Karena Cinta

Karena Cinta
Part 90#TEMAN ATAU LAWAN?


__ADS_3

Laporan yang diberikan oleh penjaga depan membuat semua orang menghentikan kegiatan acara makan mereka kecuali Bunga yang langsung memahami situasi malah mempercepat menyelesaikan makannya. Lalu, gadis itu beranjak dari tempat duduk kemudian berlari menuju jendela. Iya menyibak tirai memperhatikan pemandangan yang ada di luar sana ternyata sesuai dugaan semua yang datang adalah teman-temannya dari asrama.


Bingung kenapa semua orang bisa datang ke rumah mama Bella sementara ia saja belum pernah menyatakan identitasnya. Selain itu ia juga sama sekali tidak melibatkan nama keluarga ketika berinteraksi dengan orang-orang sekitar. Apakah mungkin bunda Widya mengatakan statusnya?


Ia merasa itu hal yang tidak bisa dibenarkan karena sang bunda pemilik asrama juga tahu, sang papa sendiri memberikan larangan keras agar menyembunyikan identitas dan mempermudah kehidupannya selama menjadi orang biasa.


Sekarang aku harus apa? Mengusir mereka atau membiarkan mereka masuk tapi jika yang lain tahu ini keluargaku Bukanlah itu berarti pria dengan muka sok tampan bisa tertampar oleh keadaan? ~ ucap hati Bunga yang sedikit bingung dengan keputusannya kali ini.


Kalian lanjutkan saja makannya biar aku temui tamunya," papa Angkasa belanja dari tempat duduk niat hati ingin untuk melakukan sebagaimana mestinya tetapi justru ditahan oleh tangan sang adik tercinta. "Ada apa Al?"


"Sepertinya mereka teman-teman Bunga. Lihatlah kelakuan gadis itu!" AL mengulurkan tangan menuju ke arah Bunga yang masih berdiam diri di depan jendela.


"Astagfirullahaladzim, Al. Justru karena itu, kakak mau keluar lihat siapa teman-teman keponakanku. Lagian ini sudah malam untuk bertamu juga tidak enak dan membiarkan anak-anak di luar sana juga tidak baik. Atau mau kamu saja yang keluar?" papa Angkasa hanya berharap keluarga tetap menyambut anak-anak tanpa rasa khawatir.


"Sudah-sudah! Aku saja yang keluar dan kalian lanjutkan makan. Bukankah teman adikku juga bisa menjadi temanku juga, tapi setahuku Bunga tidak pernah memberitahukan tentang anak-anak yang datang saat ini," sahut Bryant ikut beranjak dari tempat duduknya kebetulan juga makanan dipiring sudah habis menyisakan alat makan saja.


Bryan melakukan seperti keinginannya. Dimana ia beranjak meninggalkan ruang makan dan beralih menghampiri Bunga. Dari arah meja makan terlihat kakak beradik itu melakukan perbincangan singkat tetapi tak ada suara yang sampai ke sisi meja makan. Sepertinya kedua insan itu melakukan perbincangan secara rahasia meski di depan mata semua orang.


Hingga pada akhirnya Bryant mengusap kepala Bunga, lalu mengangguk menyetujui sesuatu yang orang lain pun tak tahu. Tidak ada kecurigaan karena mereka yang menjadi anggota keluarga tau benar jika antara kakak dan adik itu akan saling mendukung satu sama lain dan jika ada yang melakukan kesalahan pasti langsung mengingatkan serta menasehati.



Langkah kaki Bryant yang menjauh dari Bunga menuju pintu depan, sedangkan Bunga sendiri malah mengambil jalur lain. Gadis itu justru berlari meninggalkan lantai dasar dan kembali ke kamarnya sendiri. Melihat situasi yang ada, keluarga bisa merasakan jika gadis mereka tidak ingin ada orang lain yang tahu tentang keberadaan si gadis mata hazelnut itu di dalam rumah sendiri.

__ADS_1



Mungkinkah ada sesuatu yang mereka tidak pahami? Entahlah, tapi dengan Bryant yang sudah maju menangani keadaan tak seorang pun merasa khawatir lagi. Setidaknya sebagai seorang kakak pasti akan melakukan yang terbaik untuk adik semata wayang. Sementara di sisi lain anak-anak yang sudah diperbolehkan masuk masih tetap menunggu di halaman depan.



Tatapan mata menelusuri pemandangan yang tak biasa, ada pertanyaan yang masih tersimpan. Akan tetapi untuk mempertanyakan apa yang mengusik benak mereka tentu saja harus bertemu dengan orang yang membawa mereka ke rumah mewah tersebut. Semua anak terlihat tidak bosan dengan pemandangan yang ada di sekitarnya.



Sampai mereka melihat kedatangan Bryant bersama seorang pengawal yang memberikan laporan. Langkah kaki tuan muda begitu tegap bahkan tak menundukkan pandangan menyambut semua orang yang merupakan kawan seperjuangan Bunga. Hanya saja, saat ini bukan waktunya untuk menunjukkan jati diri yang memang masih harus disembunyikan.


"Malam, Anak-Anak. Ada yang bisa aku bantu?" ada yang langsung bertanya pada inti yang membuat semua anak saling pandang.


Tentang apa yang dipikirkan oleh anak-anak itu tetapi ia yang tak ambil pusing karena apa yang akan dirinya lakukan sesuai dengan keinginan sang adik dan jika memang ada yang merasa keberatan tentu nanti akan mengajukan keluhan. Lagi pula hari semakin malam dan tidak seharusnya bertamu di rumah orang tak dikenal. Tanpa Bryant sadari senyum tipis di wajah Vir menghilang bersambut kepalan tangan.


Pemikiran yang begitu buruk menguasai diri Vir. Dimana hatinya sudah ternodai oleh kebodohan sendiri. "Guy's, kita balik saja. Biarkan Bunga bersama daddy bayaran. Cabut, ayo!"


"Vir, elo itu, ngomong apa, sih? Ngaco banget," Naumi menyentak Vir karena berani bersikap kurang ajar sama orang yang lebih tua.


Daffa dan Daffi mengernyit saling pandang, keduanya pernah mendengar sebuah cerita dari Vir tentang gadis yang menjadi sugar baby. Hanya saja, apa mungkin itu Bunga? Gadis bulan yang membuat semua anak muda bergabung menjadi satu menyelaraskan pertemanan dalam waktu singkat.


Dari karakter si gadis mata hazelnut saja, sangatlah tidak mungkin menjadi seorang simpanan pria berduit. Bryant tersenyum simpul meski hati merasa panas bergejolak dengan tuduhan Vir. Bagaimana bisa adiknya menyembunyikan fakta mengejutkan seorang diri.

__ADS_1



Apa gadis itu lupa memiliki keluarga atau sengaja menjauhkan semua orang dari masalah sebenarnya. Sungguh keterlaluan, tetapi harus tetap menahan diri sesuai permintaan sang adik. Selain itu, kebenaran harus ditanyakan dari pihak pertama.


"Ka, maafin temen kami, ya. Sebenarnya tadi kami lihat Bunga masuk sebuah mobil," Anna menunjuk ke arah mobil yang merupakan milik Al. "Sebagai teman tentu khawatir jadi setelah berputar-putar sampai kesasar. Barulah ketemu rumah ini, apa Bulan ada di dalam?"


"Apa kalian mencari kesayangan ku. Sebaiknya pulang saja, dia sudah tidur dan memerlukan istirahat banyak karena kelelahan. Pulang dan jangan buat orang tua kalian khawatir!" jawab Bryant tegas tanpa mengurangi aura keseriusannya.


Satu kata seketika membuat Vir semakin travelling. Pemuda itu merasa jijik karena telah mencari gadis yang justru sibuk memuaskan ranjang orang dewasa. Tanpa berpikir panjang lagi, langkahnya membubarkan diri meninggalkan semua orang. Sontak teman-temannya merasa keheranan dengan tingkah kekanak-kanakan Mahavir.


"Ka, maaf sekali lagi, dia memang lagi sensi. Tolong sampaiin ke Bulan besok datang ke acara syukuran di rumahnya si kembar. Kalau gitu, kami pamit dulu, assalamu'alaikum," Daffa merasa sungkan sehingga tanpa pikir panjang langsung menarik pasukan agar tidak membuat keributan di rumah orang.


Dari semua anak yang datang hanya satu orang memiliki pemikiran menyimpang, melihat kebenaran itu ia bertekad mendapatkan jawaban dari Bunga. "Hmm, akan aku sampaikan. Hati-hati dijalan kalian."


Dibiarkannya semua anak yang menginjak usia menuju dewasa itu pergi berlalu meninggalkan kediaman Putra, sedangkan Bryant sendiri bergegas kembali ke dalam tetapi bukan ke area ruang makan. Melainkan langsung menuju kamar sang adik terkasih. Tidak tahu berapa banyak hal disembunyikan gadis itu selama tinggal di asrama.


Padahal selama berada di rumah keluarga. Lingkungan pertemanan pun terkontrol karena memang memiliki batasan, selain itu juga mendapatkan pengawasan ketat. Bagaimana bisa kecolongan setelah memasuki dunia baru? Sepertinya ide memberikan izin kehidupan bebas menjadi penyesalan di kemudian hari bila tidak memahami kondisi dan situasi.


.


.


.

__ADS_1


...🍃Berpikir sebelum bertindak dan bukan bertindak sebelum berpikir.🍃...


Pepatah ini mengajarkan bahwa sebagai manusia harus mengerti setiap kata yang terucap tidak bisa di tarik kembali. Orang-orang bisa dengan mudah memberikan janji dan penilaian, tetapi tidak dengan satu kata terakhir yaitu maaf. _ Asma


__ADS_2