Karena Cinta

Karena Cinta
Part 188#TIGER SALUT, PERENUNGAN LI MEI


__ADS_3

Penjelasan dari Li Mei membuat Tiger pergi meninggalkan wanita itu ke ruangan rahasia yang pastinya bukan sembarang tempat untuk dimasuki oleh tamu. Akan tetapi dengan izin yang sudah diberikan maka ia memiliki kebebasan sehingga bisa keluar masuk tanpa melanggar aturan. Apalagi sang teman juga bukan wanita biasa yang pantas dipertahankan sebagai kawan.



"Gadis ini, jadi anak perempuan tapi sukanya barang lelaki. Untung saja penampilan masih mengenakan pakaian normal. Tunggu dulu," Tiger menghentikan langkahnya dengan mengedarkan pandangan ke depan.



Diperhatikannya dengan benar barang-barang yang ada di dalam kamar Li Mei sekaligus ruang kerja si wanita kala malam. Tatapan mata berbinar menatap banyaknya barang berkualitas terutama berbagai jenis senjata yang terpajang di lemari dinding kaca. Melihat semua itu, ia merasa menemukan tempat yang tepat tanpa perlu berkeliling dunia.



Namun untuk memiliki banyak peralatan canggih terutama jenis senjata bukanlah hal mudah apalagi harus berlisensi dan harganya pun bisa dipastikan membuat isi dompet menjerit. Meski begitu banyak senjata yang bisa digunakan di dalam kamar Li Mei, ia sendiri tidak bisa menggunakan barang tersebut selama menjalankan misi. Bagaimanapun ia harus hati-hati termasuk memilih senjata untuk mengeksekusi sasaran sesuai dengan skill yang dirinya punya.

__ADS_1



"Li Mei, aku salut dengan penilaianmu atas semua barang pribadi di sini. Jika ada kolektor senjata maka pastilah kamu jadi incaran banyak orang. Rupanya wanita nakal yang pernah aku kenal masih suka melakukan kenakalan tapi dimana barang punyaku?" Tiger kembali memperhatikan setiap sudut ruangan dan masih melakukan pencarian seraya berpikir teman lamanya itu menyimpan paket miliknya di bagian sudut mana.



Sejauh yang dirinya pahami, Li Mei bukan gadis ceroboh bahkan jika harus mengorbankan banyak hal. Wanita itu akan menjamin miliknya tetap aman dan itu bisa dipastikan. Hanya saja untuk menyembuhkan barang yang dilindungi secara langsung maka harus ditempatkan secara terpisah tetapi menyatu dengan semua hal di dalam ruangan.




Seperti dugaannya, apa yang ia inginkan ada di balik lukisan tetapi juga tersimpan di balik brankas kaca. Sang teman lama selalu memiliki kejutan baru untuk mempersulit sekaligus menguji kesabaran hatinya, sedangkan di ruangan atas Li Mei sendiri juga berusaha keras memecahkan teka-teki. Dimana wanita itu merasa tulisan di atas perkamen sangat familiar.

__ADS_1



Beberapa saat berpikir keras hingga akhirnya menemukan poin penting yang membuatnya buru-buru mengambil peti hitam di atas meja. Lalu ia juga menyalakan senter dari ponsel, kemudian mencermati jejak yang merupakan ukiran unik hasil karya tangan dan bukan mesin. Tatapan mata mengikuti ukiran dari ujung satu ke ujung yang lain dengan harapan bisa menemukan titik awal sekaligus akhir.



"Kenapa ukiran ini seperti desain di dalam lemari yang mama buat tapi mana mungkin mama membuat peti hitam seperti ini," Li Mei merenung memikirkan kesamaan antara ukiran di peti dan juga di dalam lemari milik sang mama. Ia masih belum menemukan alasan ataupun ikatan dibalik hal tersebut.



Selain itu, ia juga sangat mengenal bagaimana mamanya yang jarang dan sedikit memiliki interaksi dengan dunia luar. Lalu, apakah mungkin kaitan dari satu hal berawal di masa lalu? Jika benar, maka ia bisa bertanya pada orang terkasih tanpa khawatir dicurigai oleh pemilik sah dari peti hitam di depannya itu.


__ADS_1


"Apa mama sudah bangun jam segini?" tanyanya pada diri sendiri yang hapal jadwal sang mama.


__ADS_2