Karena Cinta

Karena Cinta
Part 215#DIANGGAP PENGKHIANATAN


__ADS_3

Keseriusan yang tergambar di wajah Darren menyadarkan Denis jika kenyataan tidak bisa diubah meski sudah berusaha sebaik mungkin atau usahanya masih belum cukup hingga kebenaran masa lalu membalikkan keadaan di dalam kehidupan milik mereka berdua. Ingin sekali berteriak meluapkan kekecewaan tetapi jeritan hanya akan menunjukkan kelemahan atas ketidakberdayaan.


Kini ia paham kenapa sang kakak tidak mau menerima penolakan keberangkatannya ke London. Ketika segala sesuatu telah direncanakan, lalu apa gunanya mencari sandaran. Akhirnya juga sama sesuai dengan keinginan para tetua dan ia sendiri terjebak dalam lingkaran harapan yang baginya tak menarik.



"Apa ini niat awal ka Darren membawaku ke pertemuan? Denis beneran gak nyangka kalau orang yang ku perjuangkan haknya malah menyerah begitu saja. Katakan dimana kakakku yang pemberani, kenapa dalam hitungan detik berubah menjadi pecundang!" rasa kecewa membakar rasa di dalam hatinya, ia berusaha menerima kenyataan tapi logika pun tak mau terima.



"Kamu bisa mengatakan apapun tentangku, De. Satu hal perlu diingat, setelah malam ini belajarlah lebih giat lagi. Jangan lupa baca surat wasiat kedua orang tua kita dan semua jawaban dari pertanyaanmu pasti didapatkan secara jelas tanpa keraguan. Cuma itu yang ingin kakak katakan setelah semua kembali ke tempat seharusnya." jelas Darren yang menahan diri tetap bersikap tenang padahal hati ikut terluka melihat ketidakberdayaan Denis.



Ia tak sanggup menjatuhkan emosi meski perasaan di dalam hati berserakan tak berbentuk. Andai bisa mencegah kebenaran muncul mungkin ia tak ragu mengubah jalan kehidupan tapi kini sudah berakhir. Tanggungjawab telah ditunaikan sebaik mungkin walau akhirnya dianggap pengkhianatan oleh Denis.


__ADS_1


*Mulai malam ini kakak hanya bisa melindungimu dengan caraku sendiri. Bagaimanapun papa dan mama tidak akan meninggalkan putranya di tangan orang yang salah, kakak hanya berusaha memenuhi janji pada orang tua kita, De. Maaf sudah berbuat curang tapi semua demi kebaikan keluarga kita.~ucap hati Darren yang juga hanya bisa memendam rasa*.



"Kakak cuma cari alasan, aku tidak minat baca surat wasiat kedua orang tua kita. Sikap ka Darren sudah cukup menjelaskan posisiku di dalam kehidupan kakak. Lalu buat apa mencari pembelaan? Ck!" menghentakkan kaki seraya membuang muka, ia masih tak terima atas perlakuan kakaknya.


Betapa sulitnya meyakinkan hati ketika emosi terbelenggu perasaan kecewa. Akan tetapi kebenaran tidak bisa di ubah dan entah bagaimana caranya harus membuat Denis paham mengenai situasi perusahaan. Kursi kepemimpinan yang sudah dialihkan harus diperhatikan dan sebagai seorang pemimpin tidak baik memiliki temperamen tak terkendali. Satu pertanyaan harus mendapat kepastian yaitu apakah Denis memang sudah tahu apa saja yang menjadi tugas seorang pemimpin dan apakah adiknya bisa menjadi seorang pemimpin?


Jika merujuk dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kepemimpinan berasal dari kata pemimpin yang berarti orang yang memimpin. Sedangkan menurut ahli, Fiedler menjelaskan kepemimpinan adalah sebuah pola yang tergambar antara individu yang telah menggunakan sebuah wewenang untuk kemudian digunakan untuk mempengaruhi sekelompok orang. Dengan tujuan supaya orang-orang akan bekerja sama untuk mencapai tujuan.


Namun orang yang seperti apakah yang pantas disebutkan sebagai pemimpin yang baik? Melansir dari buku Manajemen Sumber Daya Manusia milik Edy Sutrisno, setidaknya seorang pemimpin harus memiliki 3 aspek. Ia harus melibatkan orang lain, seperti pengikut, bawahan, atau anggota-anggota kelompok. Dengan adanya kesediaan dari mereka dalam menerima sebuah arahan tentu tujuan yang ada bisa dicapai.


Oleh karena itu, para pemimpin haruslah memiliki kewajiban khusus dalam memilah etika ketika akan mengambil sebuah keputusan. Akan tetapi sejauh ingatan, ia tahu jika Denis masih mengikuti perasaan di setiap kesempatan. Jujur saja ada kekhawatiran yang memang beralasan hanya saja tidak bisa bertindak sesuai pemikiran.


Namun, apa yang telah diputuskan sudah menjadi kebenaran di depan mata terlebih lagi sebuah organisasi maupun perusahaan jika tidak memiliki seorang pemimpin maka akan kacau. Sebab itu, ia mempercepat pemindahan jabatan agar Denis belajar lebih banyak sebelum musim berganti tak menentu. Meski setelah pertengkaran berubah menjadi jarak yang mungkin akan memisahkan ikatan persaudaraan antara mereka berdua.


"Anggap saja begitu, kakak tidak akan mendebat dan dengan senang hati menerimanya. Sebelum malam ini berakhir kakak hanya memiliki satu tugas yang tersisa dan kamu mau mendengarkan atau mengabaikan, keputusan ada ditanganmu sendiri. Seorang pemimpin memiliki banyak tanggung jawab dan harus memiliki kendali atas diri sendiri karena pemimpin merupakan seorang Decision Maker."

__ADS_1


"Pelajaran ini, kamu pasti sudah mempelajarinya dimana seorang pemimpin hadir untuk menjadi pengambil keputusan. Pengambilan keputusan jadi bagian terpenting dalam kepemimpinan, apalagi ketika pemimpin sedang melaksanakan fungsi perencanaan untuk keberlangsungan organisasi. Langkah selanjutnya sebagai guide dalam mencapai tujuan dimana seorang pemimpin juga menjadi seseorang yang menuntun anggota organisasinya untuk tetap berada dalam jalur dan sesuai dengan tujuan."


"Kepemimpinan hadir untuk mencapai tujuan dengan tepat dan tentunya efisien. Dengan adanya seorang pemimpin, maka anggota bisa diarahkan, dan disatukan dengan satu pedoman. Langkah demi langkah hanya perwujudan tugas seorang pemimpin tapi acapkali sebuah organisasi memiliki dinamika yang tak jarang menimbulkan gesekan antara anggotanya."


"Tak jarang juga masalah hadir dari pihak eksternal. Seorang pemimpin hadir untuk menghadirkan sebuah solusi untuk mereka. Walaupun solusi datang bisa hadir dari sebuah musyawarah antar anggota, tapi kembali lagi decision maker tetap menjadi peran pemimpin. Untuk itu, seorang pemimpin haruslah memiliki sudut pandang dan pengetahuan yang lebih luas dibanding anggotanya."


Kesunyian di sekitar mereka berdua justru menjadikan Darren juru bicara tanpa tanggapan dari adiknya. Sangat sadar diabaikan tetapi ia tak ambil pusing dan kembali melanjutkan tugas terakhir sebagai seorang pemimpin. "Denia, perhatikan anggota organisasi dimana tak jarang juga merasakan demotivasi karena banyak lain hal. Seorang pemimpin seyogyanya bisa menjadi sosok yang membangkitkan itu semua. Karena kembali lagi, apabila anggota tidak memiliki hasrat untuk mencapai tujuan yang ada maka akan sulit tujuan bersama tercapai."


"Walaupun teori ada yang menyebutkan seorang pemimpin adalah dilahirkan bukan dibentuk, namun setidaknya jiwa kepemimpinan seseorang bisa dipupuk melalui pengalaman, pendidikan, maupun pengetahuan yang luas. Kakak percaya kamu bisa menjadi pemimpin terbaik di perusahaan keluarga kita." pungkas Darren seraya menepuk pundak kiri adiknya.


Sayangnya sentuhan tangan tidak lagi diterima yang mana Denis menepis tangannya kasar, "De, maafin kakak."



Suara pasrah kakaknya terdengar begitu tulus hanya saja hati masih berlumuran noda merah yang terasa menyayat dada. Bagaimana ia menjelaskan perasaannya ketika bibir kelu tak bisa mengucapkan sepatah kata pun? Debaran jantung bahkan tidak seirama, lalu apa yang bisa dicapainya?


__ADS_1


Denis beranjak dari tempat duduk, tatapan mata kosong menatap lurus. "Biarkan aku sendiri, kakak bisa balik ke hotel duluan!" pemuda itu melangkahkan kaki menjauhkan diri dari Darren dimana sang kakak masih terdiam membiarkan ia pergi tanpa mencoba menahannya.


__ADS_2