
Tangan putih dengan jemari lentik tetapi tanpa polesan cat kuku menunjuk ke arah panci khusus yang bisa menahan panas dimana panci itu berisi sup buntut. Salah satu makanan favoritnya akan selalu menjadi tujuan pertama di setiap kesempatan. Melihat pilihannya, sang mama dengan senang hati menuangkan kuah beserta isian sup ke dalam mangkuk kaca.
Wanita dewasa yang terlihat awet muda begitu menikmati tugasnya menjadi seorang ibu rumah tangga dan melayani satu per satu anggota kesayangannya sehingga menciptakan suasana makan siang bahagia. Akan tetapi tak seorang pun menyadari emosi hati milik tuan muda kedua keluarga Putra dimana pria satu itu justru mengingat setiap ucapan Bima.
Siapa sih yang mau tenggelam di kehidupan masa lalu? Tentu tidak seorangpun termasuk dirinya. Hanya saja takdir seperti asyik bermain petak umpet dengannya, lalu harus bagaimana agar semua kembali menjadi baik. Ia sendiri pun tidak bisa berbuat banyak selain bertahan untuk tetap waras.
Pikiran yang melanglang buana nyatanya tidak mengurangi konsentrasi Al dari dunia sekitarnya, pria itu bahkan masih mendengarkan dengan seksama cerita Bunga mengenai kerja sosial selama beberapa hari terakhir. Perkembangan tingkat pengendalian diri semakin meningkat meski masih rentan.
"Om, apa Bunga bisa jadi sekertaris ka Bryant sebagai anak magang?" Bunga menghentikan kegiatannya dan justru fokus menatap sang paman tercinta.
__ADS_1
Sebenarnya ide yang menjadi solusi pertama didapatkan dari hasil diskusi bersama kakaknya. Setelah berdebat cukup alot mirip barulah sang kakak bersedia menyediakan tempat di kantor untuknya tapi dengan catatan mendapatkan izin secara resmi dari wakil CEO sendiri. Hal itu juga untuk mengurangi tingkat resiko halangan di masa mendatang.
Al menaikkan alis kanannya, "Apa aku tidak salah dengar? Magang jadi sekretaris Bryant, sepertinya kakak beradik sudah membuat keputusan. Jika begitu, kenapa memerlukan persetujuan ku? Kakakmu itu, CEO nya."
"Emmm, om bener, cuma ka Bry tidak salah juga. Kakak bilang, meski jabatan lebih tinggi dia, itu bukan berarti bisa melangkahi yang lebih tua. Nah, di perusahaan yang masih ikut andil kan hanya om sedangkan papa Angkasa pensiun dini. So, Bunga mau dapat restu dari om." jelas Bunga tanpa keraguan yang hampir membuat Bima tersedak kuah sup buntut.
"Pertama selesaikan tanggung jawab pertama mu. Ka Bella sudah mempercayakan yayasan cabang baru di bawah pengaturan putri keluarga Putra. Semoga satu kewajiban ini bisa memberikan banyak manfaat untuk kehidupanmu. Dan mengenai menjadi sekretaris magang, itu pasti cuma akal-akalan kakakmu saja." balas Al santai seolah tidak ada masalah yang perlu dipikirkan.
Dirinya sadar jika niat Bryant pasti agar bisa selalu mengawasi Bunga jika bekerja di bawah kekuasaan keponakannya itu, hanya saja bukan solusi jangka panjang. Sementara jika berhasil membawa kecemerlangan dengan mengelola yayasan, maka bisa dipastikan putri keluarga Putra memiliki hati nurani dan semakin memahami bisnis keluarga. Manfaat jauh lebih besar dibandingkan sekedar menjadi sekretaris saja.
__ADS_1
"Ih, Om. Tadi kan janjinya gak gitu," sahut Bunga menekuk wajahnya, gadis itu merasa kurang puas dengan jawaban Al karena baginya berada di lingkungan sama dengan sang paman merupakan sebuah impian yang harus bisa terwujud.
Bima dan Milea saling pandang, keduanya tidak tahu tentang janji antara insan yang masih muda di dekat mereka. Entah hasil permainan atau apapun itu, mereka berdua hanya tahu jika Al sudah berjanji pasti akan ditepati. Akan tetapi apa yang dikatakan tuan muda kedua memang bisa dibenarkan, sedangkan permintaan Bunga masih dianggap normal. Lalu, bagaimana akhir dari keputusan agar tetap memenuhi kepuasan hati kedua insan?
Al meletakkan sendoknya ke atas piring, lalu beralih mengambil segelas jus jeruk di depannya, kemudian tanpa rasa bersalah menikmati tegukan rasa manis nan menyegarkan tenggorokannya. Tidak ada alasan untuk mengusik ketenangan yang masih ia jaga sedemikian rupa bahkan jika itu harus menahan emosi hati sendiri.
"Om Alkan Putra!" panggil Bunga yang merasa kesal karena diabaikan oleh pamannya.
...🍂🍂🍂🍂...
.
.
Cinta sejati akan selalu menerimamu apa adanya. Termasuk rasa amarahmu, cemburumu, egomu, dan tentu saja kasih sayang dan pengakuanmu. Cinta sejati selalu begitu. Mereka bahagia karena orang-orang yang mencintai akan menaklukkan dunia dan tidak takut kehilangan. Cinta sejati adalah penyerahan diri seutuhnya.~What means love_
__ADS_1