya, pliiss" pinta ku.
Devan tanpa kata Langsung menarik tangan Sumiati menuju meja tempat james duduk.
Membuat Sumiati terkejut.
James berdiri menyambut tamu nya.
"Kamu benar anak pak rudi wijaya?" tanya nya.
"Eh, iya, perkenalkan saya lidya wijaya" jawab Sumiati.
"Ah iya, saya sudah tau siapa nama kamu, nama saya james, silahkan duduk dulu" seru james sambil melihat devan.
__ADS_1
"Wah kamu gak sendirian? gak nyangka kamu bawa pasangan, kalau tau saya juga bawa pasangan saya" ujar nya.
Sumiati hanya tersenyum ringan bingung harus berkata apa.
James mulai memperhatikan wajah Sumiati, meski pun sekarang sudah di makeup sedemikian rupa james seperti pernah melihat nya tapi ia tidak ingat.
"Bisa langsung ke inti nya saja? kenapa anda mau menemui saya" seru sumiati di buat elegan mungkin. Berusaha untuk tidak bar bar.
James tersenyum.
"Tidak sabar yah, kita makan dulu, ayo pesan makanan nya" jawab James.
Kemudian james memanggil pelayan dan memesan makanan dan minum.
James sengaja tidak membawa Patria kekasih nya karena tertarik mendengar pak rudi wijaya yang terkenal punya seorang putri.
Tapi rencananya mendekati anak pak rudi gagal karena anak pak rudi membawa pasangan. James belum tau lidya asli adalah istri dari yugo saudara kembar nya, ia juga tidak tau pak rudi wijaya adalah mertua nya yugo.
Mereka makan siang bertiga, dan aku hanya memperhatikan mereka dari jauh, aku pun sibuk sendiri, memesan cemilan aja dan softdrink. Sesekali aku melirik ke arah mereka.
Semoga semua nya lancar.
Sambil mengiris daging stik james memperlihatkan wajah sumiati yang tidak asing.
"Seperti nya kita pernah bertemu, tapi kapan yah?" seru james mengingat ingat.
Sumiati hampir tersedak mendengar james mulai mengenali nya.
"Eh, minum dulu" ujar devan yang berada di samping nya sembari memberi nya gelas berisi air mineral.
Sumiati perlahan meminum air itu.
"Tidak, aku merasa tidak pernah bertemu dengan anda kok" jawab sumi gugup.
"Kamu yakin?" tanya james lagi
Sumiati mengangguk.
"Kulit kamu bagus, eksotis, berbeda dari yang lain" puji james.
"Makasih" jawab sumi.
Tiba tiba Patricia datang dan mengomeli james memakai bahasa nya.
"Sorry honey" jawab james lalu mempersilahkan Patricia duduk di sampingnya.
"Perkenalkan ini Patricia tunangan ku, kami asli nya tinggal di Amerika, di sini hanya liburan" seru james.
Sumiati dan devan pun bersalaman dengan Patricia.
Patricia memperhatikan wajah Sumiati lalu berbisik ke james.
"Wanita ini, yang tampar kamu di taman hiburan bukan?" bisik Patricia.
James melotot. Sekarang dia ingat.
__ADS_1