Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
Bela diri.


__ADS_3

Siang ini, panas terik. Yugo mengantar ku ke kampus lagi. Seperi biasa aku mencium tangan nya.


Ini hari pertama aku keluar rumah memakai hijab.


"Masya Allah cantik sekali bidadari surga ku ini" puji Yugo senang.


Aku tersenyum malu dan melambaikan tangan ke arah nya.


Aku jadi senyum senyum sendiri mengingat kejadian semalam dan selepas subuh.


Ada kebanggaan tersendiri.


Ada bahagia yang gak bisa di ungkapkan dalam kata kata.


.......🌺🌺🌺.......


"Masya Allah cantik banget kamu,akhirnya berhijab juga, aku pangling loh, aku pikir wanita cantik dari mana tadi ini" puji sumi saat aku masuk kelas bersama nya.


"Ah bisa ajja kau ini" balas ku.


Dosen datang dan kami berhenti ngobrol.


Siang nya.


Aku berjalan di koridor kampus membawa buku, di samping ku ada Sumiati. Kami hendak makan di kantin.


Dari jauh aku menatap ke arah sudut meja. Ada Devan lagi di sana.


Ia tersenyum ke arah ku tapi aku lagi lagi tidak membalas senyuman nya.


Tatapan ku datar.


Sumi menepuk pundak ku.


"Eh kok malah bengong sih, ayo duduk. Hobby banget deh kamu melihat ke meja di sudut itu, ada apa sih?" tanya sumi.


Aku menggeleng dan langsung duduk di samping sumi. Kami makan bakso dan es teh kali ini. Ku masuk kan buku ku ke dalam tas agar tidak kena cipratan makanan atau minuman kami.


"Bawa buku terus, baca apa sih?" tanya sumi.


"Ah, novel biasa kok, hampa ajja kalau gak baca novel. Hiburan" seru ku.


"Oh" sumi mengangguk.


Aneh kenapa devan selalu duduk di sana? apa itu tempat favorit nya? ah bukan urusan ku. Mulai sekarang aku tidak akan penasaran lagi. Karena terkadang rasa penasaran itu lah yang membuat hidup ku tidak tenang. Aku harus fokus belajar, fokus di kehidupan rumah tangga ku.


"Hey, bakso nya kok gak di makan? keburu dingin tuh" seru sumi membuyarkan lamunan ku.


"Eh, iya bentar" jawab ku.


Bakso di sini memang paling enak.


"Eh ngomong-ngomong, soal cerita horor, ada cerita horor lain lagi ini di kampus ini selain wanita yang bunuh diri di dalam toilet.


Ada seorang pria keracunan makan saat makan di kantin ini. Ia meninggal di tempat, tidak sempat di bawa ke rumah sakit.

__ADS_1


Kabar nya, hantu pria itu bergentayangan di kampus ini. Mungkin karena kasus nya pembunuhan nya tidak terungkap. Apa lagi pihak keluarga nya sudah pasrah. Dia sering muncul tiba tiba, di sekitar kampus, mengagetkan mahasiswa di sini.


Tapi kabar nya kasus ini ditutup karena tidak menemukan pelakunya. Kejadian nya sudah lama sekali sekitar 10 tahun yang lalu gitu deh" ujar sumi tiba tiba" seru sumiati.


Aku menatap Sumiati dan devan bersamaan. Seketika bulu kuduk ku merinding.


"Dapat info dari mana sih, kayak satelit ajja deh kamu ini sum, cepet banget dapat kabar berita entah itu hoax atau gak" protes.


"Haha ya kali satelit, tapi serius loh, cerita ini sudah lama beredar seantero kampus" jawab sumi.


Aku menatap devan lagi, dia sudah pergi.


"Hem gitu"Seru ku sambil melanjutkan makan.


Setelah selesai makan di kantin.


"Aku ke toilet dulu yah sum, kamu duluan ajja" seru ku.


Aku menuju toilet karena kebelet pipis.


Selesai buang air aku bercermin di depan westapel.


"Mahasiswi baru yah?" tiba tiba seorang wanita menegur ku.


Aku terkejut.


"Eh, maaf, aku mengagetkan kamu yah" ucap nya tidak enak.


"Gpp kak, Bukan mahasiswa baru juga sih, sudah hampir 1 semester lah" jawab ku.


Ku rapikan hijab ku.


"Aku duluan yah kak ,masih ada kelas" seru ku pamit.


Ia tersenyum dan mengangguk.


Sepanjang jalan kok sepi sih, biasa nya rame.


Ku percepat langkah ku menuju kelas.


Sumi sudah duduk manis meja paling depan.


"Lama banget, lo hampir terlambat loh, dosen kita kali ini killer banget" ujar sumi.


"Killer? perasaan gak ada dosen killer deh di sini" ucap ku.


"Ih ada, Liat ajja nanti" seru sumi.


Tidak lama kemudian dosen datang.


Hadeh Sumiati pasti mengerjai ku, ini kan pak raihan, dan beliau dosen tegas, bukan killer seperti kata Sumiati.


Dengan Khidmah kami belajar.


Selesai kelas, aku merapikan buku buku ku. Ku masukkan ke dalam tas.

__ADS_1


Tiba tiba ada wanita dari luar kelas masuk mendatangi ku.


"Heh, Gatel lu yah deketin bimo" ujar nya sambil menyentil jidat ku.


"Apa apaan ini? kau menuduh ku gatal? jangan gila yah, bimo itu sahabat ku sejak SMP! cuma sahabat dan aku juga sudah menikah jadi, gak ada alasan aku untuk dekat siapa pun! puas!" balas ku.


"Apa? sudah menikah, dengan siapa? jangan bohong kamu!" pekik lena, teman yang sama jurusan dengan bimo.


"Duh ngapain sih aku bohong? gak ada waktu!!" ucap ku sembari melangkah menjauh meninggalkan nya.


Ia menarik hijab ku hingga hampir terlepas.


"Tumben berhijab, gak pantes, aku liat sendiri kamu pernah makan berduaan dengan nya di kantin dan jajan di luar, iya kan!" bentak nya.


Aku membetulkan hijab ku.


Aku terpaksa menggunakan ilmu bela diri ku untuk membuat nya berhenti bersikap di luar batas.


Tangan nya aku pelintir ke belakang.


"Aduhh"! keluh nya kesakitan.


"Iya , kamu benar, memang nya kenapa? kamu siapa nya, aku cuma sahabat lama nya, wajar kadang bertemu dan ngobrol, salah nya di mana?" balas ku.


"Aku pacar nya!" pekik lena menahan rasa sakit di tangan nya yang aku tekan kuat.


"Apa? pacar?" seru ku. Aku pun tersenyum sinis.


"Kau salah orang untuk cemburu!" Ucap ku dan melepas tangan nya, sambil scroll galeri dan memperlihatkan foto ku menikah dengan yugo.


"Aku sudah menikah, dengan dosen pengganti saat itu, pak yugo, puas!!!" balas ku.


"Oh, ya udah kalau begitu jaga jarak dong sama lawan jenis, kan udah nikah dan udah berhijab juga" jawab nya.


"Ok" jawab ku singkat lalu pergi meninggalkan nya.


Selalu saja pacar bimo menyusahkan aku.


Aku tersenyum kecut.


"Wih, keren banget gaya lo tadi, sumpeh, gak nyangka aku" seru sumiati kagum.


"Ah biasa saja, itu hanya bela diri biasa, meski kita perempuan kita harus bisa bela diri untuk berjaga jaga dari orang jahat di luar sana" jawab ku


Sumi semakin mengagumi ku.


Aku berhenti sejenak.


"Ada apa?" tanya sumi karena aku tiba tiba diam dan berhenti berjalan.


Devan, melamun tangan nya dari kejauhan.


Sumiati melihat ke arah mata ku memandang.


"Liat apa sih?" tanya sumi penasaran.

__ADS_1


Aku menunjuk ke arah devan berdiri.


"Apa kau mengenal nya?" tanya ku.


__ADS_2