Karena Cinta

Karena Cinta
Part 202#WANITA TANGGUH


__ADS_3

Pertanyaan yang diajukan Li Mei tak akan mengubah kebenaran tetapi sebagai sahabat dirinya juga memahami keraguan hati atas kisah yang tersaji. Apalagi setelah sekian lama bersembunyi di balik kehidupan normal seolah-olah semua baik tanpa adanya badai yang menyingkirkan kebahagiaan nyata atas nama keluarga. Bagaimanapun ia ingin sang sahabat bisa belajar menerima kebenaran dari kehidupan masa lalu kedua orang tua terkasih.


    "Li Mei!" panggil Tiger pelan seraya merengkuh raga wanita di depannya. Ia tak bisa melepaskan tanggung jawab setelah dengan berani mengatakan kebenaran yang nyatanya menyakiti sahabatnya, "Hei, kenapa kamu jadi patung? Di sini masih ada aku kan, lalu apa lagi yang kamu khawatirkan?"


    "Kita berdua bisa melewati ini bersama-sama. Sekarang yang perlu dipikirkan adalah bagaimana menyatukan kepingan demi kepingan teka-teki atau lebih baik kamu pulang dan tetap tinggal bersama mamamu. Masalah kali ini biar aku saja yang menyelesaikan sendiri." tutur Tiger tanpa memiliki niat lain dari lubuk hati.

__ADS_1


    Baginya rintangan yang hadir di setiap kesempatan bukan sebuah masalah besar tapi keadaan tidak memungkinkan terus berpikir secara rasional ketika emosi hati ikut terpengaruh suasana sekitar. Bukan tentang rasa yang menyatakan cinta hanya saja ia tak tega melihat ketidakberdayaan sang sahabat lama. Kebenaran selalu menyajikan hal-hal tak terduga.


    Li Mei melepaskan diri dari dekapan sang sahabat, lalu ia mendongak hingga mata terpatri pada netra tenang yang juga menatapnya. Tidak ada keraguan selain keseriusan, ia merasa seluruh tanya di dalam kepala memudar begitu saja. Hati pun kembali tenang bak tersiram air hujan selepas musim kemarau panjang.


    Menghela napas pelan seraya melepaskan ketegangan agar bisa menemukan kedamaian di tengah kegundahan, "Terima kasih atas kebaikanmu, Tiger. Aku cukup terharu karena memiliki sahabat yang selalu siap siaga menjadi tameng untukku cuma masalah ini bukan hanya tentang satu orang saja."

__ADS_1


    Kesiapan Li Mei yang mau mencoba menerima kebenaran hidup membuat Tiger bangga. Pria itu bisa melihat sisi tangguh dari sahabatnya yang selalu tegar kala badai menerjang. Hati ikut lega setelah mendengar pernyataan penuh keberanian dari sang sahabat lama. Ia pun siap menemani perjalanan singkat mereka berdua.


    Obrolan terus berlanjut meski berubah menjadi sesi tanya jawab yang semakin membuat Li Mei memahami situasinya sendiri, sedangkan Tiger hanya mengimbangi percakapan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Bagaimanapun informasi yang menyatukan seluruh kisah hanya untuk sarana mengungkapkan kehidupan sebelumnya saja. Begitulah kesimpulan yang ia ambil dari seluruh isi cerita.


Akhirnya sang surya menghangatkan raga dan menyatukan rasa di dalam dada. Kedua insan itu tanpa sadar semakin saling belajar memahami satu sama lain. Mungkin saja di hati mereka memiliki rasa yang tak biasa meski masih samar bak bayangan tak nyata. Sementara di sisi lain setelah perpisahan lama justru kembali dipertemukan secara sengaja.

__ADS_1


Tatapan mata yang saling terpaut tak membuat raga tergerak mendekati satu sama lain. Jauh di dalam hati menyimpan sejuta rindu tetapi keadaannya menjadi belenggu. Apa benar di dunia yang fana tidak mempengaruhi emosi hati di dalam jiwa?


Ditariknya kursi, lalu duduk tanpa mengindahkan pandangan nanar wanita di seberang yang menatap intens ke arahnya. "Maaf sudah membuat Anda menunggu lama, Nyonya. Mari kita bicarakan langsung tujuan dari pertemuan di pagi buta seperti tidak ada waktu lagi."


__ADS_2