
Suara yang terdengar begitu mengayomi membuat Abi mendongak, anak kecil itu terlihat murung bahkan kedua mata menunjukkan rasa sedih. Sebenarnya apa yang terjadi hingga mengambil keceriaan kedua insan mungil di depan keluarga. Apalagi tidak biasanya terjadi perselisihan yang mengakibatkan hilangnya kebahagiaan.
"Papa, apa adik kedua datang untuk merebut kalian dari Abi? Ka Alma bilang kalau dedek jadi kesayangan semua orang." celetuk Abi begitu polos tetapi justru menghadirkan tanya dalam benak orang dewasa.
Mereka tidak tahu alasan Alma mengatakan hal yang bisa menjadi pemicu ketidak harmonisan di dalam keluarga. Ada ada dengan putri kecil mereka sebab tidak biasanya bertindak di luar pemahaman orang dewasa apalagi menyampaikan sesuatu di luar pikiran anak-anak. Terlebih lagi selama ini keluarga selalu mengajarkan kasih sayang dan bukan menanamkan kebencian yang bisa merusak persaudaraan.
Sebab keharmonisan keluarga sejatinya bukan hanya antara orangtua dan anak saja akan tetapi juga kerukunan anak dalam bersaudara. Sebagaimana orangtua yang punya cara sendiri dalam menyampaikan rasa sayangnya, maka sebagai seorang kakak juga memiliki cara dalam menunjukkan rasa sayang pada adiknya, tapi bukan dengan membenarkan sesuatu tanpa dasar.
"Almaira!" panggil Bunga yang tak terima akan sikap putrinya. Ia sendiri sangat menyayangi kedua pewaris keluarga Putra sama besarnya tanpa pernah membedakan satu sama lain tapi tindakan sang putri tidak bisa dibenarkan.
Apalagi di dalam keluarga memiliki banyak hubungan yang tidak sedarah, ia sendiri sangat menjaga setiap ikatan tanpa pengecualian. Lalu bagaimana membiarkan Alma melewati proses kehidupan dengan mempelajari setiap tanggung jawab dari hasil tindakan meski disengaja atau tidak disengaja. Sebagai seorang ibu harus meluruskan dan selalu menerangi jalan agar putrinya tidak salah jalan.
Suara panggilan terdengar penuh tekanan menggetarkan jiwa dari insan mungil dengan wajahnya yang tenggelam dalam rasa takut. Akan tetapi di tengah kegelisahan hatinya merasa semakin tertekan karena tatapan mata semua orang tertuju padanya seorang. Untuk pertama kalinya ia seperti disudutkan tanpa memiliki kesempatan melakukan pembelaan.
Direngkuhnya dagu sang putri hingga mendongak ke atas membuat tatapan mata saling bertemu, "Apa putriku bisa mengatakan ulang, apa yang Alma katakan pada Abi hingga adikmu berkata seperti itu. Mommy mau dengar langsung dari Alma."
"Bunga, turunkan sedikit nada suaramu. Alma masih kecil dan tidak baik memberikan banyak tekanan di usianya yang sekarang. Tolong tahan emosimu," Ara menepuk pundak Bunga, sebagai seorang ibu sudah menjadi tugasnya untuk mengingatkan agar tidak terjadi sesuatu yang tak diharapkan.
__ADS_1
Apalagi mengingat anak-anak itu sangat rentan dengan tekanan yang bisa merusak mental. Terlebih lagi selama ini, kedua insan mungil selalu dimanjakan tanpa banyak perdebatan sehingga bisa dipastikan memiliki jiwa lembut dengan hati penuh perasaan. Dengan mengingat hal itu, ia tak ingin menimbulkan retakan di tengah kedamaian.
"Sayang, biarkan anak-anak bersamaku. Sebaiknya kalian istirahat saja, Alma dan Abi, bagaimana kalau kita bertiga jalan-jalan?" ucap Bryant seraya mengulurkan kedua tangan yang membuat semua orang saling pandang.
Tidak ada keluhan atau perdebatan sehingga tanpa banyak membuang waktu semua orang membiarkan Bryant membawa kedua pewaris keluarga Putra meninggalkan aula. Pria itu dengan sengaja menjauhkan diri agar anak-anak tidak semakin tertekan oleh banyak tatapan mata yang siap melayangkan pertanyaan. Sebagai ayah berusaha melindungi buah hati tanpa meninggalkan tanggung jawab seorang kepala keluarga.
Di dudukannya Alma dan Abi di kursi panjang taman di dalam bostel, sedangkan ia sendiri memilih duduk di depan kedua anaknya seraya memperhatikan wajah masam yang jarang dilihatnya. "Alma, Abi, papa tidak tahu alasan kalian berdua saling menjauhkan diri. Bukankah kalian itu kakak beradik?"
"Papa akan ingatkan lagi bagaimana cara seorang kakak dalam menunjukkan sayangnya pada sang adik. Cara pertama dengan mengajari adik hal-hal penting dalam hidup. Alma bisa memberikan contohnya bagaimana caranya bergaul yang benar, memilih teman yang baik dan menjauhi yang buruk, menghadapi orang-orang yang berniat jahat, atau bahkan juga mengajari adiknya untuk menyelamatkan diri sendiri ketika terancam bahaya ketika sendirian."
Apa yang dikatakan oleh papa Bryant memang benar adanya, hanya saja isi kepala anak-anak tidak sebesar kepala orang dewasa. Terkadang ingin bisa memahami segala sesuatunya tetapi seringkali jauh dari jangkauan untuk mengerti dengan baik dan benar. Setiap pelajaran hidup harus dipelajari secara bertahap dan tanpa pemaksaan.
"Pa, Alma cuma bilang ke Abi kalau dedek bayi yang ada di perut mama Ara nantinya jadi kesayangan semua orang. Apa itu salah? Teman kelas Alma yang baru juga cerita semenjak ibunya melahirkan, dia sudah tidak diperhatikan lagi dan malah sering di suruh angkat jemuran." Alma yang masih tak pandai membedakan perbedaan kehidupan justru terpancing oleh cerita menyedihkan dari seorang teman. Anak itu bahkan tanpa sadar mengungkapkan kegelisahan yang masih bisa ditekan sebelum menjadi bumerang.
Setelah mendengar pengakuan Alma, Bryant tetap tenang meski helaan napas terdengar begitu panjang. Tak ayal putrinya bertindak tanpa perhitungan setelah mendapat berita yang tidak bisa disalahkan. Bagaimanapun pikiran anak sangat mudah terkontaminasi sehingga harus diperhatikan bahkan tanpa pengecualian.
"Alma, seorang kakak tidak boleh membuat adiknya sedih. Papa akan jelaskan dengan mudah, kalian berdua tahu bagaimana papa dan uncle Samuel sering bertengkar tapi tidak sekalipun kami berusaha menjadi kelemahan satu sama lain. Ingatlah jika seorang saudara bisa menjadi support system nomor satu untuk satu sama lain dalam meraih mimpi.
"Apalagi dengan melakukan itu merupakan salah satu cara selama saudara menunjukkan kasih sayang. Apalagi ketika orangtua sibuk bekerja, maka kakak lah yang akan mendampingi susah dan senang adiknya dalam mengejar mimpi. Begitu pula sebaliknya dan cara ini sudah lebih dari cukup untuk membuat seorang saudara merasa benar-benar dicintai dan disayang, sebab selalu ada yang mendampingi dan menjadi tempat bersandarnya.
"Jika Alma sayang Abi, cobalah jadi pendengar yang baik sebab cinta dan sayang itu gak melulu harus diungkapkan dengan kata-kata dan kalian berdua harus saling berdampingan baik dalam suka maupun duka. Hal ini terlihat sederhana, tapi perhatian dan kepedulian seperti inilah yang sebenarnya dibutuhkan oleh bersaudara.
__ADS_1
"Alma harus tahu jika menjadi seorang kakak itu gak mudah, dan salah satu bentuk rasa sayang dan kepeduliannya pada adik membuat seorang kakak harus mengajari sang adik tentang berbagai life skill dan kemandirian dalam hidup. Misalnya seperti bagaimana cara mengurus diri sendiri, membersihkan rumah, memasak, mengendarai kendaraan sendiri, dan hal-hal lain yang memang dibutuhkan."
Sejenak menghentikan nasehat sekedar menarik napas agar tidak menyulitkan diri sendiri. Apalagi anak-anak juga membutuhkan waktu untuk mencerna setiap kata yang ia ucapkan, ia sadar jika proses penerimaan di dalam kepala kecil tak sama seperti kepala orang dewasa. Sebab itu harus menjeda nasehatnya.
"Alma harus tahu jika seorang adik biasanya mencari dukungan dari saudaranya yaitu sang kakak ketika dirinya dimarahi orangtua. Tapi Abi, percayalah bahwa ketika kakakmu tidak mendukung dan justru membenarkan kesalahanmu bukan berarti dia tidak sayang, namun sikap bijaknya itulah yang menunjukkan kalau dia benar-benar sayang padamu.
"Seorang kakak akan melakukan segalanya demi kebaikan adiknya dan berhatapn sang adik menyadari kesalahan sehingga menjadi seseorang yang lebih baik, hal ini dilakukan karena dibanding membenarkan kesalahanmu yang suatu saat malah bisa menjerumuskan. Meski masalah kali ini berbeda, papa ingin kalian berdua menjadi saudara yang saling mengasihi, mendukung dan tanpa keraguan menasehati satu sama lain.
"Bukan hanya sekarang tapi begitu juga setelah kalian berdua memiliki adil kecil. Baik adik dari mama Ara, mommy Bunga atau bunda aunty Ocy. Kalian semua tetap sama di mata kami sebagai penerus keluarga Putra. Tidak ada yang diistimewakan sebab kalian semua sudah istimewa. Apa kalian berdua paham maksud papa?"
Bryant berusaha menangani perbedaan antara Abi dan Alma, ia tak ingin hanya karena satu cerita dari anak keluarga lain justru merusak ikatan persaudaraan di dalam keluarganya. Apalagi selama ini selalu berbuat adil dan tidak membedakan dalam hal apapun. Meski pada kenyataannya percikan pemicu masalah tidak bisa diduga datang dari mana.
Alma mengangguk memahami apa yang dikatakan oleh papa keduanya, lalu tanpa permisi merengkuh tubuh Abi ke dalam pelukannya, "Maafin, kakak, ya." tubuh yang hampir setara dengannya menerima permintaan maaf dengan membalas pelukan darinya.
Melihat kedua pewaris keluarga Putra kembali akur sungguh melegakan hati seorang ayah. Ia selalu berharap ikatan antara Alma dan Abi tidak pernah tumbang hanya karena badai kehidupan, meski menyadari betapa kejamnya dunia di setiap memiliki kesempatan menghadirkan ujian kesetiaan dan kasih sayang. Sesaat ia mengingat sesuatu yang bisa memicu keretakan keharmonisan keluarga Putra.
*Ya Allah, jika kebenaran terungkap bisa menghancurkan keutuhan keluargaku, hamba mohon biarlah tetap bersembunyi di balik gelapnya awan. Cukup bagi kami untuk menjalani kehidupan seperti ini.~batin Bryant dengan pikiran melanglang buana menerobos separuh ingatan akan sebuah fakta kehidupan yang telah ia sembunyikan dari seluruh keluarga*.
__ADS_1