Karena Cinta

Karena Cinta
Part 110#PERMINTAAN ISTRI PERTAMA UNTUK ISTRI KEDUA


__ADS_3

Pelukan hangat yang sebenarnya jarang ia rasakan memberikan kenyamanan. Embusan napas pelan menghangatkan leher jenjang, "Mas sudah pulang? Kok Ara gak lihat masuk ke rumahnya, ya."


"Baru juga masuk, eh, kamunya udah nyusul, Yank. Gimana persiapan hari ini, lancar semuanya?" balik tanya Akbar tanpa melepaskan cengkraman tangan yang membelit pinggang Ara begitu erat.



Perlakuan tak biasa Akbar tentu membuat hati senang hanya saja ia juga merasa bersalah karena waktu pendekatan tidak tepat. Saat ini, dirinya masih berhalangan dan tentu saja bukan waktunya memberikan pelayan dengan mempersembahkan hak sang suami.



"Alhamdulillah semua beres tepat waktu, Mas. Mending kamu dulu yang mandi, Ara bisa setelah mas aja, tapi ngomong-ngomong udah minta orang buat undang warga kan?" sekali lagi pertanyaan diajukan bersambut usapan tangan kekar beralih haluan ke atas kepalanya.



Ketika kebersamaan sederhana menghadirkan kehangatan. Hati merasa semua indah tanpa perlu diperjuangkan tetapi pada kenyataannya hubungan masihlah memerlukan penyatuan jiwa dan raga. Satu hal yang selama ini tertunda bahkan tidak ada pembahasan ke arah sana.


"Jangan khawatir soal itu, Ara. Mas baca pesan dari mu jadi langsung tak kerjain sebelum balik ke rumah. Aku mandi dulu atau mau bareng aja?" tawar Akbar hanya sekedar menggoda istrinya yang langsung tersipu malu sampai menundukkan pandangannya.


Rona merah mewarnai kedua pipi membawa pesona sendiri. Malu-malu yang ditunjukkan Ara selalu menjadi pemandangan lain untuknya karena jika di depannya Anggun. Maka sudah pasti bukan rayuan yang didapat melainkan tanpa basa basi berlanjut sampai ke atas ranjang.


Ara menggelengkan kepala menolak ajakan Akbar, wanita itu lebih memilih menyibukkan diri menyiapkan keperluan sang suami. Tentu saja tidak dipaksakan karena semua hanya harus semulus kisah cinta penuh kasih sayang. Berpura-pura menjadi pria pengertian tidaklah sulit.

__ADS_1



Dalam menjalin hubungan rumah tangga tak semua hal akan berjalan mulus, tidak jarang suami dan istri terjadi selisih paham, kekeliruan, dan kekhilafan. Akan tetapi selama ini, ia sendiri hanya mengandalkan keluguan Ara agar tetap bisa menunjukkan wajah baiknya.


Langkah kaki berjalan meninggalkan Ara, lalu berpindah ke kamar mandi. Ketenangan di wajahnya hanya sebagai topeng belaka. Mana mungkin menunjukkan kegelisahan hati atas permintaan sang istri. Bukan istri kedua, tetapi keinginan seorang istri pertama.


Sepuluh menit yang lalu ia tak sengaja menghabiskan waktu bersama Anggun. Dimana istri pertamanya mengajukan permintaan secara tiba-tiba. "Apa kamu salah minum obat? Mana bisa pisah ranjang. Kamu sendiri tahu antara aku dan Ara tidak ada masalah pelik yang bisa jadi alasan buat hal ini. Jangan aneh-aneh, ya!"



Tidak ada angin apalagi hujan mendadak Anggun memintanya agar menjauhi Ara. Alasannya sederhana karena selama di rumah tinggal seatap istri pertama benar-benar merasa cemburu atas perlakuan sayang yang dirinya berikan untuk istri kedua. Sementara tingkah laku di depan Ara sangat dijaga seolah mereka berdua orang asing tanpa ikatan.


Jika ingin pisah ranjang tentunya harus memiliki alasan jelas karena hal tersebut dilakukan demi bisa meredakan pikiran dan emosi satu sama lain. Meski dalam kenyataannya tidak sedikit hubungan rumah tangga yang berakhir pada perceraian setelah pisah ranjang. Ia tahu, tujuan Anggun memang lah perpisahan antara dirinya dan Ara.


Dalam Islam pisah ranjang disebut dengan Al-Hijr. Al-Hijr artinya meninggalkan, memutus, dan tidak melakukan interaksi terhadapnya. Sedangkan dalam istilah para fuqaha, Al-Hijr adalah sikap suami yang tidak duduk bersama istri, tidak berbicara dan tidak berinteraksi selama kurang dari tiga hari.


Tak hanya itu, suami juga tidak diperbolehkan menyetubuhi istri. Penyebab dari terjadinya pisah ranjang sering dikaitkan dengan Nusyuznya istri. Akan tetapi, realitanya hal ini bisa didasari oleh Nusyuznya suami, maupun adanya syiqaq karena pertengkaran antara suami dan istri.


"Mas, aku gak mau tau. Kalian harus pisah ranjang! Lagian pisah ranjang pada dasarnya boleh dilakukan, apabila tujuannya untuk kebaikan. Kamu tahu kan kalau tujuan kita harus segera tercapai? Berdebat saja tentang sesuatu dengan Ara, lalu pastikan perdebatan kalian tidak menemukan titik tengah."


"Alasan itu bisa jadi solusi supaya kalian melakukan pisah ranjang. Ide sudah aku berikan dan kamu cuma perlu jalani sesuai rencananya. Ingat disini yang berhak atas kamu, cuma aku," ujar Anggun memprovokasi Akbar.

__ADS_1


Sebenarnya di dalam Al Qur'an sudah memiliki ketetapan mengenai pisah ranjang. Hal ini dijelaskan dalam QS. An-Nisa Ayat 34 yang berbunyi:


“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar,” (QS. An-Nisa Ayat 34) .


Berdasarkan aturan pisah ranjang yang ditetapkan dalam Islam, Al-Hijr harus dilakukan dengan santunan serta diam-diam. Tindakan ini tidak diketahui oleh orang lain dan apalagi diatur oleh istri lain dari si pria. Bahkan aturan batas waktu dalam pisah ranjang pun telah ada dalam ketentuan Al-Hijr.


Sehingga apabila pasangan suami dan istri melebihi dari aturan tersebut, maka hukumnya tidak diperbolehkan. Imam Syafi'i membatasi Al-Hijr dalam bentuk tidak boleh berbicara maksimal tiga hari, sebagaimana tercantum dalam hadis riwayat muslim.


Artinya: "Tidak halal bagi seorang muslim untuk tidak bertegur sapa dengan saudaranya di atas tiga hari."


Sedangkan batasan waktu pisah menjadi kerugian berupa perbuatan hingga salah satu pihak menyadari kesalahannya, maksimal empat bulan dan tidak boleh lebih dari batas waktu tersebut. Apabila pasangan suami dan istri melebihi ketentuan waktu tersebut, dikhawatirkan kondisi hubungan tidak akan kondusif.


Terlebih lagi jika berujung pada keputusan untuk bercerai. Dalam pisah ditambah ada batasan-batasan yang harus diperhatikan oleh suami dan istri. Berdasarkan hadis riwayat Abu Daud, konsep Al-Hijr tidak dapat dilakukan sewenang-wenang.


Yang mana suami tidak boleh mengusir istri dari rumah. Ia juga tidak boleh mengumbar masalah Al-Hijr ke luar rumah, karena masalah ini adalah urusan internal rumah tangga. Tidak melebihi batas waktu maksimal Al-Hijr sebagaimana dirumuskan oleh para fuqaha.


Semua itu karena pisah ranjang dimaksudkan agar pihak suami istri mampu berpikir jernih, dan bisa kembali pada hubungan keluarga yang harmonis. Bukan bertujuan untuk memperkeruh suasana dalam rumah tangga seperti harapan Anggun. Situasi kian pelik padahal sebelumnya ia pikir semua akan baik-baik saja jika tinggal seatap bertiga.


Memukul-mukul kepala pelan mencoba menyingkirkan rasa sakit dikepalanya, "Aku bisa kehilangan kewarasan kalau keadaan makin runyam, apa nanti malam jalan-jalan saja, ya?" Akbar tampak tenggelam dalam lamunan hingga tanpa memikirkan keadaan Ara yang menunggu dirinya keluar dari balik kamar mandi.


Sang istri masih berdiri di depan jendela yang menghadap ke arah halaman belakang rumah. Wanita itu tengah menikmati suasana sore hari sembari melepaskan penat dan rasa lelah yang menyerang raga. Alih-alih kesal di tengah penantian, ia justru terbayang kehangatan pelukan yang baru saja dirinya rasakan.

__ADS_1


Sementara di sisi lain, pergulatan ranjang menyudahi persetujuan yang mengakibatkan kepuasan tanpa ada keluhan. Akan tetapi raga enggan menyingkirkan cengkraman tangan yang melingkar menguasai pinggangnya, perlahan mengerjapkan mata mencoba menyesuaikan cahaya lalu mengedarkan pandangan menatap ke sekelilingnya.


"Euugh, jam berapa sekarang?" tanyanya pada diri sendiri tapi begitu melihat jarum jam yang tertera di dinding. Tubuh terhuyung seraya menyingkirkan tangan dari pinggangnya, "Sorry, aku harus segera pulang."


__ADS_2