Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
BTS , back to school.


__ADS_3

Gak terasa liburan telah usai.


Ku pakai lagi seragam sekolah ku pagi itu.


Hari pertama menjadi senior di sekolah, kelas 3 ini.


Semoga gak banyak drama lagi yang terjadi di kelas 3 ini.


Kelas di acak. Seperti biasa jika kenaikan kelas biasa nya kami di pindah pindah kelas nya.


Aku di kelas Xll-1.


Terpisah dari Adit dan bimo, Adit dan bimo di kelas Xll-2, Dimas dan Maharani masih sekelas dengan ku. Ah syukur lah aku terpisah dari anak anak seperti tari yang menyebalkan.


Baru selangkah masuk kedalam kelas.


Semua mata hampir tertuju pada ku.


"Eh itu Lily kan dari kelas sebelah, yang kata nya Op" bisik teman teman sekelas baru ku.


"Ah iya iya, sempat tenar memang dia apalagi dia anggota tim voli" bisik teman yang lain.


"Tebal muka ya, kalo aku pasti udah pindah sekolah, malu banget" bisik mereka.


"Tapi kan dia termasuk murid baru di sekolah kemarin, pindahan dari SMA cahaya kalo gak salah" bisik mereka lagi.


"Benar kah, hebat juga satelit kita nih, tau banyak, terus apa lagi yang kau tau?" bisik Lila.


Aku sedikit menghempas buku cetak matematika yang aku pegang ke meja tukang gosip itu.


"Hey, masih pagi sudah bergosip ajja, aku pasti sangat menarik deh sampai kalian ceritain begitu, suara kalian kurang nyaring, susah juga jadi cantik dan berprestasi, iri bilang bos" pekik ku sambil mengibas rambut ku, rambut ku mulai tumbuh, yang kemarin pendek seperti potongan polwan, sekarang sudah panjang sebahu.


Maharani tersenyum tipis melihat tingkah ku.


Aku seperti terlahir kembali ke Lidya yang dulu, yang kasar dan sombong.


Mereka langsung berhenti bicara.


Jam istirahat merkea kembali menceritakan aku di kantin sekolah.


"Lihat lah, songong banget gaya nya" ujar Lila.


"Dia pasti tajir melintir karena bisa OP sampai bisa berubah seperti itu, sumpah dulu itu dia gendut banget, obesitas deh pokok nya. Dari rambut hingga kaki op semua kayak nya" ujar Sisil.


Si lemot Hana pun berusaha berpikir keras.


"Op itu apaan sih?" tanya nya.


"Masih ada ajja cewe lemot kayak Lo. Op itu operasi plastik!" pekik Lila.


"Oh operasi plastik" seru Hana sok tau. Setelah mencerna perkataan itu dengan baik dia malah histeris.

__ADS_1


"Apa!! operasi plastik!???" pekik Hana. Membuat seisi kantin menoleh ke arah mereka.


Lila sampai harus menutup mulut Hana dengan tangan nya.


Aku pun mendengar nya tapi tidak menghiraukan Mereka.


Lila bernafas lega saat melihat aku cuek saja mendengar nya.


Mereka lalu kompak memukul ringan Hana karena sudah lemot, mulut nya tumpis dan gak bisa di kondisi kan.


Maharani mendekati ku.


"Pulang sekolah kita jadi kan jenguk Mai? setidak nya sebulan sekali kita kesana" ajak Maharani.


Aku hanya mengangguk.


"Orang aneh memang cocok bertemu" bisik mereka saat melihat ku ngobrol dengan maharani dari kejauhan.


"Jadi menurut kalian aku juga aneh?" tanya Bimo tiba tiba muncul di antara mereka.


"Eh, Bimo? kalo kamu ya gak aneh' lah, kan kamu gak dekat sama mereka" seru Lila sembari menunjuk ke arah kami.


"Aku dekat kok, tapi dulu" jawab Bimo santai.


"Apa? dekat sama siapa? Lily atau maharani?" tanya lila gak percaya.


"Sama Lidya, nama asli nya Lily, aku mantan nya waktu di SMA cahaya dulu, aku juga dari SMA cahaya" jelas Bimo.


"Kok bisa, wah seru nih, lanjut dong, jadi kamu sama dia sebelum dia operasi plastik? wah keren banget kamu bisa Nerima apa ada nya" seru Sisil.


Bimo mengangguk.


"Tega banget setelah cantik, dia ninggalin kamu? gak tau diri banget" seru Sisil.


"Eh gak gitu juga konsep nya, duh gimana sih jelasin nya" Bimo mulai panik.


"Bimo keren banget" puji Hana.


"Bukan saat nya mengagumi, lemot" protes mereka ke teman nya yang rada minus itu.


Gak membutuhkan waktu yang lama gosip kalau Lidya mantan kekasih nya Bimo pun tersebar di seantero sekolah.


Grup WhatsApp mereka membahas itu.


Sekelas menjadi trending terbaru.


Aku yang gak tau apa apa kena serbu netizen saat berjalan di koridor.


"Eh Li, kamu benar mantan nya Bimo, si anak baru yang merebut juara umum itu" tanya mereka.


"Apaan sih, kalian pasti kurang hiburan yah sampai sampai ngarang cerita seperti itu" pekik ku.

__ADS_1


"Kok ngarang sih, Bimo sendiri yang bilang" seru mereka.


Aku mendengus kesal sambil tangan ku mengepal keras.


Aku datangi kelas Bimo dan mengajak nya bicara di luar.


"Heh Bimo. Aku nda ngerti lagi deh sama kamu, untuk apa kamu ngarang cerita kalau kita itu pernah pacaran? kok bisa aku jadi mantan kamu? kita kan gak pernah pacaran ,heyy, sadar Bimo. Kita gak sedekat itu" bentak ku.


"Hanya itu cara agar semua orang tau kita pernah dekat" jawab nya.


Aku menghela nafas berat.


"Apa penting kita dekat atau tidak. Apa penting mereka tau!!!" pekik ku.


"Bagi ku penting!!! aku gak mau menyesal lagi" balas Bimo.


"Biarkan aku hidup tenang Bim, jangan merusak suasana. Jangan membuat ku tambah membenci mu, cukup aku sabar dengan semua ini" balas ku sembari pergi meninggalkan nya.


Dimas menatap ku khawatir.


"My honey baby sweety, kamu kenapa murung" Dimas tiba tiba datang di hadapan ku.


"Aku sedang ingin sendiri dim, tolong pergi lah" usir ku.


Dimas mengeluarkan roti dan minuman botol.


"Makan lah, loe rese kalo lagi lapar" ujar Dimas sembari berlalu pergi tanpa sempat aku menolak nya.


Aku kan gak lapar, dasar Dimas aneh.


Tapi akhir nya ku makan juga.


Ku raih roti itu, tersenyum kecil lalu memakan nya.


......🌺🌺🌺......


6 bulan kemudian.


Gak terasa banget tinggal 6 bulan lagi sekolah di sini. Ah masa putih abu abu yang penuh drama. Ku pandangi langit dari bawah. Taman sekolah.


Sepulang sekolah putra langsung menemui ku.


"Lid, kamu mau tau siapa dulu yang nyebarin aib mu operasi plastik?" tiba tiba putra membahas masa lalu.


Aku terkejut dan di sesaat.


"Dulu aku sangat penasaran tapi seiring berjalan nya waktu dan ternyata aku baik baik saja hingga saat ini, aku sudah gak peduli lagi dengan siapa pelaku nya" jawab ku.


"Oh, syukur lah kalo begitu" jawab putra.


"Tapi kalo kamu mau kasi tau siapa juga gpp kok" balas ku.

__ADS_1


"Pelaku nya adalah raja dari sekolah ku. Dia berniat balas dendam karena kamu dia Dan Reno bertengkar saat itu, awal nya dia panggil kamu ke hotel kan? niat nya mau perkosa kamu, tapi kamu gak datang karena kamu tidak takut pada ancaman nya itu, jadi dia pun membeberkan identitas asli mu itu ke publik. Akhir juga gak tau dia dapat dari mana berita tentang kamu operasi plastik, aku tidak pernah menceritakan nya pada siapa pun, Reno pun sangat terkejut mengetahui Lily adalah Lidya yang dulu gendut dan sempat dia bulli juga" jelas putra.


__ADS_2