
"Bersiaplah pemenangnya ialah . . .! ! !"
Semua semakin penasaran siapa yang jadi pemenang, saking penasarannya sebagian ada yang tidak sabar dan teriak-teriak menunggu hasilnya
"Lama banget sih buruan woy siapa yang dapat hadiahnya! ! !"
"Sebutin nama saja susah amat" teriakan dari kerumunan yang sedang menunggu kepastian
"Pemenangnya adalah Dewi . . . Selamat kepada Dewi kami persilahkan kemari, tepuk tangannya mana dong untuk pemenang" teriak Sang ketua OSIS dengan meriah
Semua pun bersorak dan bertepuk tangan memberikan tanda selamat kepada sang pemenang, begitu pun sang pemenang Dewi teriak-teriak kegirangan begitu gembira dan tanpa malu-malu pergi ke tengah lapangan untuk mengambil hadiah, dan seketika disaat itu ditengah lapangan berdiri tiga belas perempuan yang bernama Dewi.
"Waduuh,,, kenapa jadi banyak yang kumpul ke tengah kan hadiahnya cuma untuk satu orang dikira mau bagi-bagi sembako apa!" Diki sang ketua OSIS kaget melihat pemandangan yang tak lazim ini.
Semua pun tertawa dan menyuraki melihat fenomena ini.
"Ha Ha Ha konyol satu kado di bagi tiga belas orang"
"Itu para pemburu hadiah semangat amat pergi ke tengah ,,, Ha ha ha belum pasti juga Dewi yang mana-mananya udah pergi aja ke tengah" teriak seseorang dari kerumunan
Semua Anggota OSIS bingung karena ini tidak sesuai dengan rencana, tapi harus bagaimana lagi dikertas tugasnya hanya nama Dewi saja yang ditulis tidak di tambah nama kepanjangannya.
Namun tenang bagi sang ketua OSIS memecahkan masalah, dengan tenang Diki memilih salah satu dari para Dewi didepannya, dengan seleksi telunjuk tangan karena dia yang berkuasa menguasai acara dan keputusannya adalah mutlak.
__ADS_1
"Kamu Dewi yang menang" ucap Diki sambil menunjuk
Yang ditunjuk Diki adalah Dewi yang berbadan gemuk dan paras tidak terlalu cantik
"Haah Saya.?" Dewi yang dimaksud tidak yakin
"Iya kamu, selamat ya dan mohon maaf buat dewi yang lainnya" ucap Diki
Hadiah pun diberikan, Para Dewi yang tidak menang semua kembali ketempat semula
"Tapi jangan dulu dibuka yaa Dewi hadiahnya dan jangan dulu kembali ketempat tunggu dulu disini" ucap Diki
"Dan masih ada satu lagi hadiah yang akan diberikan kepada . . . " lanjutnya
"Dia adalah .. dia adalah Aditya Hermawan" mengumumkan dengan meriah
Semua bertepuk tangan memberi tanda selamat dengan sangat meriah, namun berbeda dengan Adit yang memasang wajah kebingungan dan merasa ini ada sebuah kejanggalan karena Adit merasa tanda tangan yang didapatnya hanya sedikit.
"lah kok gua menang Sur, gua kan cuma dapat tanda tangan sedikit." ucap Adit yang keheranan
"Ada yang tidak beres nih, perasaanku ko enggak enak ya" kata Adit dalam hati
"Mantap Dit, hadiahnya bagi-bagi ya ayo ketengah sana ambil hadiahnya" ucap Surya sambil mendorong Adit ke tengah
__ADS_1
"Aduh dasar Surya, Hmmm ... ya sudahlah yang penting dapat hadiah" kembali Adit berkata dalam hati
Adit pun ketengah lapangan dan mendapatkan hadiahnya
"Silahkan dibuka hadiahnya bareng bareng ya.!!" Ucap Diki
Tepuk tangan dan sorak-sorak semakin meriah berteriak dengan irama yang selaras dan kompak.
Buka ... Buka ... Buka
Suasana Semakin meriah
"dengan hitungan sampai tiga kalian buka berbarengan ya, yuk semuanya kita hitung bareng bareng." ucap Diki dan mengajak semua yang ada dilapangan
satu ... Dua ... Tiga bukaa ! ! !
Adit pun membuka hadiahnya
"Aah ini, tidak mungkin ini bohongankan. . . ?" Kata Adit dalam hati yang begitu surprise
Hadiah yang begitu surprise sehingga Adit kaget tidak mampu berkata-kata.
Bersambung . . .
__ADS_1