Karena Cinta

Karena Cinta
Part 71#KEDAI, PANGGILAN


__ADS_3

Senyum manis yang tersungging di wajah si pemuda mendadak luntur begitu melihat wajah manis nan cantik Bunga. Ia terpesona pada pandangan pertama yang tanpa di sadari tingkah lakunya juga diawasi pemuda lain dari balik jendela dapur kedai bakso. Tatapan mata tajam menelisik mencoba menahan diri.


S!al, ngapain sugar baby datang kesini, sih! Bikin repot aja. Emang gak bisa dibiarkan terus. Apalagi berkeliaran di dekat orang-orang terdekatku.~umpat kesal hati si pengawas yang atas kedatangan pelanggan barunya.


Pemuda itu merasa harus segera membereskan Bunga dari lingkungan asrama karena baginya sangat mengganggu. Sebenarnya bukan salah gadis itu, hanya saja ia perlu membicarakan identitas si gadis mata hazelnut kepada bunda Widya selaku pemilik asrama dan jangan sampai ada banyak pemuda kepincut disebabkan kecantikan sang gadis belia.


Keras hati berselimut tekat, membuat pemuda itu tersenyum evil dengan rencana matang yang sudah ia susun. Akan tetapi masih menunggu waktu agar hari santai berlalu dengan ketenangan. Bukankah hadiah terbaik setelah damai adalah badai yang menghantam?


"Uhuk, mas Daffi. Kok pesanan Yumi gak ditulis, ya?" Ayumi mengibaskan tangan di depan wajah Daffi membuat si pemuda tergagap karena kaget. Sontak saja para gadis terkekeh melihat tingkah lucu si pemuda, "oalah, lagi fall in love, ya?"


"Hehehe, bisa saja Yumi. Ngomong-ngomomg, neng geulis satu itu temen kalian atau gimana?" Daffi menggaruk kepala padahal tidak gatal, ia juga lupa melakukan tugasnya sebagai pelayan.


Utari, Anna, Fatma dan Ayumi saling pandang seraya mengedipkan satu mata dengan senyum jail yang pastinya sangat familiar untuk keempat gadis remaja itu. Dimana mereka berpura-pura tidak melihat keberadaan Bunga dan mengerjai Daffi. Obrolan singkat yang menghebohkan membuat keadaan semakin menyenangkan.


"Permisi, aku angkat telpon dulu!" Bunga beranjak dari tempatnya tanpa ingin ikut campur urusan para gadis yang sedari awal memang asyik mempermainkan Daffi.


Fokusnya sudah teralihkan sejak duduk di bangku kedai, dimana ia masih terus mengumpulkan segala bentuk hukum yang berlaku di Indonesia. Terutama penggunaan elektronik melalui media massa yang diatur dalam UU ITE. Karena di zaman modern seperti sekarang ini, orang bebas berekspresi atau berpendapat di media sosial, namun dengan adanya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), orang atau pengguna media sosial tidak lagi sewenang-wenang dalam bertindak.


UU ITE adalah ketentuan yang berlaku bagi siapa saja yang melakukan perbuatan hukum yang diatur dalam undang-undang ini, baik di dalam maupun di luar wilayah hukum Indonesia, dan merupakan hukum di dalam atau di luar wilayah Indonesia, yang berdampak negatif. Itu merugikan kepentingan bangsa.

__ADS_1


Bunga yang berdiri di pojok depan kedai memilih duduk di bangku kayu panjang, gadis itu masih menunggu panggilannya tersambung. Nada dering sudah terdengar beberapa kali tetapi ia cuma mengharapkan suara dewasa dari orang yang dinantinya. Satu kali panggilan terabaikan, lalu ia mendial nomor yang sama, sekali lagi.


Pikiran tak tenang karena masih memikirkan masalah yang ada. Sadar dan tau benar bahwa postingan di media sosial tidak boleh sembarangan, karena setiap postingan yang diposting di media sosial akan memiliki dampaknya. Hanya saja tak semua orang mengerti itu bahkan UU ITE seringkali dipandang sebagai penghalang bagi pengguna internet di media sosial, karena tidak semua yang ingin disampaikan di media sosial, termasuk kritik, saran, dan postingan, dapat dengan aman diposting di media sosial.


Kali ini ia ingin mendapatkan jawaban valid agar bisa mengambil tindakan. Apalagi setelah melihat betapa banyaknya mahasiswa yang merepost postingan si pemuda populer dari kampus tempat ia kuliah. Meski dikatakan aman, tetap saja memiliki kemungkinan akan terjadi kerusuhan. Tentu semua kepastian cuma bisa didapatkan dari prianya seorang.


"Assalamu'alaikum, Bunga. Apa ada masalah sampai telfon berulang kali?" sapaan dari seberang membuat gadis mata hazelnut kegirangan karena mendengar suara sang paman.


Bunga tak bisa menyembunyikan rona merah merona yang menghiasi kedua pipinya setiap kali berbicara dengan sang paman tercinta, "Waalaikumsalam, Om. Hehehe, Just miss you and want to ask for important things. If it is allowed, maybe, may I immediately ask?"


"Hmm. Do it!" Al yang masih melakukan pekerjaan terpaksa berhenti sejenak agar bisa mendengarkan masalah dari sang keponakan.


Dimana Bunga langsung mengajukan beberapa pertanyaan yang membuat ia berpikir sesuatu telah terjadi pada gadis itu, tapi apa? Dari dua pertanyaan sudah menunjukkan posisi yang serius meski di akhir pernyataan mengatakan hanya ingin belajar hukum dan sekaligus berjaga-jaga bila terjun ke dunia bisnis nantinya.


"Jadi UU ITE mengatur berbagai perlindungan hukum untuk kegiatan yang menggunakan Internet sebagai media, baik untuk informasi maupun untuk penggunaan informasi. UU ITE juga mengatur berbagai ancaman hukuman atas kejahatan yang dilakukan melalui internet. Misal penghinaan atau pencemaran nama baik.


"Di dalam media sosial kita tidak boleh sembarangan menjelek-jelekan individu atau nama baik seseorang serta tidak boleh menjelek-jelekan suatu lembaga tertentu, karena telah diatur dalam pasal 45 ayat (3) UU ITE: setiap orang yang dengan sengaja tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik


"Atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (3) UU ITE dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak tujuh ratus lima puluh juta rupiah."

__ADS_1


Dalam sekali tarikan napas, Al menjelaskan sesuai dengan UU ITE dimana apa yang ia jelaskan tak jauh beda dengan penjelasan Bryant. Kesamaan itu, membuat Bunga semakin paham akan hukum dan apa yang harus dilakukannya. Ketika sambungan telepon masih berlangsung tiba-tiba terdengar suara panggilan dari belakang.


"Om, lanjutin donk! Cuma Bunga sambi makan bakso, ya," Bunga melangkahkan kaki berjalan kembali masuk ke kedai tanpa mematikan panggilannya.


Keseriusan di wajah Bunga menyita perhatian pemuda di balik jendela dapur, tetapi sayang hanya bisa mengawasi tanpa melakukan sesuatu. Sementara yang diawasi membagi fokus pada dua hal berbeda, "terima kasih, Yumi."


Semangkuk bakso yang sama dengan menu bakso saat di pasar malam kembali tersaji di atas meja. Hanya saja kali ini dirinya aman karena sudah memastikan selalu makan teratur, "Om, yuhu, where are you?"


Suara panggilan yang menunggu jawaban justru bersambut nada putus yang menyatakan tidak lagi terhubung dalam obrolan suara. Entah kenapa pamannya melakukan itu, tapi belum juga mengeluh. Suara notifikasi pesan masuk saling bersahut-sahutan.


[Makan dulu! Jangan lupa do'a.]


[Oh, iya. Jika menyebarkan berita hoax atau bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen. Maka hal tersebut telah diatur dalam pasal 45A ayat (1) UU ITE .]


[Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun atau denda paling banyak satu miliar rupiah.]


[Sekarang letakkan HP mu dan nikmati bakso nya selagi hangat! Take care, om balik kerja.]


Empat pesan terpisah membuat Bunga senyum-senyum sendiri. Penjelasan mengenai hukum yang cukup dipahami, tetapi ia lebih merasa bahagia karena perhatian kecil pamannya. Senang saja di kehidupan yang super sibuk, pria dewasa satu itu masih memperlakukan ia begitu manis.

__ADS_1


Anna menyenggol lengan Utari, lalu melirik mengisyaratkan ke arah Bunga. Dimana ia heran, tapi juga penasaran dengan sikap teman barunya yang tampak begitu ceria seperti baru saja mendapatkan kabar bahagia. Sedangkan Utari menendang kaki Fatma sampai mengejutkan Yumi yang tak sengaja ikut ketendang kaki nakal sang teman asrama.


"Kalian ngapain, sih?" celetuk Yumi tanpa menghentikan kunyahan bakso yang baru saja ia lahap.


__ADS_2