
Beberapa pelanggan yang ada di warung makan nampak melihat sepasang sejoli yang sedang terduduk di tempat itu. Haris terlihat tidak menyukai pemandangan yang ada di depannya, pria itu sangat ketar-ketir dengan semua perlakuan Daniel kepada Arina.
"Hai Mas Daniel." panggil Haris yang sudah berada di warung makan.
"Mas Haris." jawab Arina yang kemudian mencuci tangannya dan memberikan tisu agar Daniel membersihkan mulutnya.
"Cepat kita pulang, aku sudah ngantuk ini juga sudah sore aku capek." pinta Daniel yang kemudian berdiri.
"Mau kena kemana, tuan?" tanya Haris.
"Tentu saja aku mau kembali ke rumah, Memangnya mau ngapain." Jawab Daniel.
"Jalan-jalan saja di sekitaran sini, kalau malam pemandangan di tempat ini sangat bagus lho." ucap Haris.
"Nggak, kapan-kapan saja. hari ini aku capek banget, lagipula besok pagi-pagi aku harus melakukan pekerjaan ku." jawab Daniel.
Terlihat Arina tersenyum dengan kata-kata Daniel. walaupun senyum yang dikeluarkan oleh Daniel nampak begitu samar terlihat.
"Kelihatannya kau benar-benar ingin mendekati istriku, lihat saja kau tidak akan bisa melakukannya." guman Daniel dalam hati.
"Ya sudah, ayo kita kembali." ajal Arina.
"Kau lihat sendiri kan, Arina tidak mau keluar. lagipula tubuhnya juga capek karena dari tadi aku ajak keliling perkebunan." jawab Daniel.
"Bagaimana kalau besok aku akan menjemput tuan dan mengajak tuan sama Arina keliling tempat ini?" tanya Haris.
"Aku nggak tahu, lihat aja besok." jawab Daniel yang kemudian menarik tangan Arina untuk segera pergi dari tempat itu.
Bremmm..
Suara motor sudah terdengar, Daniel sudah menghidupkan sepeda motornya dan membawa Arina kembali pulang ke rumah.
"Kenapa kau tidak mau di ajak dia jalan-jalan?" tanya Arina kepada Daniel.
"Dari sorot matanya saja aku tahu kalau dia ingin mendekatimu, Karena semua orang tahunya kalau kamu adalah isterimu, jadi kamu harus jaga jarak sama dia." pinta Daniel.
"Kenapa kamu mempunyai pemikiran seperti itu?" tanya Arina.
"Walaupun aku begini, Aku mempunyai karisma untuk melihat apakah pria itu benar-benar pria baik atau dia cuma mau mendekatimu untuk numpang hidup padaku." jawab Daniel.
"Lalu, Bukankah aku menikahimu juga seperti itu?" tanya Arina.
__ADS_1
"Enggak juga sih, kalau kau berniat melakukan hal itu Mengapa juga kau tidak mendekatiku dari dulu." jawab Daniel yang terlihat begitu serius namun matanya menatap pemandangan jalan.
"Oh ya, apakah benar di tempat ini pemandangannya bagus?" tanya Arina.
"Lumayan sih, tapi nggak tau juga kalau sekarang. kalau beberapa tahun yang lalu tempat ini lumayan bagus pemandangannya kalau malam." jawab Daniel.
"Nanti malam ajak aku keluar ya, aku bosan di rumah." pinta Arina.
"Oke, nanti malam aku akan mengajakmu jalan-jalan di sekitar sini." jawab Daniel.
Terlihat Daniel sedikit iseng dengan memainkan kopling motor. hal itu membuat Arina berulang kali membentur punggung Daniel.
"Apa yang kau lakukan!" seru Arina.
"Memangnya apa yang aku lakukan." jawab Daniel.
"Lalu Mengapa sepeda motornya seperti ini?" tanya Arina yang membuat Daniel tersenyum.
Akhirnya karena sedikit ketakutan Arina memeluk erat tubuh Daniel agar tidak terjatuh.
"Kalau kau tidak berpegangan erat Aku jamin kau akan loncat dari motor ini!" seru Daniel yang kemudian melajukan motornya dengan begitu kencang hingga membuat Arina memeluk erat tubuh Daniel. beberapa menit kemudian akhirnya Arina dan Daniel sudah sampai di rumah.
"Dasar kau pria tidak tahu diri, tidak tahu diuntung, berani sekali kau melajukan motor itu dengan sangat kencang. kau ingin membunuhku ya." gerutu Arina yang kemudian memukul tubuh Daniel kemudian berjalan masuk ke dalam rumah.
"Aku tidak tahu, kau saja tadi hampir membunuhku." jawab kesal Arina.
"Aku janji tidak akan melakukannya lagi." ucap Daniel.
"Aku mau istirahat dulu, jantungku mau copot." jawab Arina yang kemudian masuk ke dalam rumah. sedangkan Daniel nampak pria itu memasukkan motor kesayangan Ayah Ma'ruf ke dalam garasi.
Ketika malam telah tiba, terlihat Jihan keluar dari kamarnya. wanita itu bermaksud ke dapur untuk mencari minuman, namun yang terlihat malah Lisa terus menempel erat pada Daniel.
"Mas Daniel, katanya Nanti Mas mau keluar ya?" tanya Lisa.
"Memangnya kenapa?" tanya Daniel balik.
"Aku ikut dong Mas." pinta Lisa.
"Nggak bisa dong, nanti aku mau bawa sepeda motor sama Arina. nanti kalau kamu ikut mau naik di mana." jawab Daniel.
Arina yang mendengar jawaban Daniel nampak wanita itu tersenyum, ternyata pria itu bisa menolak permintaan gadis genit yang selalu menempel erat padanya.
__ADS_1
"Apa maksud wanita itu, enak sekali Dia terus-menerus mendekati Daniel. apa dia tidak tahu kalau pria itu adalah suamiku dasar wanita ganjen." guman Arina dalam hati yang kemudian masuk secara tiba-tiba ke dapur.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Arina kepada Daniel.
"Aku sedang masak nasi goreng." jawab Daniel.
"Buat banyak nggak?" tanya Arina kembali.
Daniel menganggukkan kepalanya,
"Aku mau dong..," ucap Arina.
Lisa yang melihat hal itu nampak dia ikut-ikutan meminta nasi goreng yang akan dimasak Daniel.
"Aku juga minta dong Mas, aku dari tadi lapar belum makan." ucap Lisa.
"Dari tadi kan kamu bersama dengan Mbok Sri, masa' belum makan?" tanya Daniel.
Jihan tersenyum dengan jawaban Daniel kembali.
"Awas kau, akan ku buat kau kebakaran jenggot." guman Arina dalam hati.
Sesaat kemudian ternyata nasi yang ada di dapur tinggal sedikit, akhirnya Daniel hanya memasak satu porsi makanan.
"Kenapa Cuma segini?" tanya Arina.
"Sudah, makan saja. nanti aku akan beli makanan diluar." ucap Daniel.
Secara spontan Arina langsung menarik tangan Daniel dan membuat pria itu terduduk disampingnya.
"Kita makan sepiring berdua." ucap Arina yang membuat Daniel sedikit terkejut.
"Sama aku saja mas." pinta Lisa.
"Dasar wanita krempeng." Arina mencibir Lisa.
* Bersambung *
Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊
- Mawar berduri
__ADS_1
- Terlempar ke dunia sang kaisar
- karena cinta