Karena Cinta

Karena Cinta
Part 180#DILEMA HATI


__ADS_3

Permintaan Samuel sudah menjadi kepasrahan atas posisi seorang suami yang tidak bisa mengubah keegoisan hati wanitanya meski ia sudah berusaha terbaik untuk membujuk Ocy. Akan tetapi hasil akhir selalu mendapatkan penolakan dan kini waktu menuntut kepastian agar nyawa terselamatkan.


Keluhan menjadi alasan terakhir kebenaran dari saudaranya. Setelah apa yang ia dengar, lalu bagaimana bisa tinggal diam tetapi hati menyadari keras kepala sang adik ipar pastilah karena rasa takut. Baginya wajar karena jika yang di posisi sulit adalah Ara, maka kemungkinan besar juga melakukan tindakan sama.



"Muel, persiapkan saja operasinya!" Bryant beranjak dari tempat duduk, lalu merentangkan kedua tangan agar rasa dingin yang menusuk bisa teralihkan gesekan panas raganya.



Terlihat begitu tenang seolah apa yang diinginkan hati siap menjadi kenyataan tanpa menemui kegagalan. Percaya diri, begitulah pemandangan meyakinkan hati yang membuat Samuel bisa bernapas sedikit lega. Bagaimanapun harapan kali ini tidak boleh pupus seperti yang sudah-sudah.


__ADS_1


"Bry, aku titip Ocy sementara waktu. Sebenarnya hari ini sudah berencana menemui dokter yang menangani istriku. Kuharap, kamu tidak keberatan," ucap Samuel dengan kejujurannya. Setelah apa yang terjadi maka tidak ada tempat untuk menyembunyikan apapun dari sang saudara.



Mengingat betapa pentingnya pertemuan hari ini, ia sendiri harus menetapkan segala sesuatunya demi kebaikan sang istri. Terlebih lagi kedatangan dokter juga karena permintaan khusus darinya, apalagi setelah secara dadakan mengubah tempat melakukan operasi besar nanti. Ia hanya berusaha melakukan persiapan sebaik mungkin tanpa melewatkan hal terkecil sekalipun.




Saran dari saudaranya memang masuk akal hanya saja keadaan masih belum memungkinkan. Pertemuan dengan dokter pun belum dilakukan meski sudah menetapkan rumah sakit dan tim medis pendukung pada saat operasi. Selain persiapan, ia, dokter dan tim harus melakukan pemeriksaan merata termasuk memeriksa alat medisnya. Andai di Jakarta maka sudah pasti bisa langsung mengeksekusi di waktu yang sama.


__ADS_1


"Belum bisa, Bry. Aku perlu satu hari untuk menyelesaikan persiapan tapi jika semua good, kita bisa melakukan operasi malam ini. Jadi selama beberapa jam ke depan merupakan waktu kritis dan aku tidak bisa meninggalkan Ocy seorang diri. Selain itu akan ada waktu pemberian obat khusus. Apa kita bisa mempercayakan pada Nara atau harus mengambil petugas medis lain?"



Dilema akan tindakan yang bisa membuat hati tetap memiliki ketenangan. Satu sisi, ia ingin mengatakan kebenaran tapi masih terikat janji dan di sisi lain tak bisa mengabaikan tanggung jawab seorang suami sekaligus sebagai dokter. Akan tetapi jika memberitahu Nara maka bisa dipastikan semakin menambah kemungkinan yang lain. Lalu apa yang harus dilakukan?



Bryant paham benar jika Samuel terlalu memikirkan konsekuensi dari setiap tindakan yang menjadi keputusan final. Sementara situasi dan waktu semakin tidak memungkinkan untuk terus menunda apapun yang menjadi kebaikan Ocy. Jika sudah menyangkut nyawa, maka siapapun harus berpikir cepat tetapi bukan berarti bertindak gegabah.



"Aku ada ide, bagaimana dengan ... " Bryant membisikkan rencana yang ia punya pada saudaranya dimana Samuel menyimak begitu serius dan berusaha memahami apa katanya.

__ADS_1


__ADS_2