
Pikiran yang tidak di tempatnya membuat Al kehilangan akal. Bicaranya pun ikut melantur hingga memikirkan untuk menjadi paranormal. Padahal paranormal merupakan sebutan bagi seseorang yang menggunakan kekuatan indra keenam untuk melihat sesuatu di masa depan. Yang mana penggunaan istilah paranormal telah berkembang untuk merujuk pada hal-hal yang bersifat klenik atau magis.
Apa pria itu masih aman dan baik-baik saja? Sebab untuk menjadi paranormal tidak semudah memimpin mafia miliknya. Sebab paranormal bukan satu keahlian yang bisa langsung ditegakkan oleh senjata. Paranormal berasal dari bahasa Yunani. "Para" artinya "di luar" atau "melampaui" dan "normal".
Paranormal berarti sesuatu di luar normal atau melampaui hal-hal normal. Secara definitif, paranormal adalah istilah yang digunakan untuk segala jenis fenomena psikis, pengalaman atau kejadian yang terlihat memiliki hubungan dengan jiwa (Psike) atau pikiran (Mind), dan yang tidak dapat diterangkan dengan prinsip-prinsip Fisika namun melalui ilmu Metafisika.
Tetapi kejadian paranormal ini sangat mudah dijelaskan karena sumbernya berdasarkan aktivitas yang salah di otak. Terdapat beberapa istilah untuk orang yang berkecimpung dalam praktik paranormal, untuk orang yang mempunyai kemampuan paranormal diantaranya ada yang medium atau perantara, paragnost (untuk gejala parapsikik), dan parergast (untuk gejala parafisik).
Lalu bagaimana dengan Al? Pria itu hanya sekedar berangan-angan dan berharap bisa mendapatkan hal yang telah lama hilang darinya. Sekelebat bayangan datang menyapa membawanya pada peristiwa yang tidak biasa. Semua orang pernah melakukan kebodohan begitu juga dengannya.
Ia ingat, saat itu satu tahun kepergian Sifani yang menghilang tanpa kabar. Apalagi meninggalkan jejak, di saat hati rapuh bahkan hampir kehilangan akal sehat tiba-tiba seorang kawan menyarankan agar melakukan pencarian dengan sebuah kepercayaan terhadap orang pintar. Meski hati ragu tapi tetap melanjutkan niat hati hanya demi mendapatkan jawaban atas rasa penasaran.
Bukan naif, tapi hanya berusaha dengan semua cara yang bisa dilakukannya. Terlebih lagi sebagian masyarakat di Indonesia masih mempercayai dunia perdukunan. Alih-alih berobat ke dokter, mereka justru konsultasi kepada orang yang dianggap sakti dan bisa menyembuhkan penyakit dengan cara-cara mistis.
Tidak saja untuk berobat, karena dukun adalah tempat mengadu segala persoalan hidup dari mulai masalah ekonomi, perjodohan, karier, dan lain sebagainya. Sehingga bukan hal tabu bagi orang-orang untuk meminta bantuan pada seseorang yang sering dipanggil sebagai orang pintar. Apalagi praktik perdukunan sendiri sudah dikenal sejak pra Islam.
Dalam bahasa Arab, dukun diistilahkan dengan kahânah yang diartikan menginformasikan hal-hal yang tidak bisa diketahui manusia pada umumnya (gaib). Orang yang melakukan praktik perdukunan dinamakan kâhin. Imam an-Nawawi membedakan istilah kâhin dengan ‘arrâf kendati tetap sama-sama haram untuk mempercayainya.
Dimana menurut an-Nawawi, kâhin adalah orang yang dianggap sakti karena mampu mengetahui peristiwa yang akan terjadi dan mengaku bisa mengetahui hal-hal yang tidak bisa diketahui orang pada umumnya. Seorang dukun biasanya mengklaim bisa memperbantukan jin (khadam) untuk melancarkan aksinya.
Sementara ‘arrâf adalah orang yang dianggap sakti karena mengklaim dirinya bisa mengetahui keberadaan barang yang dicuri, sesuatu yang hilang dan hal-hal semacamnya. Sebenarnya, al-Qadhi ‘Iyadh membagi dukun (kâhin) menjadi tiga jenis. Pertama, orang yang mengaku sakti karena memiliki pembantu (khadam) berupa jin yang bertugas mencuri dengar perbincangan malaikat tentang perkara gaib semisal suratan takdir manusia.
Jenis pertama ini sudah tidak ada sejak Nabi Muhammad diutus. Kedua, orang yang mengaku sakti sebab bisa menginformasikan hal-hal yang tidak bisa dijangkau manusia normal seperti keberadaan barang yang hilang karena dicuri. Model yang kedua ini bisa benar dan juga berbohong, tapi kita dilarang untuk mempercayainya. Dukun seperti ini masih banyak ditemukan.
__ADS_1
Ketiga, ahli nujum, jenis dukun ini masih bisa dipercaya tapi banyaknya berdusta. Termasuk jenis yang ketiga ini adalah ‘arrâf. Pembagian dukun itu, al-Qadhi ‘Iyadh menegaskan, “Semua jenis dukun tersebut bertentangan dengan syari’at dan kita haram untuk mempercayainya.”
Bahkan dalam beberapa kesempatan Nabi Muhammad saw juga menyampaikan larangan mempercayai dukun. Salah satunya adalah adalah sabda beliau:
Artinya, “Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal dan bertanya kepadanya tentang suatu perkara, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari.” (HR Muslim)
Maksud hadits ini adalah orang yang berkonsultasi kepada seorang dukun tidak akan mendapatkan pahala shalatnya selama 40 hari. Status shalatnya tetap sah sehingga tidak ada kewajiban mengqadha. Seperti orang yang shalat di tempat hasil ghashab, shalatnya sah tapi tidak mendapat pahala ibadahnya.
Dalam hadits lain, Nabi saw menyampaikan, orang yang berkonsultasi ke dukun atau peramal kemudian mempercayai ucapannya, maka ia telah dianggap kafir. Rasulullah bersabda:
Artinya, “Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal dan dia membenarkan ucapannya, maka dia berarti telah kufur pada Al-Quran yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR Ahmad)
Berangkat dari hadits di atas, Syekh Abdurrauf al-Munawi mengatakan, jika seseorang meyakini seorang dukun mampu mengatahui hal-hal gaib tanpa perantara apapun maka orang tersebut dianggap kafir. Akan tetapi jika ia meyakini pengetahuan dukun tentang perkara gaib tersebut melalui perantara jin yang telah mencuri dengar dari malaikat maka tidak sampai kafir.
Bagaimanapun jenis dukun yang bisa memperbantukan jin untuk mencuri dengar informasi dari malaikat sudah tidak ada sejak diutusnya Nabi Muhammad saw. Pada prinsipnya tidak ada yang bisa mengetahui hal-hal gaib kecuali Allah swt. Sebab itu, jika ada orang mengaku sakti dan bisa mengetahui hal-hal gaib maka perlu dipertanyakan.
Kendati demikian, Allah juga telah memberi kemampuan kepada orang-orang khusus untuk mengetahui sebagian perkara gaib seperti para nabi melalui wahyu atau orang-orang saleh melalui ilham. Dalam Al-Qur’an disebutkan:
Pada hakikatnya sebagai Muslim haram mempercayai dukun, karena hanya Allah yang bisa mengetahui hal-hal gaib. Jika pun ada orang yang mengaku bisa mengetahui hal gaib, maka perlu dicermati terlebih dahulu kepribadiannya, apakah dia orang saleh atau orang biasa yang punya kepentingan tertentu.
Sebab tidak semua orang saleh juga bisa mendapatkan ilham. Sehingga lebih banyak kemungkinan adanya penipuan bahkan tidak jarang dengan dalil sebagai bentuk metode penyembuhan justru berakhir tindakan menyimpang norma agama dan masyarakat. Bisa juga sampai menyalahkan gunakan kepercayaan seperti yang banyak terjadi di zaman sekarang.
Namun satu kesalahan masa lalu juga memberikan pelajaran berharga dimana kehidupan tidak bisa dikendalikan oleh siapapun. Meski memiliki banyak harta, nyatanya bukan berarti mampu mendapatkan keinginan hati. Seperti air yang mengalir melewati semua rintangan, begitulah kehidupan seharusnya dijalani.
Penyesalan memang selalu di akhir dan tidak bisa mengubah tindakan yang sudah dilakukan. Meski begitu kenangan masa lalu memberikan pelajaran dan nilainya tidak bisa ditinggalkan sebagai omong kosong belaka. Kini tidak ada lagi kekacauan hati meski masih tenggelam di masa yang sama.
__ADS_1
Meninggalkan kenangan Al yang memikirkan tentang sebuah tindakan, di belahan bumi lain sebuah keluarga tengah menikmati kebahagiaan atas kerjasama yang baru dilangsungkan. Orang-orang yang berkumpul sibuk membayangkan jumlah keuntungan setelah penyatuan perusahaan demi menghadapi krisis keuangan. Jika tidak melakukan hal demikian maka kemungkinan mengalami kehancuran total.
Suara denting gelas yang di pukul menggunakan sendok menghentikan kesibukan para tamu undangan makan malam, "Para hadirin yang berbahagia, saya sebagai wakil dari kalian ingin mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya. Setelah hari ini, kita bisa memiliki kesejahteraan dan juga kemakmuran tapi masih ada satu masalah yang harus didiskusikan bersama-sama."
"Tuan Yan, apa maksud Anda mengenai pasar saham yang dikendalikan oleh seorang pengusaha muda di Indonesia?" tebak tuan Akmal dengan cepat menangkap maksud dari tuan Yan yang merupakan pemilik bisnis industri.
Senyum merekah mengembang menghiasi wajah polos tak berbulu yang tampak awet muda, "Tebakan tuan Akmal benar, itu yang harus kita diskusikan. Jika dari pihak lain, aku jamin semua aman bahkan pemerintah sekalipun tapi untuk pengusaha satu ini harus diperhitungkan. Apakah di antara kita tidak bisa berusaha bekerjasama dengan pihak mereka?"
Tidak mudah menaklukkan singa tetapi bukan mustahil. Hanya saja untuk memasuki zona wilayah seorang pengusaha maka dibutuhkan keberanian dan untuk itu seseorang harus tahan mental bahkan pintar membaca situasi agar pandai membawa diri. Sedangkan semua orang yang ada di acara malam ini, tidak satupun bisa mendekati pengusaha tersebut.
Tapi tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang memasuki ruang pertemuan tanpa permisi, penampilannya masih muda dengan gaya anak kekinian. Meski wajah tidak begitu tampan karena tertutup kacamata bulat penghalang pandangan semua orang. Anehnya kemana para penjaga di luar sampai membiarkan orang asing masuk begitu saja.
"Hey, siapa kamu? Tempat ini bukan rumahmu, pergilah dari sini!" seru tuan Fin yang beranjak dari tempat duduknya. Pria itu berjalan menghampiri si pemuda dengan langkah pasti berniat menghalangi tapi satu gerakan tangannya justru langsung terkunci bersambut kepalan tangan menghantam dadanya.
"Kepar4t, apa yang ...," niat hati ingin mengumpat tapi sayang tamparan keras membungkam dengan hawa panas menyelimuti pipi kirinya.
Pemandangan itu mengejutkan semua orang yang hanya bisa menonton menyaksikan siaran langsung hingga si pemuda berjalan menghampiri seorang pria paruh baya yang duduk di kursi roda. Sontak saja mereka baru sadar masih ada seorang pengusaha yang sukanya diam tanpa berkomentar.
__ADS_1
"Selamat malam, tuanku. Pelayanmu datang untuk memenuhi panggilan, apa yang harus pelayanan ini bereskan?" si pelayan yang berlutut di depan pria paruh baya terlihat begitu menghormati tuannya.