
Ibu pemilik warung nampak menatap Daniel yang wajahnya begitu bahagia saat ditanyain oleh gadis cantik itu.
"Waktu Ibu bertemu dengan kalian berdua, Ibu kira kalian itu pasangan suami istri lo...," ucap Ibu pemilik warung.
Daniel mendongakkan kepalanya, pria itu menatap wanita tua yang berumur sekitar 50 tahun. Daniel ingin mengatakan sesuatu agar tidak membuat Arina malu karena perkataan si pemilik warung, Namun ternyata malah Arina tersenyum kepada si pemilik warung.
"Apakah kami serasi, Bu?" tanya Daniel.
"Kalian itu benar-benar cocok deh, tapi apakah wah pak Ma'ruf mau punya menantu bawahannya." canda Ibu pemilik warung.
"Kenapa tidak Bu, kalau aku suka tentu itu terjadi." jawab Daniel.
Satu kejutan lagi yang terucap dari bibir Daniel, terlihat senyuman begitu menawan di bibir Daniel saat memberikan jawaban kepada pemilik warung.
"Udah, udah. kita makan dulu nggak usah bahas itu." ucap Daniel.
"Mas suapin aku dong." pinta Arina.
"Pakai tangan atau sendok?" tanya Daniel.
"Pakai tangan aja Mas, biar lebih enak." jawab Arina yang dari hari ke hari wanita itu semakin manja.
Daniel ingin Arina mengetahui perasaannya, pria itu benar-benar bertekad ingin menjadi seorang suami dari Arina.
Pemandangan yang ada di warung makan itu nampak membuat beberapa pembeli tersipu malu dengan semua perlakuan dari Daniel kepada Arina.
"Mas Daniel!" seru Lisa yang sudah berada di sana.
__ADS_1
Arina yang mendengar suara seorang wanita yang begitu familiar di telinganya nampak membuat wanita itu benar-benar sangat kesal.
"Kenapa sih kecebong ini di sini, apa Dia tidak punya pekerjaan lain selain mengekor pada suamiku." cibir Arina dalam hati yang melihat kecentilan dari sikap Lisa.
"Hai Arina, gimana? apakah sudah sembuh?" tanya Haris yang ternyata juga berada di sana.
"Hai Haris!" seorang pelanggan yang ada di warung.
"Halo, bro. kalian lagi makan juga di sini?" tanya Haris.
"Iya, Apakah kau kenal dengan gadis cantik itu?" tanya seorang pemuda kepada Haris.
"Iya, aku sangat kenal dia. Dia adalah wanita yang aku sukai." jawab Haris yang membuat Daniel langsung tersedak ketika mendengar kata-kata pegawainya itu.
"Apa yang dikatakan oleh pria itu, berani sekali dia mengatakan hal itu. dia dengan lantang mengatakan dia menyukai Arina, dia tidak ingin hidup apa? berani sekali dia mengatakan hal itu, dia itu buta atau bagaimana? sudah nyata kalau aku ini hidup dan berada di sini, dia masih berani mengatakan kalau dia menyukai istriku." guman Daniel dalam hati yang terlihat benar-benar tidak menyukai keberadaan Harris.
"Ada apa mas?" tanya Arina.
"Kok mukanya gitu?" tanya Arina kembali.
"Tidak apa-apa." jawab Daniel yang masih kesal.
"Marah sama perkataan mas Haris ya?" tanya Arina.
"Udah tahu kok nanya." jawab jutek Daniel yang membuat Arina ingin tertawa.
Kalau dulu sih mereka benar-benar seperti kucing dan tikus, mereka benar-benar tidak pernah akur sama sekali. namun entah apa yang terjadi setelah berada di desa selama beberapa bulan sikap Daniel benar-benar berubah.
__ADS_1
UHUKK!!
UHUKK!!
Daniel yang tersedak.
Arina sangat kebingungan, dengan segera ia mengambilkan air dan menepuk punggung Daniel.
"Mas Haris, kamu bicara apaan sih! Siapa bilang aku ini kekasihmu, lagipula kalau kamu cari kekasih cari saja kekasih aku nggak mau sama kamu!" seru Arina.
"Lihatlah Haris, kamu ditolak sama wanita itu." ucap seorang pria.
"Tentu saja aku ditolak, pria yang ada di sampingnya itu adalah suaminya." jawab Haris.
Teman-teman Haris yang mendengar perkataan pria itu tentu saja mereka sangat terkejut.
"Apa, pria itu suaminya. kamu berani banget mengganggu istri orang?" tanya teman-teman Haris.
"Aku kan sudah bilang kalau aku menyukai wanita itu, Aku tidak bilang kalau aku ingin merebutnya." jawab Haris santai.
"Dasar kamu ini kurang ajar banget sih, kalau yang aku dengar kalau pria itu adalah pemilik perkebunan di tempat ini ya? kamu jangan main-main nanti kamu dipecat nggak bisa kerja loh." ucap teman-teman Haris.
* Bersambung *
Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊
- Mawar berduri
__ADS_1
- Terlempar ke dunia sang kaisar
- karena cinta