Karena Cinta

Karena Cinta
Part 146#NIKAH MUDA


__ADS_3

Satu pertanyaan yang masih bisa Bryant dengar membuat pria itu menoleh menatap Bunga. Dimana adiknya tampak serius meski memalingkan wajah menghadap ke luar jendela. Aura yang tidak biasa dirasakannya dan entah kenapa, ia merasa seperti dilema hati tengah menguasai Bunga. Apakah semua baik-baik saja?



"Dalam Quran surat Ar-Ruum ayat dua pulus satu tertulis bahwa, 'Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.'


“Sementara di dalam Quran surat an-Nur ayat tiga puluh dua mengatakan, 'Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.'


"Menikah muda tidak dilarang oleh agama selama syarat dan ketentuannya tetap terjaga, lagipula menikah adalah kebutuhan setiap orang dalam hidup. Bagaimanapun, manusia membutuhkan jalinan kasih sayang, ikatan konsekuensi dan kasih sayang untuk bisa menolong satu sama lain menjalankan kehidupan."



"Tentu saja dalam islam, menikah adalah hal yang diridhoi dan diberkahi Allah jika menjalankannya dalam kerangka beribadah, rukun islam, rukun iman, dan sesuai fungsi agama. Sebab di dalam islam, pernikahan bukan sekedar persoalan cinta dan kasih sayang semata. Lebih dari itu, islam mengajarkan agar dalam pernikahan tercipta keluarga sakinah mawaddah wa rahmah serta terbentuknya generasi yang lebih baik dari masa ke masa lewat keluarga."



Terlepas dari apa yang mengusik hubungan hati antara ia dan istri, saat ini sebagai kakak harus menasehati adiknya sendiri. Mungkin Bunga lebih dilema menjalani fase remaja dan memerlukan bimbingan maka seorang kakak harus tau tempatnya berdiri. Terlebih lagi apapun bisa terjadi secara kebetulan.



"Setahu kakak dalam islam, tidak ada batasan seseorang menikah kapan. Tentunya, setelah orang tersebut baligh, mampu bekerja, dan berkecukupan bisa untuk menjalankan pernikahan atau melaksanakan keluarga. Untuk itu, menikah muda dalam islam hukumnya halal atau boleh selagi dalam rukun pernikahan yang syah dan sesuai dengan syarat-syaratnya.

__ADS_1


"Bisa jadi sebuah pernikahan di usia muda menjadi sesuatu yang tidak baik secara etika, bukan dalam hukum islam, ketika pernikahan dijalankan malah berdampak negatif. Misalnya belum cukup umur, kematangan usia kurang, kedewasaan belum cukup, belum memiliki ilmu dan pengetahuan yang memadai, sehingga kurangnya material untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


"Untuk itu, secara etika kurang baik walaupun secara syarat sahnya dalam islam masih halal dan resmi menjadi suami istri. Akan tetapi menikah muda juga menjadi solusi bagi beberapa kalangan agar anak-anak muda tidak terjebak pada perzinahan dan pergaulan bebas sehingga dibutuhkan panduan pergaulan dalam Islam.


"Akan tetapi, di sisi lain tentu menuai konsekuensi mengingat angka perceraian keluarga pada usia 20 tahun dikarenakan pernikahan muda menjadi begitu tinggi. Untuk itu, sebelum memutuskan menikah pada usia muda hendaknya masing-masing orang dan keluarga memikirkan lebih dalam bagaimana dampaknya dan efeknya yang terjadi setelah menikah."


Sebab dan akibat di dalam kehidupan ini memang berlaku dan itu tidak bisa diganggu gugat. Seperti hukum karma dan juga takdir sang waktu hanya saja terkadang manusia bisa melupakan sederhananya lingkaran alur kehidupan yang ada. Akan tetapi bukan melupakan fakta kebenarannya.


"Ingat, untuk menikah maka harus memiliki niat. Sebab niat merupakan hal yang paling penting untuk menjalankan sesuatu. Begitupun ketika akan menjalankan pernikahan, meluruskan dan memastikan niat kita untuk ibadah adalah hal yang harus dilakukan. Niat yang kuat maka akan menghasilkan usaha yang kuat, niat yang buruk menghasilkan usaha yang buruk, begitupun niat kebaikan akan menghasilkan kebaikan pula.


"Zaman sekarang ini, banyak orang-orang, khususnya yang menikah di usia muda hanya karena dorongan dan niat kebutuhan biologis. Padahal menikah atau berkeluarga lebih dari itu, dimana membutuhkan komitmen serta tanggung jawab dari masing-masing peran suami istri. Maka itu keberhasilan rumah tangga berasal dari niat yang ada di dalam masing-masing pasangan.


"Bahkan sebelum memasuki pernikahan dan rumah tangga menurut islam, hendaknya masing-masing pasangan juga mengerti dan memahami ilmu tentang keluarga. Pembelajaran ini tentu tidak hanya dilakukan saat sebelum menikah saja, melainkan sesudah menikah dan ketika menjalankan pernikahan itu sendiri. Selain itu hal lainnya yang perlu diketahui dalam mempersiapkan pernikahan adalah mengenai kewajiban istri terhadap suami dalam islam, kewajiban suami terhadap istri, dan hal mendidik anak dalam islam."


"De, kamu itu masih muda dan baru mau memulai karir. Untuk menikah sebenarnya masih jauh jangkauan dan bisa dipikirkan nanti. Menikah juga memerlukan banyak persiapan bahkan memiliki karir juga penting. Manusia di muka bumi diciptakan untuk menjadi khalifah fil ardh yaitu yang bertugas membangun bumi dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk mencapai tujuan hidup menurut islam, tujuan penciptaan manusia , dan konsep manusia dalam islam.


"Untuk itu, dibutuhkan karir dari masing-masing orang. Sebenarnya karir tidak melulu soal jabatan atau status atau pekerjaan. Pada intinya karir adalah peran yang kita laksanakan sebagai kontribusi kita untuk umat berbasis kepada ilmu dan kemampuan yang kita miliki. Tentu saja, ketika akan menikah bukan berarti karir kita harus matang atau sukses terlebih dahulu.



"Akan tetapi, setidaknya kita memiliki kesiapan dalam berkarir, memiliki arah dan orientasi yang jelas, serta goal yang ingin dituju. Sehingga sebelum menikah, pasangan mengetahui apa arah hidup kita, dan bagaimana masing-masing bisa menyesuaikan. Tidak lupa juga membutuhkan kematangan diri dan kedewasaan, hal ini justru yang paling penting untuk dimiliki sebelum melaksanakan pernikahan.

__ADS_1



"Kematangan diri dan kedewasaan tentu bukan sesuatu yang instan untuk didapatkan. Kedewasaan dan kematangan ini membutuhkan proses dan pembelajaran yang terus menerus dan istiqomah. Untuk itu, minimal sebelum menikah karakter, kematangan diri, kemantapan diri, pengalaman memecahkan masalah, dan kesabaran menghadapi berbagai dinamika kehidupan bisa dihadapi. Apa kamu paham, De?"



Tidak rumit tapi juga tidak sederhana. Setelah mendengarkan, sejenak mencoba mencerna apa yang bisa dipelajarinya. Jika untuk menikah muda memiliki beberapa konsekuensi yang harus dipahami terlebih dahulu, maka seseorang memang tidak boleh membuat keputusan secara gegabah. Terlebih lagi sekali memutuskan kemungkinan tidak ada jalan kembali.



"Bunga bisa ngerti semua itu, Ka. Intinya apapun keputusan untuk menyudahi masa lajang harus benar-benar dipikirkan. Tapi bagaimana jika orang yang kita harapkan menjadi imam sudah mampu memimpin sebuah keluarga?" tidak menyerah atas rasa penasarannya meski mungkin akan tertampar oleh nasehat kakaknya.


"Simple aja, De. Untuk melanjutkan ke jenjang serius dibutuhkan masa taaruf atau perkenalan agar masing-masing bisa mengenal dan memahami karakter. Masa ini sangat penting dan tentunya harus berjalan secara alamiah, bukan penuh kekakuan dan mencitrakan yang baik-baik saja. Alias berpura-pura atau berwajah dua."


"Semuanya harus dipahami bersama dan dimaknai bersama agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan ketika sudah menikah. Karena Konflik dalam keluarga akan selalu ada untuk itu perlu mengetahui mengenai cara menjaga keharmonisan dalam rumah tangga menurut islam. Bisa dibilang, kenali pasanganmu agar dia juga memahamimu."



Nasehat yang baik tapi hati tercubit oleh kata-katanya sendiri. Kenyataannya dia sendiri pun menikah tanpa restu orang tua dan sampai detik ini masih berjuang menyatukan keluarga. Lalu dengan entengnya memberikan ceramah seperti manusia alim, sungguh disayangkan. Meski begitu harus tetap menjalankan kewajiban seorang kakak terhadap adiknya.


__ADS_1


"Aku cuma berharap bisa menjadi wanita beruntung yang mendapatkannya, Ka. Dunia ini tidak lebih dari panggung sandiwara dan hatiku sudah memilih dia," gumam Bunga mengakhiri rasa penasarannya tetapi meninggalkan tanya dalam benak kakaknya.


__ADS_2