Karena Cinta

Karena Cinta
Part 49#PERBINCANGAN SEPIHAK MAMA MILEA


__ADS_3

Seperti yang sudah dikatakan mama Milea membuat Bunga menurut dan malam ini, gadis itu tetap tinggal di rumah, sedangkan sang mama keluar meninggalkan putrinya untuk membicarakan hal tersebut lebih detail lagi bersama sang suami. Sebenarnya dia juga cemas sebagai seorang ibu ketika melihat putrinya sendiri mulai memberontak.


Akan tetapi ia sadar betul bahwa sang putri memiliki alasan dan patut untuk diberikan satu kesempatan, tapi melihat situasi maka kemungkinan besar akan mendapatkan penolakan seorang ayah jika dalam menyampaikan pendapat terlalu mengikuti emosi hati. Apalagi ia juga mengenal seperti apa sang suami.



Bima adalah pria yang selalu mengutamakan keluarga terutama mengenai tingkat keamanan meskipun pria itu seringkali meninggalkan sang putri seorang diri di rumah. Tetap saja tidak akan membiarkan lepas dari pengawasan. Jika dipikirkan ulang memang benar Bunga terlalu dilindungi, bahkan bisa dikatakan tidak akan mendapatkan kebebasan.


Sebenarnya ia juga merasa kasihan pada putrinya karena selalu menurut permintaan semua orang meski semua itu demi kebaikan diri sendiri. Akan tetapi terkadang manusia lupa, jika setiap orang memiliki jalan masing-masing dan ketika jalan itu diatur maka tidak ada lagi tempat untuk berbagi.


Kenyataannya adalah sebaik apapun sebuah kebenaran yang ada maka tidak akan mengubah takdir. Di mana setiap insan yang bernapas tentulah memiliki hak untuk mengapresiasikan perasaan milik diri sendiri. Sama halnya yang dilakukan Bunga meski gadis itu tiba-tiba saja melakukan pemberontakan dengan frontal.



Dimana ia meminta izin untuk pindah asrama di saat makan malam tengah berlangsung. Adu argumen pun tidak bisa dihindari sebab saling mengutamakan keinginan hati masing-masing. Padahal sebagai orang tua sadar bahwa putri mereka sudah semakin tumbuh dewasa dan di usianya yang sekarang masih saja dalam pengawasan.



Bukankah itu menjadi tekanan tersendiri? Bahkan tak banyak anak yang akan bersikap diam selama bertahun-tahun. Berkat pemberontakan Bunga, membuat kedua orang tua kembali sadar dengan tamparan kenyataan putri mereka semakin dewasa.


Kewarasan kembali lagi, tapi bukan bermaksud selama ini mereka tidak waras hanya saja malam ini keduanya seperti tertampar oleh keadaan yang memaksa hati orang tua harus lebih waspada dan juga berhati-hati agar memberikan arah jalan yang tepat untuk putri mereka. Mama Milea tersenyum tipis ketika mendapati sang suami masih duduk di meja makan dan tetap berusaha untuk bersikap tenang.


Padahal tangan menggenggam gelas dengan begitu erat. Hati ayah mana yang tidak terluka ketika mendengar pemberontakan putrinya sendiri? Sedih dan kecewa tapi mau dikata apa. Semua sudah terjadi dan tidak bisa memutar waktu kembali ke masa satu jam yang lalu. Iya 'kan?


"Jangan memikirkan terlalu jauh, Pa!"" dipijitnya pundak sang suami seraya membuat sedikit penekanan agar memberikan relaksasi seperti biasanya. Sebagai istri, ia hanya melakukan kewajiban dari kedua belah pihak yang memang harus disatukan meski dalam perbedaan sekalipun, "Papa tahu bukan, jika pada masa remaja kita juga melakukan kesalahan dan orang tua berusaha untuk membimbing ke jalan yang lebih baik."

__ADS_1


"Bukankah itu juga dilakukan oleh anak-anak dari waktu ke waktu? Untuk pertama kalinya mama berbicara bukan bermaksud membela apalagi membenarkan tindakan Bunga. Akan tetapi mungkin ini sudah saatnya dia belajar lebih dewasa dan mengenal dunia luar karena kita berdua tidak bisa selalu melindunginya, Pa.



"Jujur sebagai seorang ibu, aku tidak rela jika putriku tinggal di luar sana tanpa pengawasan kita, tapi jika aku mengingat diriku di masa remaja dan menyadari gejolak darah muda tentu kita berdua yang harus mengalah dan sedikit memberikan kebebasan agar Bunga merasa dihargai dan ia belajar dengan caranya sendiri."



Sejenak menghirup oksigen memperbaiki debaran jantung agar tetap normal, "Mama tahu, bahwa permintaan Bunga bukan tentang satu hari atau dua hari, tetapi tentang kehidupan yang akan selalu terus maju ke depan untuk memenuhi setiap fase kehidupan. Dari kehidupan ini, putri kita hanya meminta tiga bulan saja, Pa."



"Baik aku maupun kamu hanya memiliki satu kesempatan, sekali dukungan dan juga memiliki seluas kasih sayang. Jika bukan kita yang memahami jeritan hati milik Bunga, lalu siapa lagi? Jangan berpikir mama baik-baik saja karena permintaan putri kita itu!




Rasa takut seorang ibu bukan ketika tidak bisa melihat anaknya sehari tetapi disaat terjadinya kesalahpahaman yang mengakibatkan retaknya hubungan keluarga. Ia tidak ingin ada kata berpisah dalam arti kehancuran keluarga apalagi mengharapkan dibenci oleh anak sendiri hanya karena dianggap bersikap egois.


"Pa, kita ini semakin ke depan, maka semakin berumur alias jauh dari kata muda dan kehidupan kita tentu akan berubah drastis. Satu anak yang kita punya yaitu Bunga sebagai penopang di masa depan. Coba pikirkan jika putri kita sendiri terus melakukan pemberontakan hanya karena satu keinginan, bukankah kita sendiri yang akan merugi?


"Mama tahu, masalah ini bukan bisnis tetapi pada kenyataannya kehidupan di setiap hubungan akan selalu memikirkan untung dan rugi bukan demi keegoisan melainkan untuk kebaikan bersama. Iya 'kan, Pa?" Mama Milea benar-benar berusaha membujuk suaminya yang hanya diam termenung mendengarkan.


__ADS_1


Pria itu sedang mencoba mencerna setiap kata yang ia simak sejak awal. Semua terlalu sulit tetapi ia juga sadar bahwa apa yang dikatakan oleh istrinya memang tidak salah, bahkan sangat benar. Akan tetapi hati seorang ayah sungguh tidak sanggup membiarkan gadis kesayangan yang selama ini selalu dalam pengawasan, tiba-tiba lepas begitu saja.


Apalagi dia juga bukan pria yang selalu memiliki waktu senggang yang begitu banyak. Meski ia selalu berusaha untuk memberikan hak seorang putri agar bisa menghabiskan waktu bersama keluarga hanya saja memang akhir-akhir ini semua berubah sebab pekerjaannya semakin menumpuk dan ia pun bekerja dibantu oleh istrinya yang membuat Bunga semakin kesepian.


Pemberontakan sang putri memang tidak bisa dibenarkan, tapi alasan dibalik satu tindakan tersebut memanglah semua sebab dan akibat atas tindakannya sendiri. Jika dibilang wajar, nyatanya sebagai seorang ayah ia tak rela melihat putrinya akan kesusahan di luar sana. Akan tetapi jika tidak mengatakan wajar dan mengingat suasana yang memang sudah menjadi satu pusat keputusan final.



Maka sudah dipastikan apa yang terjadi barusan hanyalah sebuah keputusan dari satu pihak saja yaitu pihak putrinya sendiri dan kini istrinya tengah mencoba untuk memberikan jalan tengah agar keluarga mereka kembali damai tanpa harus mengedepankan emosi masing-masing. Wajar satu kata itu sudah mewakili keadaan saat ini.


Obrolan satu pihak yang cukup membuat Bima terdiam, dan mama Milea terus mengucapkan isi hati dan pikiran serta setiap hal yang diketahui dan juga ingin dia sampaikan sampai berlangsung selama tiga puluh menit hingga akhirnya pelukan hangat dari arah belakang menyudahi perdebatan satu arah. Semua sudah terungkap dan tidak ada kata-kata lagi yang tersisa untuk menyampaikan maksud dan tujuan dari sesi perbincangan tersebut.


"Izinkan Bunga untuk pindah ke asrama selama tiga bulan dan setelah itu, putri kita tidak akan pergi kemanapun selain ke rumah suaminya! Itu janjinya pada mama," bisik mama Milea yang juga mengakhiri pergulatan di dalam pikiran dan juga hatinya serta menyelesaikan obrolan sepihak darinya yang membuat papa Bima mendongak menatap ke arahnya.


.


.


.


.


...◌⑅⃝●♡⋆♡ Happy Eid ul Adha 1444 H♡⋆♡●⑅⃝◌...


...Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin 🙏...

__ADS_1



__ADS_2