Karena Cinta

Karena Cinta
Part 189#LI MEI TERMENUNG, SENJATA PILIHAN TIGER


__ADS_3

Li Mei bergegas mengeluarkan ponselnya dari tempat persemayaman, wanita itu tidak menunda penelusuran apalagi kehilangan arah setelah mendapatkan petunjuk pasti. Meski dia menyadari bila apapun jawaban dari sang mama nanti masih penuh misteri. Sebenarnya ia sendiri juga tidak ingin mengusik kedamaian dari hidup sang mama.



Suara dering ponsel terdengar menyambut penantian tetapi Li Mei merasa mamanya masih terlelap di jam tidur seperti biasa, begitulah pikirnya hingga terhapus begitu mendengar sapaan lembut nan penuh kehangatan menyapa gendang telinga. Ia tidak menyangka ketika takdir juga mempermudah jalan pilihannya. Apakah itu untuk mempermudah tanggung jawab atau mengungkap sesuatu di balik cerita.



"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Ma. Apa kabar mamaku yang comel, by the way, Mei gak ganggu waktu istirahat mama kan?" Li Mei begitu semangat memulai obrolan dengan basa-basi sekaligus memastikan mamanya dalam keadaan baik-baik saja.



Obrolan antara ibu dan anak saling melengkapi sehingga membuat kedua insan di tempat berbeda sama-sama mencurahkan rindu yang sudah lama terpendam. Kehidupan selalu menghadirkan jalan berliku-liku dimana setiap raga pemilik jiwa harus menentukan pilihan hidup masing-masing dan terkadang di dalam pilihan itu melepaskan hal berharga seperti waktu untuk tetap bersama keluarga.



Bukan hal aneh lagi ketika seorang anak mengarungi luasnya dunia untuk mencapai tujuan hidup sehingga merelakan kenyamanan serta kehangatan dari lingkungan orang-orang tersayang. Meski tak semua insan melintasi proses kehidupan yang sama tapi pada hakikatnya tetap berpatokan pada satu kata yaitu perjuangan. Begitulah takdir yang senantiasa menjadi penetap alur kehidupan.



"Ma, Mei mau tanya sesuatu yang sangat penting soal ukiran di dalam lemari. Mei cuma tahu kalau ukiran itu mama yang buat, tapi apa mama pernah menunjukkan pada orang lain? Misalnya teman atau saudara," setelah berbincang beberapa menit akhirnya ia bisa membicarakan hal yang menjadi tujuan awal.



Namun sayang, wanita itu tidak bisa melihat ekspresi dari sang mama dimana wajah cantik meski rambut sudah berwarna dua tampak tak senang atas pertanyaan dari putrinya. Tatapan mata sendu hingga tanpa sadar air mata jatuh membasahi kedua pipi dengan emosi hati yang hampir ia lupa. Apakah di dalam jiwa masih memiliki rasa yang dikuburkan tanpa kata?



\[Mei, kenapa kamu tanya tentang ukiran di dalam lemari milik mama, apa ada yang datang menemuimu dan bertanya tentang ukiran itu?\]~ si mama mencoba bersikap tenang meski di dalam hati bak gemuruh petir menerjang.


__ADS_1


Perasaan tak bisa berbohong ketika bayang-bayang masa lalu tiba-tiba kembali datang menyapa ketenangan hanya untuk menunjukkan kekuasaan atas emosi yang masih cukup mengendalikan pikiran. Padahal apa yang terjadi di dalam kehidupan lalu, ia pikir sudah bisa melupakan dan juga melepaskan tanpa mengharap kembali mengenang. Akan tetapi nyatanya takdir tidak mengizinkan sehingga membuktikan ia masih terjebak di tempat sama setelah lima belas tahun.



Li Mei yang tidak curiga atas pertanyaan dari mamanya justru fokus memikirkan tugasnya saja, "Tidak ada yang seperti itu, Ma. Begini loh, Ma. Mei punya temen yang baru beli barang dari tempat lelang tapi barangnya itu punya ukiran persis kaya di kamar mama. Jadi Mei pikir lebih baik tanya mama dulu, apa ukiran di barang punya arti dan pembuatnya sama juga."



"Selain itu, Mei sempat kepikiran barang punya temanku ini pasti menyimpan rahasia. Apalagi dilihat dari teka-teki yang tertulis di selembar perkamen usang. Hadeh, kepalaku nyut-nyutan mikirin ini, Ma." sambung Li Mei yang tanpa sadar mengeluhkan ketidakberdayaan atas tugas miliknya.



Sementara di seberang, si wanita berambut dua termenung seraya memikirkan cerita dari putrinya. Wanita itu mencoba mengingat sesuatu hal penting yang mungkin terlewat olehnya hingga perenungan mencapai sebuah ingatan pahit dimana hal itu juga menjadi akhir kehidupan bahagia atas nama keluarga. Ingin sekali mengabaikan tapi sang putri pasti akan semakin bertanya-tanya apa alasan dibalik diamnya.



\[Sayang, mama tidak bisa jelasin di telepon. Gini aja, kamu pulang dan bawa temanmu serta barang yang menjadi topik pembicaraan kita. Mama tunggu kalian di rumah, assalamu'alaikum.\]~ Si mama memutuskan panggilan setelah memberikan jawaban dengan sebuah permintaan yang membuat Li Mei semakin penasaran.




Li Mei yang termenung sibuk memikirkan solusi bahkan tidak menyadari kedatangan Tiger. Dimana pria itu berjalan santai kembali menghampiri si pemilik kediaman setelah mendapatkan barang yang akan dirinya gunakan untuk misi selanjutnya. Selain itu, ia juga membawa sebuah senjata modern yang bisa digunakan sebagai cadangan.



"Li Mei, berapa harga senjata satu ini?" Diletakkannya sebuah senapan yang terlihat ringan tetapi terbuat dari bahan berkualitas tinggi. Senjata itu merupakan terobosan dan ia tahu jika barang tersebut masih belum beredar di pasaran.



Li Mei mendongak mengalihkan perhatian dari lamunan yang sempat membuatnya tertahan untuk tetap menjauhkan diri dari kesadaran. "Pilihanmu selalu ok, Tiger. Senjata Laser yang baru diproduksi sebuah perusahaan tapi masih memiliki beberapa poin untuk bisa dipasarkan. Namanya ray weapons of death atau lebih mudah disebut RWD 1, senjata ini memiliki banyak kelebihan untuk memusnahkan lawan di dalam pertempuran satu lawan satu."

__ADS_1


"Hanya saja tidak untuk dijual yang ada di ruanganku tapi aku bisa membuat kesepakatan denganmu. Itupun jika kamu mau karena Li Mei tidak pernah memaksakan kehendaknya." jelas Li Mei yang menunjukkan seulas senyum menawan setelah menemukan jalan keluar dari permasalahannya sehingga menemukan jawaban pengusir kegalauan hati.


Bagaimanapun tiger membutuhkan senjata yang ada di atas meja. Apalagi sebagai seorang pemburu harus memiliki perencanaan matang dengan alat sesuai kebutuhan. Terlebih lagi teknologi di dunia terus mengalami perkembangan dan peningkatan kualitas dari tahun ke tahun. Terutama, teknologi terkait senjata yang menjadi pertahanan militer tiap negara.


Negara-negara di dunia berlomba-lomba menghasilkan teknologi senjata canggih. Setiap negara bahkan mengeluarkan dana yang sangat besar untuk riset dan pengembangan teknologi senjata. Jadi tidak heran jika negara-negara adikuasa memiliki koleksi senjata masa kini yang sangat canggih, taktis sekaligus mematikan.



Hanya saja meski setiap negara telah berhasil membuat senjata modern yang sangat canggih, tetap saja bentuk dasarnya memiliki kesamaan yang kuat. Seperti senjata Laser yang merupakan senjata modern yang pertama kali ditemukan dan dikembangkan pada 1960-an oleh Theodore Maiman, seorang ilmuwan dari Hughes Research Lab Malibu.



Melansir laporan yang dipublikasi oleh Defense Technical Information Centre berjudul ‘History of Weapon Laser Research’, pengembangan laser menjadi hal yang cukup menggembirakan bagi dunia militer dan menciptakan cara pandang baru dalam berperang. Seiring perkembangan waktu, senjata laser semakin canggih dikembangkan sebagai senjata militer. Para ilmuwan di Lockheed Martin, misalnya, menciptakan senjata laser yang dihasilkan dari serat optik. Senjata ini juga mampu membidik target dari jarak lebih dari 1 mil dengan kekuatan 60 kilowatt.



Senjata yang biasanya digunakan untuk kepentingan melindungi negara pun seringkali digunakan oleh banyak orang yang memiliki latar belakang dan pekerjaan rumit. Sama seperti Tiger dan itu membuat Li Mei semakin percaya diri bisa bernegosiasi dengan teman lamanya. Meski kemungkinan akan menemukan rintangan yang mungkin saja menyulitkan.



"Kesepakatan? Seorang Li Mei yang memiliki begitu banyak koleksi senjata ingin mendapatkan kesempatan berbagi keuntungan dengan pria sepertiku, memang sebesar apa masalah milikmu itu?" Tiger menatap wanita di depannya begitu serius tanpa mengedipkan mata, ia yang melihat gestur tubuh Li Mei tidak menemukan sesuatu hal janggal.



Wanita itu tidak sedang tertekan atau terlihat menyembunyikan sesuatu darinya bahkan wajah masih sama dengan seulas senyum tulus tanpa kepalsuan. Perasaannya pun aman dimana tidak memiliki emosi hati yang menghantarkan sikap kehati-hatian lalu apa penyebab di balik sikap sang teman? Untuk menemukan alasan maka ia sendiri harus menyetujui kesepakatan.



"Apapun syarat dari mu untuk senjata RWD 1, aku setuju tanpa penolakan tapi pastikan tidak ada penundaan waktu. Kamu tahu profesi yang kujalani dan tidak ada keterlambatan melebihi batas waktu misi setelah menjadi persetujuan kedua belah pihak. Katakan apa kesepakatannya!"


Li Mei dengan senang hati mengatakan apa yang seharusnya dimana wanita itu tidak melewatkan kesempatan langka dari depan mata. Sedangkan Tiger hanya menyimak dan mencerna keinginan hati sang teman lama agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara mereka berdua. Apalagi ia sendiri sudah menyiapkan diri untuk segala resiko atas persetujuan darinya sebelum mendengar isi kesepakatan.

__ADS_1


Li Mei mengulurkan tangan kanan, lalu mengedipkan mata kanan, "Deal or promise?"


__ADS_2