Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
Bab 56.


__ADS_3

Sore itu aku pulang dengan kelelahan yang luar biasa. Satpam membukakan gerbang saat melihat ku datang.


Ku parkir mobil ku ,lalu bergegas masuk ke dalam rumah.


"Ah lelah nya," keluh ku.


Terlihat putra di depan pintu rumah seperti orang kebingungan.


"Hey, cari apa?" tanya ku.


"Cari kamu lah, kenapa baru pulang, tumben lambat" jawab nya


"Aku latihan voli", kata ku singkat.


"Oh gitu, sejak kapan kamu hobby olahraga" tanya putra lagi.


"Sejak negara api menyerang, udah ah wawancara nya, cape banget aku" ujar ku sambil berjalan lunglai ke atas kamar ku.


Setelah mandi aku langsung berbaring dan tertidur.


Keesokan harinya aku bangun pagi, ku lihat putra sudah rapi.


"Mau kemana? ini kan hari Minggu?", tanya ku.


"Gak kemana mana, suka ajja pake baju ini" kata nya polos.


"Tapi ini kan di rumah, putra.... masa pake kemeja begitu" ujar ku sambil menahan tawa.


"Lah emang gak boleh?" tanya nya sambil mengajak ku turun.


Aku yang masih berantakan, rambut acakan, dan belum mandi pun protes.


"Aku belum mandi putra....!" pekik ku.


"Ya udah mandi gih sana" ujar nya.


Aku pun kembali ke kamar ku.


Ketawa dosa gak yah, lucu banget liat penampilan putra di rumah, rambut nya rapi di sisir ke samping seperti hendak ke acara pesta kondangan.


Selesai mandi putra mengajak ku sarapan, mama nya sudah masak kata nya.


Aku lihat papa sudah duduk di sana.


Kami berempat pun sarapan.


Papa melahap makanan nya dengan bahagia karena itu masakan Tante Mona.


"eum, enak banget sayang" ujar papa.


Tante Mona tersenyum.


"Terima kasih mas" jawab nya.


Sungguh pemandangan yang menjijikkan.


"Baper Lo ya, ekspresi wajah mu kok begitu?" bisik putra.


Aku tertawa sinis.


"Gila lu" jawab ku.


Selesai sarapan aku keluar rumah menghirup udara pagi yang cerah.


Ini jam 7.30. Ketika masih gendut biasa nya aku Bangkong dan hampir jam 12 siang baru bangun.


Semenjak berubah, kebiasaan ku pun berubah.


"Hari ini aku mau ke rumah Bimo, kerja kelompok. Kamu mau ikut?" tawar putra.


Aku berpikir sejenak.

__ADS_1


"Ada Siska?", tanya ku.


"Gak deh kayak nya karena beda kelompok" jawab putra.


"Hem...." belum sempat ku jawab putra berkata lagi.


"Ini kesempatan baik untuk mu, jujur lah padanya, beri tahukan siapa kau sebenarnya, aku yakin dia akan menerima perubahan mu" ujar putra.


"Aku takut" jawab ku.


"Jangan takut, aku ada bersama mu, tapi keputusan ada di tangan mu" ucap nya.


Aku akhir nya mengangguk.


"Jam berapa pergi nya?" tanya ku.


"Selepas Dzuhur, jam 1" jawab putra.


"Baik lah", jawab ku mantap.


Aku harus jujur meski pun terlambat, aku harus mendapat kan kembali sahabat ku itu.


Menjelang siang putra ke masjid seperti biasa untuk sholat Dzuhur.


Sementara aku bersiap siap untuk ikut putra ke rumah Bimo.


Jujur aku gugup sekali.


Sepulang putra aku pun sudah bersiap-siap.


Ku lirik jam pukul 12.40.


Ku ambil tas dan handphone ku.


Ku geser pintu kaca menuju balkon kamar ku.


Ku tenang kan diri sesaat sebelum bertemu lagi dengan Bimo sebagai Lidya bukan Lily.


Aku pun membuka nya.


"Sudah siap?" tanya nya.


Aku pun mengangguk.


Kami sama sama turun. Setelah pamit ke papa dan mama kami pun pergi.


Putra ke garasi mengambil mobil nya.


Aku menunggu di depan rumah.


Ku gigit kuku ku karena gugup.


Putra datang dengan mobil nya.


Perlahan Aku naik.


Mobil melaju perlahan, satpam membukakan pintu gerbang rumah ku.


Kami melewati jalan sekitar rumah yang banyak pohon rindang nya. Salah satu spot jalan favorit ku.


Rumah Bimo tidak jauh.


Kami pun sampai. Sudah ada beberapa teman sekelompok mereka di sana.


"Sudah, tenang saja, jangan cemas" ujar putra menenangkan ku.


Aku mengenal mereka. Karena teman sekelas ku dulu.


1 kelompok ada 5, dan di kelompok putra semua nya laki laki.


Ada Baim dan kawan kawan. Teman sekelas yang suka membully ku dulu.

__ADS_1


Dengan langkah gontai aku mengikuti putra dari belakang.


"Wey bro, liat tuh si putra bawa siapa, cewek nya cantik bener, diam diam bucin juga anak itu ya" tawa renyah mereka.


"Itu adik nya putra" jawab Bimo saat melihat kami mendekat.


"Wah, mantap dong, bisa nih" lirik Baim ke teman teman nya.


Aku telah tiba di sana. Putra langsung nimbrung ke yang lain.


Nomun kucing kesayangan Bimo mendekati ku. Aku pun mengelus kepala nya. Ku gendong nomun.


"Ah rindu nya, nomun" ujar ku menahan haru.


Bimo menatap ku heran.


"Kenapa kamu tau nama kucing ku?" tanya nya.


Aku hanya tersenyum tidak menjawab.


Mereka pun mulai mengerjakan tugas kelompok mereka. Putra dan Bimo yang jenius jadi paket komplit di kelompok ini.


Aku hanya asik bermain dengan nomun.


Dia mengigit gemas tangan ku.


Bimo menatap ku yang sedang bermain dengan nomun.


Dia heran kenapa nomun langsung bisa manja dengan ku. Sedang kan sama teman teman Bimo yang lain nomun tidak mau bermain. Pada Siska pun nomun tidak mau justru menghindar.


"Putra, aku keluar sebentar yah" kata ku sambil meminta kunci mobil.


"Ok" jawab nya singkat sambil terus melanjutkan kerja kelompok nya.


Aku meletakkan nomun ke dekat Bimo.


Dan tersenyum manis ke arah Bimo.


Bimo membalas senyum ku. Ada desiran aneh di hati nya.


Ku lajukan mobil ku ke sebuah minimarket untuk membeli cemilan dan soft drink.


Aku juga beli jajanan di luar dan Beli pizza.


Setelah ku rasa cukup, aku pun kembali ke rumah Bimo.


Melihat ku bawa banyak makanan membuat Bimo ingat pada ku yang dulu, si gendut yang kuat makan.


Melihat ku kesulitan, Bimo pun menghampiri ku untuk membantu ku membawa semua makanan itu.


Mereka pun kegirangan melihat banyak makanan, membuat mereka semakin semangat untuk kerja kelompok nya.


Putra memberi ku jempol.


Kami pun rame rame makan. Baim dan yang lain nya terus menggoda ku.


"Sekolah di mana? sudah punya pacar belum?" tanya Baim.


Putra langsung menjitak kepala Baim.


"Dia sekolah di SMA pelita, jika ingin dekat dengan nya hadapi aku dulu" tegas putra.


"Uhh takuut" ejek Baim.


Menjelang sore putra kembali pamit untuk sholat Ashar di masjid.


Bimo terus menatap aneh ke arah ku.


Sekilas info, author tidak up untuk beberapa hari ke depan, di karena kan kesibukan kerja author di dunia nyata yang lembur bagai kuda. Mohon bersabar.


Insya Allah akan di lanjutkan selesai lebaran. Terima kasih untuk pembaca setia. Semoga kita semua senantiasa sehat selalu. Aamiin. Selamat menunaikan ibadah puasa, manfaatkan sisa terakhir Ramadhan. Dan selamat hari raya idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.

__ADS_1


__ADS_2