
Apapun yang terjadi padanya sudah direncanakan tetapi ia sendiri benar-benar tidak memahami mengapa seseorang berniat memanfaatkan keberadaannya melalui posisi di tempat bekerja. Padahal selama bekerja menjabat sebagai wakil direktur dengan perjalanan karir hanya setahun hingga di puncak kejayaannya, ia merasa tak sekalipun menyinggung perasaan orang-orang di sekitar lingkungan dunia para pebisnis.
Lalu di tengah keramaian dalam kehidupannya tiba-tiba saja angin membawa perubahan drastis yang justru datang dari orang terdekatnya. Ia tak menyangka aman mengalami dilema di kehidupan singkat setelah memiliki semua yang dirinya harapkan di dunia. Kini, ia sendiri hanya menjadi alat untuk menarik perhatian seorang pria.
"Apa kamu lupa jika pria yang menjadi mangsa sudah memiliki keluarga. Aku tidak ingin merusak rumah tangga wanita lain," ucap Seina kembali mengingatkan seorang pria dewasa yang berada di belakangnya.
Bagaimanapun ia juga seorang wanita, maka untuk melukai hati kaumnya bisa menjadi penyesalan terbesar di dalam hidupnya. Bukan hal aneh juga ketika ia mengetahuinya seluruh informasi umum dari pemilik baru Diamond Star company, apalagi setelah mendapatkan misi sulit demi mempertahankan ikatan lama. Ia benar-benar terjebak di tengah ketidakberdayaan.
Sementara yang diperingati hanya tersenyum sinis, lalu meletakkan buku menu kembali ke atas meja. Tatapan matanya lurus menatap pintu kaca yang ada di depan dengan jarak sepuluh meteran, "Aku tahu, tapi sepertinya kamu lupa kalau pria bisa memiliki istri lebih dari satu. Sejak awal sudah kukatakan, kamu hanya perlu menjadi istrinya. Just it!"
"Pikiranmu sudah tidak waras, Ka. Apa kamu pikir aku wanita murahan yang dengan sukarela menawarkan olahraga ranjang. C!h, kenapa kita memiliki darah sama tapi sifatmu harus diperbaiki!" geram mendengar pernyataan si pria yang sebenarnya adalah kakak kandung tetapi selama ini mereka berdua terpisah karena takdir.
__ADS_1
Entah takdir yang ingin menunjukkan keburukan atau hanya sekedar ujian agar mencapai ketakwaan. Ia hanya merasa tersudut dengan permintaan yang menjadi perintah mutlak keluarga. Andai saja masih mendapatkan solusi lain hingga tak perlu melakukan tindakan sejauh ini, maka ia sendiri rela bekerja lebih keras lagi demi keluarga.
Namun kenyataannya adalah tawaran yang berusaha merenggut kebebasannya tak memberi kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Apalagi yang bisa dilakukan hanya melangkah maju tanpa perlu mempertimbangkan baik dan buruk dari setiap tindakan ke depan nantinya. Meski begitu logika tak memperbolehkan menodai hubungan sakral.
Si pria beranjak dari tempat duduk, kemudian berpindah ke sisi lain dimana adiknya mengalihkan pandangan menjauhkan diri dari tatapan matanya. Ia sadar jika gadis di depannya memendam amarah yang siap meledak kapanpun tapi itu bukan urusannya karena semua sudah diatur oleh keluarga. Sementara ia sendiri tak peduli pada pengorbanan seorang adik.
"Sei, jangan bertindak sok pintar. Disini kamu tidak memiliki hak untuk menghentikan keinginan kami dan ingat dimana mama saat ini," seulas senyum simpul tersungging jelas menghiasi wajahnya seraya menunjukkan seringai hanya untuk mempertegas bahwa dirinya tidak sedang bercanda.
Ketika di luar sana hubungan saudara bisa saling menguatkan dan menjadi harapan serta sandaran tapi tidak berlaku pada ikatan miliknya bersama sang saudara. Kenyataannya selama ini ia tidak pernah tahu memiliki kakak laki-laki yang terasingkan dan tinggal di negara lain karena takdir menakdirkan kisah rumit dari keluarga tempatnya dibesarkan.
"Jika dia ada di dalam takdirku, diri ini siap berjuang. Biarkan takdir menentukan pilihannya karena cinta sejati tak mengenal penghalang dan selalu menjadi pengorbanan untuk membuktikan ketulusan. Jangan berlagak tidak paham soal cinta, Ka. Sejauh yang ku tahu, kamu pernah sangat mencintai seseorang sampai mengabaikan seluruh tanggung jawab." ucap Seina membalas kakaknya, gadis itu sudah muak sejak kehidupan diatur-atur bak ponsel pintar.
__ADS_1
Menusuk emosi hati yang tak bisa dihindari olehnya, "Lancang!" bentaknya tanpa peduli pada orang-orang di sekitar dimana suara kencang mengalihkan perhatian para pelanggan serta pelayan di dalam cafe.
Niat hati memastikan rencana papanya dilakukan dengan baik dan benar oleh adiknya, ia tak menyangka sang adik justru berani mengungkapkan duka yang sudah terlupakan. Luka di masa lalu kembali terbuka menghantarkan ketidaknyamanan di dalam jiwa, hati dan pikiran. Apalagi bayang-bayang kegelapan ditemani jeritan seseorang tiba-tiba menyambar ketenangan berganti rasa tak karuan.
Tangan gemetar tetapi hati berusaha menguasai sisa kesadaran hingga rasa semakin tenggelam di tengah ketidakpastian, "Aku pasti akan membalasmu, Sei. Caramu mendorongku pada masa lalu akan selalu ku ingat sampai kapanpun." Si pria yang kian murka akhirnya meninggalkan Seina.
Suasana hati begitu tertekan oleh kenyataan pahit di dalam hidupnya. Ia tak pernah mengharapkan hal buruk selama kehidupan tapi setelah apa yang terjadi, ia sendiri tidak bisa mengabaikan tanggung jawab sehingga melepaskan sisa belenggu keraguan dan mulai memastikan masa depan cerah untuk kemajuan keluarga. Hanya saja perjalanan mencapai kesuksesan memerlukan pengorbanan seseorang dari orang terdekat.
Langkah kaki yang berjalan cepat benar-benar meninggalkan cafe tempat pertemuan, sedangkan Seina masih enggan beranjak dari tempatnya. Gadis itu malah memesan makanan dan minuman ringan. Sepertinya tekanan dari orang-orang tersayang membuat nafsu makan meningkat sehingga ia memutuskan untuk mengabaikan tujuan dan fokus pada waktu singkat miliknya yang bisa dijadikan kebebasan.
Apa yang terjadi, ia merasa hanya bisa mengikuti alur takdir Sang Pencipta. Dan itu termasuk keadaannya saat ini dimana demi memastikan keamanan seorang ibu, ia mempertaruhkan seluruh kehidupan tanpa mempertimbangkan kerugian akhir. Apakah hari esok lebih baik dari saat ini, ia tak ingin memikirkan hal tersebut.
__ADS_1