Karena Cinta

Karena Cinta
Part 135#MEMBANGKITKAN RASA CEMBURU


__ADS_3

   Kepedulian Akbar untuk Ara tampak semakin jelas dan itu benar-benar tidak sesuai dengan rencananya. Apapun yang ada di antara kedua insan itu hanya terjadi karena skenario dan bukan ketidaksengajaan belaka. Lalu, bagaimana bisa malah mulai merebut perhatian dari prianya.


    Sebagai istri pertama, ia berhak menghentikan Akbar menghibur hati Ara. Tidak peduli apa yang sedang dihadapi sang istri kedua karena itu bukan urusannya. Terlebih lagi selama beberapa hari terakhir Ara sendiri tampak banyak diam seolah sedang menyembunyikan sesuatu.


    Suasana rumah terlihat masih seperti biasa tapi dari gelagat Ara yang sering menghindari kontak fisik dengan Akbar. Hati merasakan bahwa sahabatnya itu sudah mulai mengetahui hubungan antara ia dan Akbar. Kemungkinan itu diperkuat setiap kali melihat tatapan nanar dari sorot mata seorang istri teraniaya.


    Jika memang benar demikian maka bisa dimanfaatkan dan ia sendiri akan memastikan jika kehidupan di masa mendatang penderitaan Ara semakin besar. Apalagi jika memang sudah tahu hubungan tak biasa antara dirinya dan Akbar. Sebuah ide terlintas di benaknya yang mana membuat pikiran menari menikmati senyum jahat di bibirnya.


    "Mas, mau ku suami gak?" tawar Anggun seraya menyodorkan sepucuk makanan di sendoknya yang tanpa sungkan menawarkan makanan dari atas piringnya.


    Keberanian Anggun membuat Akbar manautkan kedua alisnya. Tidak tahu apa yang dipikirkan oleh istri pertamanya itu hingga tiba-tiba menunjukkan sisi romantis padahal biasanya selalu menjaga sikap agar tetap normal. Mengingat keberadaan masih ada di dalam rumah istri pertama, ia memilih menahan dirinya.


    "Jangan menggodaku! Ara ada di rumah, ingat itu," celetuk Akbar mengingatkan Anggun tetapi sayang itu tidak dianggap. Malahan wanita yang tadinya duduk di seberang berpindah mendekatinya, "Anggun, kamu ...,"


    "Satu suap saja, Mas. Di jamin tidak terjadi apa-apa, kalau kamu gak makan, aku masih sabar nunggu disini." ujar Anggun begitu keras kepala hingga pada akhirnya diterima Akbar agar menyudahi sikap manjanya.

__ADS_1


    Sesuap nasi berhasil mendekatkan kedua insan di ruang makan. Dimana Anggun dengan sengaja melakukan semua itu, ia yang tidak sengaja melihat keberadaan Ara di balik sudut ruangan atas ingin memamerkan kebersamaan antara dirinya dan Akbar. Meski harus bersikap sedikit manja.


    Ia ingin, Ara bisa merasakan panasnya hati karena melihat pemandangan romantis hasil kemesraan dari suami sendiri. Rasa cemburu yang selama beberapa bulan sudah dirinya rasakan karena harus berbagi suami dan tidak memiliki hak menunjukkan posisi terhadap dunia luar.


     Cemburu sebetulnya merupakan hal yang normal dalam suatu hubungan. Jadi bisa disengaja agar sama-sama tersakiti. Akan tetapi selama ini, rasa cemburu dihati membuat ia merasa terancam dan terasingkan. Rasa itu juga harus ditanamkan dalam hati Ara.


    Rasain kamu, Ra. Enak kan rasa sakit yang menusuk hati tapi kamu sendiri tidak punya tenaga untuk melawan semua ini. Sungguh menyedihkan, wanita lemah sepertimu mau bersaing denganku.~batin Anggun yang menyoraki penderitaan dan ketidakberdayaan Ara.


Ia sengaja membangkitkan rasa cemburu Ara. Setidaknya sang sahabat harus belajar arti memiliki milik orang lain. Meski jelas semua disengaja tetap saja harus mendapatkan hukuman seperti keinginan hatinya. Apalagi tidak ada kata pengampunan setelah kehidupan mereka bertiga terikat oleh hubungan tanpa nama.


       Meski kecemburuan merupakan emosi yang muncul ketika seseorang merasa tidak aman dengan hubungannya. Hal ini normal dalam setiap hubungan karena menandakan bahwa seseorang masih peduli dan mencintai pasangannya. Hanya saja bisa menjadi kerapuhan hati.


Meski bisa dikatakan wajar untuk cemburu, beberapa orang merasa bahwa pasangannya cemburu berlebihan. Cemburu sesekali yang masih dalam takaran ringan nyatanya baik dalam sebuah hubungan. Hal ini justu bisa menjadi pengingat pasangan untuk tidak menerima begitu saja.


Malahan, cemburu bisa memotivasi pasangan untuk saling menghargai satu sama lain. Namun, Cemburu yang tidak sehat ini tentu saja bisa merugikan untuk pasangannya dan hubungan antara keduanya. Akan tetapi ketika hubungan itu sendiri sudah tidak bisa berkompromi maka sulit menjaga keharmonisan.

__ADS_1


Apalagi seringkali di saat cemburu malah menyalahkan atau menyulut emosi. Bahkan rasa cemburu bisa dipicu dari interaksi dengan teman, rekan kerja, atau orang asing. Lalu ketika pasangan tiba-tiba cemburu dengan hal sepele seperti ini, artinya cemburu tersebut sudah di tahap yang tidak sehat.


Beberapa kasus bahkan bisa sampai pada tahap kekerasan fisik. Dimana kecemburuan mereka digunakan untuk menyebabkan rasa bersalah, menciptakan “hukuman” atau mendapatkan pengaruh. Mereka berusaha menemukan “alasan” untuk membenarkan perilaku kasar nya.


Rasa cemburunya yang mampu membuat pasangan sendiri terasa terangsingkan. Sehingga takut untuk bicara dengan teman atau bahkan keluarga karena bisa membuat pasangan semakin cemburu. Apalagi kecemburuan mengarah pada ancaman yang bisa merugikan diri mereka sendiri.


Meski kebanyakan orang menganggap ancaman dalam suatu hubungan sebagai pernyataan terbuka yang melibatkan kekerasan fisik. Namun terkadang, ancamannya justru lebih halus. Selain itu, salah satu metode yang sering digunakan untuk mengontrol pasangannya adalah dengan mengancam untuk menyakiti diri sendiri.


Pasangan yang suka mengontrol mungkin mengatakan bahwa jika sang pendamping membuat mereka cemburu, dirinya tidak segan menyakiti diri sendiri atau mengakhiri hidup mereka. Sebab itu seseorang sampai mengubah perilaku untuk menghindari kecemburuan, artinya takarannya sudah tidak sehat.


    Sementara tujuan Anggun tak lain hanya ingin balas dendam. Wanita itu benar-benar ingin menciptakan neraka agar sang sahabat bisa merasakan dunia kepedihan yang selama ini mengusik hidupnya. Semua rasa sakit dan penolakan yang pernah diterima harus terbayarkan sepuluh kali lipat dari yang ia rasakan.


    Perbuatan Anggun bahkan tidak disadari Akbar. Dimana pria itu masih berpikir tenang dan tidak sedikitpun curiga. Sementara Ara yang melihat kedekatan suami dan sahabatnya hanya bisa diam menatap dari pantulan sebuah kaca di depan sana. Rasanya sakit melihat kemesraan yang seharusnya bukan milik kedua insan itu.


"Sampai kapan aku diam menikmati kebenaran? Rasanya seperti sudah tidak memiliki harga diri saja, tapi hati masih percaya semua hanya salah paham. Mungkin mas Akbar khilaf melakukan semua itu," gumam Ara bermonolog pada diri sendiri.

__ADS_1


Cinta adalah kunci utama yang membuka gerbang kebahagiaan, kebencian, kecemburuan, dan, yang paling mudah, gerbang ketakutan. Cemburu itu wajar, tapi kalau cemburu berlebihan, pasti ada yang salah. Kecemburuan tidak baik untuk tubuh dan pikiran karena cinta seharusnya bukan tentang kecemburuan atau semacamnya. Ini harus tentang komitmen dan kemampuan untuk mempercayai orang itu. Jika tidak dapat memilikinya sejak awal, itu berarti ada masalah.


__ADS_2