
Tidak ada lagi perdebatan selain langsung mengambil tindakan dimana kedua bersaudara melakukan hal semestinya dengan membawa Ocy bersama mereka berdua. Setiap pergerakan sudah direncanakan sehingga bisa dipastikan akan mendapatkan hasil maksimal, begitulah harapan yang dimiliki hati dengan sisa asa. Takdir harus memberikan keinginan tanpa meminta balasan.
Kepergian ketiga insan dari hostel begitu lancar tanpa halangan, sedangkan di sisi lain keluarga anggota Putra masih duduk bersama meski sekedar melakukan obrolan ringan. Apalagi mereka terlihat menikmati suasana sekitar dengan pemandangan terbuka dari dalam ruangan bahkan anak-anak juga memiliki kesibukan baru sehingga tidak menjadi ketegangan.
Namun ketenangan milik beberapa insan nyatanya tak seperti perasaan yang membelenggu hati seorang pria di tengah pertemuan. Dimana pria pemilik tubuh kekar dengan wajah dewasa penuh kharisma disibukkan memikirkan nasib perusahaan meski ia tak mengkhawatirkan akan masalah yang menghadang tapi masih ada kebimbangan atas pembelian aset terbaru di negara tempatnya berlibur.
"Tuan, apa Anda sudah memutuskan bagaimana nasib para karyawan? Saya selaku wakil dari para pekerja sangat mengharap belas kasih dari Anda sebagai pemilik perusahaan yang baru." seorang wanita muda yang berstatus sebagai wakil direktur di perusahaan Diamond Star sengaja menemui atasan barunya demi orang-orang.
Wanita itu merasa jika pria di depannya bukanlah sembarang orang dan ia meyakini bahwa bos baru pastilah orang besar. Siapapun yang memiliki uang bisa membeli Diamond Star Company tapi untuk membuat pemilik lama setuju menjual perusahaan bukan hal mudah. Selama ia bekerja, dia tahu benar akan sifat serakah dan dominan sang bos lama.
Meski begitu, jujur saja hati pun merasa was-was. Bagaimanapun dari sebuah situasi maka akan memiliki dua jalan dengan sudut pandang berbeda. Seperti ketika ia memikirkan bos baru mungkin orang baik, lalu masih ada kemungkinan sebaliknya. Manusia memang memiliki kepribadian unik dengan banyak karakter.
__ADS_1
Apa yang diharapkan belum tentu bisa dijadikan sebuah kenyataan tapi ia tak pernah ingin menyerah sebelum berusaha sebaik mungkin. Apalagi mengingat banyaknya karyawan yang bekerja sebagai bawahannya, ia sendiri harus memperjuangkan hak setiap pekerja demi kebaikan bersama. Akan tetapi, wanita itu masih belum mengenal tentang pria dewasa di depannya.
Seulas senyum samar tersungging menghiasi wajah tampan meski tak menunjukkan emosi hati yang menghadirkan pemahaman akan situasi di sekitarnya, "Nona Seina, aku senang dengan dedikasimu sebagai seorang atasan yang melindungi hak bawahannya. DS company bukan hanya sebagai perusahaan cabang di negara ini nantinya tapi aku ingin membuat Diamond Star sebagai icon penghargaan terbaik setiap tahunnya."
"Anggap saja seluruh karyawan tetap bekerja di DS company, lalu apa nona Seina bisa menjamin kesetiaan mereka terhadap kepemimpinanku?" apa yang dirinya katakan bukan sebuah sindiran karena ia hanya ingin mendapatkan pernyataan dari pertanyaannya.
"Jika tuan ingin saya menjamin seluruh karyawan, hal ini tidak bisa dilanjutkan. Kecuali beberapa karyawan yang memiliki posisi penting dan para pekerja di dalam daftar file bersih. Saya siap menjamin mereka sedangkan pekerja lainnya, tuan sendiri bisa membuat pengaturan agar memiliki karyawan yang bisa dipercaya." jelas Seina secara terus terang tanpa menutupi apapun pada atasan barunya.
__ADS_1
Wanita itu hanya mengikuti kata hati agar tidak melakukan kesalahan fatal. Semenjak duduk di depan si bos, ia merasa begitu tersudut meski masih bisa bersikap tenang. Ada sesuatu yang logikanya sendiri menolak menafsirkan firasat hati, apapun alasan di balik aura intimidasi, ia sudah berusaha menyelamatkan pekerjaan dari para bawahan. Langkahnya bahkan terlalu maju tanpa memikirkan resiko jika sampai mendapat penolakan.
Penjelasan sekaligus jawaban Seina cukup masuk akal bagi si pria yang melihat ketulusan dari seorang wakil direktur. Ia sendiri hanya ingin menguji sejauh apa niat dan tekad dari wanita yang dengan terang-terangan mengharapkan kebaikan untuk banyak orang. Kini sudah jelas untuk memberikan satu kesempatan demi menyalakan sinar harapan, apalagi ia tak berniat melakukan pemutusan hubungan kerja pada para karyawan di perusahaan Diamond Star.
"Permisi, Tuan. Maaf, saya menganggu," seorang pria dengan penampilan sebagai pengawal tiba-tiba datang menyela pertemuan dan langsung menyerahkan benda pipih di tangannya kepada sang majikan. "Nona muda ingin berbicara sesuatu pada Tuan."
"Makasih, siapkan mobilnya! Aku akan segera datang," diterimanya ponsel milik sang pengawal, lalu ia beranjak dari tempat duduk, kemudian mengalihkan perhatian sekilas ke arah Seina. "Diamond Star company akan menjadi Almaira company. Kalian masih bekerja jika memenuhi persyaratan terbaru, sampaikan hal ini pada seluruh karyawan!"
Al menjauhkan diri dari Seina seraya mendengarkan celotehan manja dari seberang dimana panggilan dari sang putri menghentikan pertemuan tanpa menunda keputusan. Langkah kaki tak terhentikan meninggalkan tempat pertemuan dan membuat Seina kembali menikmati kesendirian di tengah keramaian. Wanita itu akhirnya bisa bernapas lega.
__ADS_1
"Bagaimana pria pilihanku, bukankah dia sempurna, Seina?" teguran dari arah belakang mengambil sisa kesadaran Seina yang enggan menoleh kebelakang.