
"Sayang, kenapa wajahmu ditekuk begitu? Sini, ikut nimbrung obrolan papa sama om mu!" Papa Bima melambaikan tangan kanannya begitu menyadari ketidaknyamanan sang putri yang seperti kebosanan.
Ia merasa harus mulai menambah wawasan Bunga agar bisa mengasah kemampuan dalam berbisnis. Dimana suatu hari nanti seluruh properti keluarga yang ia bangun bisa dikelola sebaik mungkin dan meminimalisir adanya tangan orang ketiga. Kepercayaan akan lebih baik ketika masih di lingkaran keluarga sendiri.
Bunga meletakkan majalah yang baru setengah dibacanya kembali ke tempat semula, lalu beranjak dari tempat duduk, "Papa sama om, kalian berdua kok betah sih bahas hal sama sampe berpuluh-puluh menit. Emang gak ada cara lain selain duduk diam sambil mengajukan argumen. Misal dengan game atau apa gitu?"
"Ada banyak cara untuk belajar bisnis tapi pertanyaannya adalah apa gadis remaja sepertimu sudah siap belajar menambah wawasan tentang dunia bisnis?" Al mengerlingkan mata menyambut netra hazelnut yang terpaku menatap ke arahnya.
Ia sadar atas sikap Bunga yang tidak suka diabaikan tetapi juga tak mungkin menyudahi obrolan bersama Bima. Bagaimanapun masalah perusahaan memang memiliki sangkut paut seluruh anggota keluarga sehingga sangat wajar untuk saling memahami prospek dari setiap hasil kompromi yang ada. Hanya saja sebagai pewaris memiliki kewajiban untuk mengatur segala sesuatunya.
"Tergantung gimana Om ngajarinnya, Bunga gak mau disuruh itung uang sekoper kaya ujian ka Bryant." balas Bunga dengan pasti tak ingin dikerjain lagi.
Suara tawa yang menggelegar tiba-tiba membahana memenuhi ruang tamu depan. Papa Bima tidak bisa menahan diri ketika pernyataan Bunga mengingatkan masa lalu yang cukup lucu atas ujian Al untuk Bryant saat masih remaja. Ia tak menyangka jika putrinya tau mengenai hal itu, mungkin kakaknya yang bercerita.
__ADS_1
"Tidak ada metode sama, ambil permainan monopoli dari kamarmu! Om, tunggu disini," ujar Al seraya memberikan perintah jelas agar segera dilaksanakan oleh keponakannya itu.
Monopoli? Permainan yang sudah diciptakan sejak 1933 silam di mana pertama kali yang menciptakannya adalah Charles Darrow. Sebenarnya pada saat itu permainan monopoli menggunakan kartu yang ditulis oleh tangan dan miniatur rumah atau hotel nya juga menggunakan sisa-sisa potongan kayu.
Sejarah mengatakan bahwa permainan ini memang memiliki konsep kapitalis sehingga pada awal adanya monopoli justru mengalami penolakan oleh perusahaan Parker Brothers. Alasannya karena ukuran permainan yang besar, tema yang dinilai tidak menarik, dan sistem permainan yang rumit.
Namun, Darrow tetap bisa menjual pada sebuah pusat perbelanjaan di Philadelphia. Dan penjualannya menarik public hingga akhirnya Parker Brothers pun mengajukan pembelian hak cipta dari permainan tersebut. Akhirnya permainan ini dijual secara perdana dengan harga USS 2. Lalu dalam waktu setahun saja permainan ini menjadi populer dan sudah bisa memperoleh 35 ribu eksemplar produksi pada setiap pekannya.
Pada saat ini, monopoli sudah dibuat dalam 47 bahasa, terjual di 114 negara, dan sudah dimainkan oleh lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia. Permainan ini juga punya versi berlisensinya hingga 300 versi. Termasuk di dalamnya ada versi braille serta versi yang terbuat dari coklat.
Saat bermain monopoli maka akan memahami esensi jika ingin menang dengan memperoleh sejumlah kekayaan sebab dituntut harus punya strategi keuangan atau bisnis. Itulah mengapa ada banyak pelajaran bisnis yang bisa diperoleh saat bermain monopoli. Karena dalam bermain monopoli kamu harus sekali sabar.
Al sengaja ingin mengajak Bunga menikmati salah satu permainan Anak-anak yang bisa mengasah kemampuan dan strategi dalam berbisnis. Salah satu cara efektif memberikan pelajaran tanpa harus menunjukkan tumpukan file berkas perusahaan pada keponakannya itu. Bukankah untuk menuju roma banyak jalan yang bisa di coba?
"Masalahnya Bunga masih labil dan kalau dia tidak sabaran, kemungkinan bisa lebih cepat terancam bangkrut dibandingkan pemain lain yang sabar dan berhati-hati dengan pertimbangan jelas. Tentunya hal-hal seperti ini juga berlaku dalam menjalankan bisnis.
"Selain itu, saat bermain monopoli setiap pemain juga memiliki kesempatan tertentu sebab tidak hanya mengisi kota atau perusahaan saja tapi di beberapa kotak ada tulisan yang tertera berupa peluang atau kesempatan. Dan di saat mendapatkan kotak tersebut maka seorang pemain harus mengambil salah satu kartu yang sesuai dengan apa yang tertulis di kotak.
"Permainan ini sama dengan berbisnis. Sebuah peluang bisnis dan kesempatan tidak bisa ditebak alias datangnya tiba-tiba. Jadi kita memang dituntut untuk bisa segera memanfaatkannya. Apa Bunga bisa menentukan pilihannya? Atau justru malah disia-siakan dalam memanfaatkan peluang usaha tersebut."
Kekhawatiran Bima memang bisa dimengerti tapi sepertinya pria satu itu lupa jika permainan dilakukan untuk mengasah kemampuan dan jika dalam permainan pertama mengalami banyak kerugian maka bisa kembali mengulang permainan dan trus belajar memahami situasi dari sebuah peluang.
__ADS_1
Sehingga di masa yang akan datang akan selalu ingat untuk membaca situasi yang datang menghampiri dan sigap membuat keputusan tepat. Dimana kesalahan masa lalu menjadi cambuk pembelajaran agar lebih baik lagi dan tentu hal itu harus ditanamkan sejak dini. Semua adil selama bisa menghasilkan hal positif.
"Tenang, Mas. Seperti yang kamu ketahui, permainan monopoli bisa menjadi peluang besar untuk belajar bisnis. Seperti kita tahu, kalau semakin dekat dengan kotak start maka semakin mahal nilai kotanya. Di permainan tidak aneh banyak pemain yang mengincar kota-kota tersebut karena kalau lawan yang menjatuhkan dadu di kota tersebut lebih dulu maka dendanya juga akan besar.
"Tapi perlu diingat, meskipun mahal dan letaknya di sebelah garis start bukan berarti kota tersebut akan selalu membawa untung bagi yang memilikinya. Karena memang ada semacam faktor untung-untungan yang bergantung pada hasil angka dari dadu yang dilempar oleh pemain.
"Satu hal ini bisa diterapkan oleh seorang pebisnis ketika sedang melakukan investasi atau membangun bisnis. Dimana kita tidak boleh terlalu fokus pada harga yang mahal atau murah namun coba lihat pada perhitungan prospek ke depannya. Seperti apakah investasi ini memiliki proyeksi yang bagus di masa depan? Apakah bisnis ini terbilang strategis? Dan lain sebagainya.
"Pertimbangan demi pertimbangan benar-benar harus diperhitungkan. Contoh seperti di permainan monopoli yang mana pemenang ditentukan berdasarkan seberapa besar aset yang dimiliki oleh pemain. Kita tahu, jika pemain ingin menang, maka perlu sekali untuk pandai dalam mengelola aset yang sudah dibeli dan miliki.'"
"Hal itu agar aset-aset tidak terjual dan bisa menambah cuan ke kantongmu. Tentunya hal ini juga sangat terasa di kehidupan sehari-hari. Dimana ketika berbisbis menginginkan uang dan aset yang banyak sudah barang pasti seorang pebisnis perlu cerdik dalam mengelola aset yang sudah ada di tangan."
Sejenak Al menjeda ucapannya meski tau bahwa Bima juga memahami strategi dalam permainan monopoli, ia hanya ingin mengingatkan bahwa Bunga masihlah awam mengenai dunia bisnis. Keponakannya itu perlu belajar dari nol agar bisa mengembangkan potensi diri di masa yang akan datang.
"Sejak awal kita juga harus membuat Bunga paham tentang banyaknya kondisi dalam dunia bisnis. Terlebih lagi saat ada keadaan darurat menghampiri, gadis itu harus mengerti untuk sebisa mungkin tidak mudah menjual aset. Dan telah memiliki asuransi sehingga aset yang dikumpulkan tak mudah dijual atau hilang dalam sekejap.
"Tenang saja, Mas. Permainan ini cukup mengajarkan kita untuk melatih mengatur keuangan sedini mungkin. Karena meski memenangkan monopoli dengan banyak aset dan uang. Namun tetap tidak bisa sembarangan dalam membeli banyak properti apalagi tanpa adanya perhitungan."
__ADS_1
"Sebab permainan monopoli memang melatih kecerdasan finansial agar memiliki properti sebanyak mungkin yang kita bisa. Tapi dengan berupaya tidak kehilangan banyak uang. Bukankah ini sudah waktunya memulai generasi muda untuk ikut andil dalam urusan perusahaan?"