Karena Cinta

Karena Cinta
Part 80#BERSABAR, KEPUTUSAN


__ADS_3

Semua orang pasti punya obsesi atau sekedar melampiaskan ambisi, tapi tak semuanya memiliki niat teguh sebagai langkah awal dalam bertindak. Sama seperti keputusan final dari seorang sahabat yang ingin menghakimi kehidupan sahabatnya sendiri dengan niat menghancurkan seluruh kebahagiaan.



Tidak ada kecurigaan selama wajah selalu manis dengan topeng kebaikan yang ia tawarkan kepada sahabatnya. Apapun pasti akan dirinya lakukan demi mencapai tujuan utama setelah apa yang sudah terjadi. Dia juga tahu jika suaminya memiliki pertemanan yang tidak biasa, dimana hal tersebut hanya diketahui segelintir orang saja.


"Apa kita tidak keterlaluan jika mengirimnya ke tempat itu?" tanya si pria yang baru saja mendengarkan keinginan sang istri tercinta.


Sebagai seorang pria, ia bisa melihat potensi dari istri keduanya yang pasti ketika memasuki tempat kedua menjadi rumah setelah perpisahan nanti, maka banyak pria yang akan rela mengeluarkan uang demi mendapatkan kepuasan. Hanya saja sampai saat ini, dia saja hanya melihat kepolosan dan juga kebaikan dari istri yang tak pernah dianggapnya.


Jika ia menuruti keinginan istri pertama, lalu bagaimana untuk membuat semua itu menjadi kenyataan ketika situasi saja tidak semudah itu untuk bisa dijabarkan. Hati merasa senang atau justru mulai meragukan tindakan yang akan keduanya lakukan, tetapi satu hal pasti yaitu harus segera diselesaikan.


Apa yang terjadi nanti pasti sesuai dengan harapan karena ia tengah melawan orang yang tidak berpengalaman. Sayangnya ia tak terlalu begitu tega, "Bukankah perpisahan kami sudah cukup untukmu? Trus ngapain kirim dia ke tempat yang kamu tahu sendiri itu bukanlah untuk orang baik. Apa kamu tidak akan menyesal?"


"Ayolah, untuk apa aku menyesal? Kalau memang sejak awal aku hanya mau buat dia terlempar dari rumahnya sendiri, keinginan itu sudah pasti kulakukan sejak lama. Lagian kamu sebagai suamiku pasti tahu tujuanku hanya untuk menghancurkan bukan berbelas kasih. Jadi kenapa meminta pertimbangan dariku lagi?" jawab si wanita sembari mengajukan pertanyaan.


Berpikir bahwa semua akan baik-baik saja tetapi pada kenyataannya memang harus berjalan sesuai rencana. Meski untuk melakukan semua itu, maka harus melakukan secara hati-hati agar tidak dicurigai. Apalagi meninggalkan jejak sebagai bukti.


Hanya saja ia sendiri masih berpikir harus memulai darimana ketika untuk mendapatkan semua harta dari sang istri kedua tentu harus melakukan sesuatu di luar kebiasaan. Terlebih lagi setelah menikah selama beberapa waktu. Dia bahkan tak memberikan hak yang seharusnya dimiliki oleh istri kedua.



Selain selalu sibuk dengan pekerjaan dan hanya memberikan waktu sesaat. Andaikata, tiba-tiba membuat sesuatu yang di luar nalar. Bukankah itu sama saja dengan bunuh diri? Rencana harus benar-benar dipastikan tidak ada celah untuk mengalami kegagalan.

__ADS_1


"Berikan aku waktu setidaknya satu bulan lagi agar dia bisa ku jatuhkan dalam asmara. Setelah itu semua akan sesuai dengan rencana. Sekarang kamu hanya perlu bersabar!" Si pria akhirnya memutuskan untuk meyakinkan hati agar bisa memulai apa yang ia inginkan demi membahagiakan sang istri pertama.


Pikiran kotor mulai menemukan jalan pulang bersambut seulas senyuman. Tidak ada lagi perdebatan selain kebersamaan dalam diam. Seperti waktu yang terus berputar begitu juga dengan alur kehidupan. Setiap insan memiliki rencana bahkan impian besar. Akan tetapi untuk mencapai tujuan membutuhkan niat dan berlanjut tindakan nyata.



Satu sisi masih hanya sekedar penantian, sedangkan di sisi melakukan gerakan tanpa keraguan. Sudah hampir satu minggu mendapatkan kabar terbaru yang memang sedang dikumpulkan tapi tak bisa dijadikan sebagai bahan perjuangan. Lembaran foto berserakan di atas meja menampilkan pemandangan adegan olahraga ranjang.



Menghela napas panjang dengan tangan mengepal menggenggam kekesalan, "Bisa-bisanya dikibulin wanita murahan seperti dia, apa keponakanku itu sudah di guna-guna?"



"Semua ini harus diselesaikan, tapi Bryant sendiri yang memutuskan hubungan. Lebih baik jadi rahasia sebelum anak itu mengenal siapa istrinya. Biar ku lihat wanita jadi-jadian seperti Hazel bertindak kotor sampai sejauh mana. Sementara bukti ini akan menjadi kado perpisahan nanti."




Mana mungkin dia biarkan Bryant hidup selama seumur hidup bersama wanita murahah. Apalagi sebagai pasangan halal. Tidak peduli seberapa kotornya permainan Hazel, ia tak bisa tinggal diam. Waktu sudah terlalu lama dibiarkan dan tidak ada toleransi lagi.


__ADS_1


Niat kuat dan tak bisa digoyahkan, sama seperti tekad Ara. Wanita itu masih menikmati hari menjadi seorang istri teladan yang duduk di rumah melakukan pekerjaan normal sembari menunggu kedatangan selepas kerja. Aroma harum bumbu tumisan menguar menyebar ke seluruh penjuru ruangan.



Beberapa pekerja yang masih menetap di rumah bisa mencium aroma pemanggil rasa lapar. Seperti biasa, setiap akhir pekan akan ada jamuan makan bersama. Dimana tangan sang majikan yang meracik menu hidangan tanpa ada bantuan.



"Alhamdulillah, semua sudah siap kecuali kuah bakso nya," lirikan mata menoleh menatap ke arah jam di dinding. Ternyata baru pukul tiga lewat lima belas menit, "sebaiknya mandi dulu, ntar keburu mas Akbar pulang malah akunya masih bau asem."


Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu pernah menceritakan. Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).


Hadits di atas mengajarkan bahwa jika ingin berusaha untuk menjadi wanita shalihah maka berhiaslah di depan suami. Sebab hal tersebut pasti akan membuat suami senang dan nyaman melihat istrinya. Berhias di hadapan suami bukan berarti istri harus menggunakan riasan yang terlalu berlebihan (menor) sebab ada juga tipe lelaki yang menyukai bila wajah istri natural tanpa hiasan apapun.


Meski dalam syariat Islam berhias memiliki batasan, tetapi muslimah dapat menyalurkan fitrahnya dalam hal gemar menghias diri dengan cara berhias di depan suami. Sebab berhias untuk suami akan mengundang keridhaan dari-Nya (Allah) sebab suami ridha padanya. Inilah yang Ara pelajari sebagai wanita untuk menjaga rumah tangganya.



Namun, sebaik apapun ia menjadi istri sholehah. Akbar tak berpaling dari pesona sang istri pertama. Memandang fisik tentu Anggun lebih unggul dengan penampilan serta pandai merias diri, apalagi bisa memuaskan hasrat seorang pria. Seperti three in one yang menjadi paket lengkap. Hubungan ketiganya semakin rumit tetapi pada kenyataannya hanya Ara yang memiliki ketulusan.



Wanita yang menyibukkan diri membersihkan tubuh dengan perasaan tidak sabar bertemu pasangan halalnya. Aliran air terus mengalir membasahi raga berselimut buih sabun aroma jeruk yang menyegarkan. Kesibukan Ara di dalam kamar mandi menyita perhatian seorang pria yang baru saja memasuki kamar utama.

__ADS_1



"Waktunya tepat, kenapa bukan sekarang saja ku mulai rencananya?" tangan memegang dagu dengan berpikir langkah pertama dalam tujuannya.


__ADS_2