Karena Cinta

Karena Cinta
Part 105#MENJADI PELAYAN RANJANG


__ADS_3

Bukannya minta maaf karena telah menyalahkan aturan kontrak kerjasama. Wanita itu justru semakin berani menerobos semua batasan yang ada bahkan tanpa peduli dengan kehormatannya sendiri. Sangat disayangkan terlebih lagi memiliki tubuh indah menjadi alasan kemudahan dalam berbisnis.


Mungkin dia lupa jika di dunia ini banyak pria bermata keranjang yang rela menukar kepentingan bisnis menjadi kepuasan pribadi. Atau memang sengaja merayu hanya untuk mempermudah perjalanan karier tanpa berpikir panjang. Tentu saja ada alibi tersendiri.



Godaan ada di depan mata dan sebagai pria normal tentu saja tubuhnya panas dingin menikmati tontonan gratis di depan mata tanpa penghalang apapun. Apalagi ketika mengingat di rumahnya hanya ada istri yang sudah tua dan tak pandai merawat diri. Gejolak jiwa nafsu meningkat tanpa bisa ditahan.



"Apa kamu tidak takut suamimu tahu tentang semua ini?" lirikan mata terus menelusuri lekukan tubuh yang begitu membutakan hati nurani. Semakin menahan diri justru membuat adrenalin siap meluncur menerkam wanita di depannya itu.



Senyum miring bersambut gerakan gemulai beranjak dari tempat duduk. Langkah kaki maju dengan tangan melucuti setiap benang yang menutupi pahatan di balik pakaian. Tidak ada kata mundur, apalagi ketakutan selain kepastian siap melayani tanpa banyak alasan.


Ruangan dingin nan menyebarkan aroma lavender membangkitkan jiwa kedua insan ke tahap siaga menerima serangan. Sentuhan tangan menarik kebersamaan tanpa keraguan, "Tuan Dendy, siang ini hanya milikmu dan sebagai gantinya, maka Anda tidak boleh meneruskan tuntutan. Apa Anda setuju?"


Wanita itu begitu menggoda apalagi dengan sukarela duduk dipangkuan sang pria memainkan jemari menari di atas dada yang tertutup kemeja. Senyuman menawan tanpa sungkan ditawarkan sebagai permulaan mengarungi panasnya siang dalam pertikaian ranjang. Apa ia masih waras?


__ADS_1


Diraihnya tangan lembut dengan kuku bercat putih, lalu ia kecup sepenuh hati seraya menghirup aroma parfum yang begitu menenangkan. "Okay, layani aku selama seminggu dan kamu bebas dari tuntutan. Deal?"



Dasar pria gila! Seminggu, dia pikir aku ini wanita apa? Sudahlah, Hazel. Seenggaknya sekarang kamu sudah bisa tenang dengan pria bangka ini menyetujui pembatalan tuntutan. Cuma seminggu masih aman.~keluh batin si wanita tetapi tangan terus berkelana menyanggupi syarat dari kliennya.



Untuk perkara ranjang tentu ia tidak pernah kewalahan karena selama ini selalu hanya mendapatkan kepuasan dari sang kekasih bayaran saja. Baginya tidak ada pria seperti Andreas, meski untuk meneruskan karier harus rela memberikan pelayanan ranjang. Tentu saja tidak masalah selama itu berakhir dengan keuntungan lebih.




"De, kamu juga perlu tahu kalau beberapa pendapat ulama Islam mengenai tafsir ayat Surat An-Nisa ayat 3 dilansir dari buku Hukum Perkawinan. Sayyid Quthb dalam Tafsir Zhialil Qur'an, mengatakan bahwa Surah An-Nisa ayat 3 bersifat mutlak, tidak memberikan batasan keadilan. Maka yang dituntut oleh ayat itu adalah keadilan dalam seluruh bentuk dengan pengertiannya.


"Misal berkenaan dengan masalah mas kawin, serta urusan lainnya seperti jika menginginkan pernikahan karena harta bukan cinta. Hal-hal semacam itu harus ada keadilan yang jelas. Pada Tafsir Al-Jalalain diuraikan makna adil dalam poligami, yakni bukan hanya mengenai nafkah tetapi juga dalam hal giliran mengunjungi para istri.


"Jangan mentang-mentang istri muda lebih bisa memuaskan, lalu sebagai suami hanya memberikan nafkah batin sekali seminggu saja. Dilansir dari buku Fiqh Munakahat oleh Abdul Rahman Ghazaly, ulama Rasyid Ridha memandang poligami lebih banyak membawa risiko atau mudharat daripada manfaatnya. Sebab ada rasa cemburu, iri hati, juga mengeluh dalam fitrah manusia."


Jelas seorang pria paruh baya yang menasehati adik seperguruannya dengan serius sebab sang adik memiliki niat ingin melaksanakan poligami hanya karena pernikahan pertama masih belum dikarunia momongan. Padahal sudah menikah selama tiga tahun tetapi Allah belum mempercayakan rezeki anak sebagai keberkahan keluarga.

__ADS_1


"Watak ini akan mudah muncul dalam kehidupan keluarga poligami. Sehingga konflik bisa saja terpicu dalam hubungan berpoligami dan membahayakan keutuhan keluarga. Bukannya ini sama saja menambah beban di pundak? Dijelaskan juga bahwa hukum asal pernikahan menurut Islam adalah monogami.


"Karena sifat cemburu, iri dan mengeluh lebih mudah diredam dalam hubungan monogami. Jangan juga berpedoman bahwa istri harus mengizinkan suami melakukan poligami dengan alibi kalau memberikan kemudahan atas urusan suami, maka istri pasti masuk surga. Salah satu pertanyaan yang sering aku dengar, 'Apakah benar istri yang mengizinkan suaminya poligami dijamin masuk surga?'.


"Disini perlu kita tekankan bahwa dalam ajaran Islam, dibolehkan poligami dengan syarat yang sangat ketat. Artinya, membina rumah tangga adalah ajang kita masuk surga, tapi apabila ada yang sakit hati, tidak ikhlas dan lain-lain, maka ini menjadi masalah dalam keluarga maupun di masyarakat."


Sesaat berhenti meneruskan penjelasannya sebab orang bicara panjang kali lebar juga haus. Jadi ia meraih cangkir teh yang sudah tinggal separuh, seruput kehangatan menghantarkan kelegaan di tenggorokan. Lalu menghela napas membiarkan sisa ketegangan terhempas melepaskan diri dari keseriusan diri.


"Kuharap kamu bisa paham dan inilah yang perlu digaris bawahi, bahwa poligami bukan anjuran, tapi jalan keluar bagi permasalahan yang ada dalam keluarga atau di masing-masing pribadi. Apa istrimu rela dipoligami atau dengan keputusan ini maka kamu bisa menjamin wanita pertama masuk surga?


"Jaminan masuk surga sudah pasti bukan satu hal tentu. Jadi, poligami bukan mengantarkan perempuan masuk surga, karena masuk surga atau tidak itu tergantung dari suaminya. Apakah suaminya sudah berlaku adil atau belum, apakah suaminya juga orang yang taat beriman serta saleh dalam arti sesungguhnya yang bisa mengantarkan keluarga ke surga.


"Jadi, masuk surga atau neraka itu adalah hal yang pribadi. Memang, baik keluarga, sanak famili, orang saleh bisa mengajak kita masuk surga. Tapi amal ibadah dan niat tulus-lah yang akan mengantar umat Muslim ke surga. Saat sudah menjadi istri, maka jadilah istri yang baik dan bisa membahagiakan suami, anak, dan keluarga. Di sini dia akan masuk surga."


Terlalu mudah meminta persetujuan tanpa mau mendengarkan kebenaran kehidupan yang fana. Sebagai manusia biasa seringkali mengabaikan hak orang lain dan mengutamakan kepentingannya sendiri. Pertanyaannya adalah kita ini termasuk manusia yang seperti apa?


"Pulanglah dan tanyakan pada istrimu, apa dia apakah ia rela bila dihadiahi wanita lain untuk mendampingi suaminya. Ingatlah jika memang harus dimadu maka kerelaan harus ada di dirinya. Masuk surga itu mendekatkan diri ke Allah dan taubat adalah jalan yang tepat untuk masuk surga. Mudah-mudahan keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah dengan satu istri dan anak-anak yang bisa membangun masyarakat yang sejahtera. Aamiin." pria paruh baya mengakhiri obrolan berat agar sang adik seperguruan memiliki pemikiran dewasa dalam menjalani kehidupan yang singkat.


Bagaimana ia tidak merasa tertampar ketika orang-orang disekitarnya dengan terang membahas masalah poligami. Setiap kata terus terngiang-ngiang berputar di dalam benak pikiran. Tidak ingin terus kepikiran tetapi sudah terlambat mengetahui aturan yang ada di dalam islam. Poligami menjadi pilihan dan bukan tawaran.


"Apa iya aku harus jujur dengan istri keduaku?" menggelengkan kepala menepis pemikiran yang tidak bisa diharapkan.

__ADS_1


__ADS_2